Syariah 19 May 2025 Penulis: Redaksi KabarBursa Editor: Uslimin Usle

Tak Cuma BSI: Ada Lagi Kader Muhammadiyah Calon Komisaris

Ketua PP Muhammadiyah belum bersedia mengungkap nama bank syariah yang dimaksud

Dalam waktu dekat, satu lagi bank syariah diperkirakan akan menunjuk kader Muhammadiyah untuk mengisi posisi komisaris utama.

Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas. Foto: dok Muhammadiyah
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas. Foto: dok Muhammadiyah

Daftar Isi

  1. 01 BRIS Resmi Menunjuk Muhadjir Effendy

KABARBURSA.COM - Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, satu lagi bank syariah diperkirakan akan menunjuk kader Muhammadiyah untuk mengisi posisi komisaris utama.

Kabar ini disampaikan setelah Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, resmi ditetapkan sebagai komisaris utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

"Bahkan dalam waktu dekat, jika tidak ada aral melintang, salah satu bank syariah yang lain juga akan menunjuk kader Muhammadiyah sebagai komisarisnya," ujarnya kepada Kabar Bursa, Senin, 19 Mei 2025.

Meski begitu, Anwar belum bersedia mengungkap nama bank syariah yang dimaksud. Namun, ia menilai langkah tersebut sebagai hal yang lumrah, dan kemungkinan besar merupakan bagian dari upaya strategis perbankan untuk menggandeng Muhammadiyah sebagai mitra dalam bisnis mereka.

Ia merujuk pada PT Bank KB Bukopin Syariah sebagai contoh, yang secara konsisten sejak awal berdirinya telah melibatkan kader Muhammadiyah dalam struktur komisaris.

"Hal itu menurut saya adalah sah-sah saja," ucapnya menegaskan.

Sebagai informasi, pada tahun 2024 terdapat 33 bank syariah di Indonesia, terdiri dari 14 Bank Umum Syariah (BUS) dan 19 Unit Usaha Syariah (UUS).

Anwar menilai kehadiran kader Muhammadiyah di sektor keuangan syariah merupakan cerminan dari tanggung jawab organisasi tersebut dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah menjalankan berbagai inisiatif untuk memperkuat sektor ini. Di antaranya dengan mengedukasi masyarakat, khususnya kalangan internal Muhammadiyah, mengenai pentingnya perbankan syariah.

"Kedua, membangun relasi dan hubungan baik dengan semua perbankan syariah yang ada," tuturnya.

Langkah selanjutnya, menurut Anwar, adalah menyebar penempatan dana Muhammadiyah ke berbagai bank syariah, seperti Bank Syariah Bukopin, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat, serta sejumlah bank syariah daerah.

"Karena penempatan dana Muhammadiyah pada tahun tersebut lebih banyak terkonsentrasi di BSI, hal demikian tentu tidak mendukung bagi terciptanya kehidupan perbankan syariah yang baik di tanah air," tuturnya.

BRIS  Resmi Menunjuk Muhadjir Effendy

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) resmi menunjuk Muhadjir Effendy sebagai Komisaris Utama menggantikan Muliaman D. Hadad dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Jumat, 16 Mei 2025. 

Penunjukan tokoh nasional yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) sekaligus tokoh penting dari Muhammadiyah ini menandai babak baru arah pengawasan strategis bank syariah terbesar di Indonesia. 

Kehadirannya di pucuk komisaris menjadi sorotan tajam, mengingat latar belakang birokrasi dan kebijakan publik yang dibawanya ke dalam struktur pengurus BRIS.

Rapat yang berlangsung di Aryanusa Ballroom, Menara Danareksa, Jakarta Pusat pukul 14.00 WIB itu juga memutuskan beberapa agenda strategis lain. Salah satu keputusan signifikan lainnya adalah pengangkatan Anggoro Eko Cahyo, mantan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, sebagai Direktur Utama baru menggantikan Hery Gunardi, yang kini dipercaya menjadi Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI). 

Transformasi komposisi manajemen ini sejalan dengan strategi penguatan tata kelola dan penetrasi pasar bank syariah di tengah tantangan perekonomian global dan domestik.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
RE
KabarBursa.pro Editorial Team

Redaksi KabarBursa

Berita Terkait