Syariah 17 Mar 2025 Penulis: Redaksi KabarBursa Editor: Syahrianto

Sandiaga: Saham Syariah Konsumsi-Energi Punya Peluang Besar

Sandiaga Uno menekankan pentingnya investasi saham syariah jangka panjang sebagai strategi finansial yang sehat dan berkelanjutan dalam acara Nyantri Saham Bareng Kabar Bursa di Masjid Istiqlal.

Sandiaga Uno menilai saham syariah di sektor konsumsi dan energi masih menyimpan peluang besar bagi investor jangka panjang. Ia menekankan pentingnya strategi i

Pengusaha sekaligus investor saham, Sandiaga Uno, berbagi pengalaman dan strategi dalam membangun kesuksesan investasi sejak usia muda dalam sesi talkshow bertajuk "Kiat Sukses Jadi Investor Sejak Muda" pada acara Nyantri Saham Bareng Kabar Bursa di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu, 15 Maret 2025. Foto: KabarBursa/Abbas Sandji.
Pengusaha sekaligus investor saham, Sandiaga Uno, berbagi pengalaman dan strategi dalam membangun kesuksesan investasi sejak usia muda dalam sesi talkshow bertajuk "Kiat Sukses Jadi Investor Sejak Muda" pada acara Nyantri Saham Bareng Kabar Bursa di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu, 15 Maret 2025. Foto: KabarBursa/Abbas Sandji.

KABARBURSA.COM – Pengusaha yang juga mantan Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menilai saham syariah di sektor konsumsi dan energi masih menyimpan peluang besar bagi investor jangka panjang. Menurutnya, pasar modal syariah tidak hanya menjanjikan keuntungan finansial, tetapi juga memberikan nilai keberkahan bagi para investor.

"Saham di sektor konsumsi dan energi yang berbasis syariah masih punya potensi besar. Ini bisa menjadi pilihan utama bagi yang ingin berinvestasi dengan prinsip halal dan berkelanjutan," ujar Sandiaga dalam acara Nyantri Saham Bareng Kabar Bursa yang digelar di VIP Al Malik, Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu, 15 Maret 2025.

Menurut Sandiaga, investasi di saham syariah adalah langkah strategis dalam membangun masa depan finansial yang sehat. Dengan memilih saham-saham berbasis syariah, investor tidak hanya memperoleh keuntungan dari dividen dan kenaikan harga saham, tetapi juga memastikan modal mereka tidak tersangkut dalam sektor yang bertentangan dengan prinsip keuangan Islam.

Lebih lanjut, Sandiaga menekankan bahwa ketakutan dalam berinvestasi sering kali muncul karena kekhawatiran akan kegagalan. Namun, ia meyakini bahwa pemahaman yang tepat dan strategi investasi bertahap dapat membantu investor mengatasi rasa takut tersebut.

"Tidak ada kesuksesan tanpa kegagalan. Kalau kita mulai dengan investasi kecil dan belajar terus, maka rasa takut akan hilang seiring bertambahnya ilmu dan pengalaman," jelasnya.

Sandiaga juga menyarankan agar investor pemula melirik saham syariah yang tergabung dalam indeks LQ45 sebagai pilihan investasi jangka panjang. Strategi investasi jangka panjang merupakan cara menghadapi fluktuasi pasar modal. Ia pun mengingatkan agar investor tidak terjebak dalam pola pikir investasi harian yang penuh risiko dan bersifat spekulatif.

“Saya berinvestasi sangat jangka panjang, saya tidak melihat investasi itu harian. Saya tidak beli saham dalam konsep harian atau mingguan, tapi saya lihat dalam konsep yang sangat jangka panjang,” jelas Sandiaga.

Sekitar 40 hingga 45 persen dari total aset yang dimiliki Sandiaga dialokasikan ke investasi saham, sementara sisanya ditempatkan pada instrumen lain, seperti properti dan aset likuid. Strategi diversifikasi ini, menurutnya, penting untuk menjaga keseimbangan portofolio sekaligus mengurangi dampak volatilitas pasar.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya memilih saham dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang. Menurutnya, beberapa sektor di Indonesia memiliki peluang besar, seperti infrastruktur, sumber daya alam, dan konsumsi. “Cari perusahaan-perusahaan yang punya masa depan yang cerah. Indonesia didorong oleh investasi di infrastruktur dan sumber daya alam dalam proses hilirisasi,” jelasnya.

Sebagai salah satu contoh, ia mengaku telah berinvestasi di salah satu sponsor acara Nyantri Saham Bareng Kabar Bursa, yaitu PT AlamTri Resources Indonesia Tbk (ADRO), yang menurutnya memiliki prospek cerah di sektor sumber daya alam.

Sandiaga menegaskan investasi saham syariah tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi individu, tetapi juga dapat menjadi instrumen penggerak ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Ia pun mengapresiasi inisiatif Kabar Bursa dalam menyelenggarakan edukasi investasi berbasis syariah. Kegiatan ini bukan sekadar ajang diskusi ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya investasi yang selaras dengan prinsip Islam. "Luar biasa kita bisa nyantri saham di Istiqlal. Ini semakin memperluas wawasan kita tentang investasi yang sesuai dengan prinsip syariah, sekaligus menambah ketakwaan dan keberkahan," katanya.

Tentang Nyantri Saham

Acara Nyantri Saham Bareng Kabar Bursa yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, menghadirkan para pakar ekonomi, praktisi pasar modal, serta praktisi investasi syariah. Foto: Dok. KabarBursa/Andrew.

Acara Nyantri Saham Bareng Kabar Bursa yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 15 Maret 2025, menjadi wadah bagi para ekonom, investor, dan pelaku pasar modal untuk membahas lanskap investasi di Indonesia. Selain membahas kepastian hukum sebagai faktor krusial bagi investor asing, diskusi juga menyoroti bagaimana anak muda dapat memanfaatkan peluang investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Diselenggarakan oleh Kabar Bursa bekerja sama dengan Nasaruddin Umar Office (NUO) dan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), acara ini menghadirkan para ahli dan praktisi investasi untuk berbagi wawasan mengenai strategi investasi yang cerdas dan beretika.

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari Founder & CEO Kabar Bursa, Upi Asmaradhana, yang menekankan pentingnya literasi keuangan dan investasi bagi generasi muda, khususnya dalam konteks saham syariah. Sesi selanjutnya dilanjutkan dengan keynote speech oleh Ketua Dewan Pers Ninik Rahayunyang menyoroti peran media dalam mengedukasi publik tentang investasi dan pasar modal.

Sesi panel pertama acara Nyantri Saham mengangkat tema Investasi Syariah: Jalan Cerdas Menuju Kemakmuran Umat, yang dipandu oleh Direktur Digital KabarBursa.com Slamet Wiryawan dengan narasumber Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI), Irwan Abdalloh. Diskusi ini membahas perkembangan saham syariah di Indonesia serta bagaimana sistem investasi berbasis syariah dapat menjadi solusi keuangan yang lebih inklusif.

Pada sesi panel diskusi kedua, Ekonom Senior INDEF Aviliani dan Konsultan dan Investor Pasar Modal Global Muhammad Asmi berbagi wawasan seputar kiat sukses menjadi investor sejak muda dan Menjadi Investor Sukses di Pasar Modal Global. Diskusi ini mengupas berbagai aspek investasi, khususnya bagaimana anak muda dapat membangun kestabilan keuangan di tengah tantangan ekonomi saat ini. Sesi ini juga membahas strategi sukses berinvestasi di pasar modal global. Melalui diskusi ini, peserta diajak memahami bagaimana membangun portofolio investasi yang lebih luas dengan mengakses instrumen keuangan di luar negeri.

Selain membahas strategi investasi, acara ini juga menjadi momentum peluncuran Serambimuslim.com, platform yang menghubungkan edukasi keuangan syariah dengan komunitas muslim di Indonesia dan merupakan bagian dari Kabar Grup Indonesia. Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan sesi diskusi bersama Sandiaga Uno, yang berbicara mengenai pentingnya membangun ekosistem investasi yang sehat dan inklusif bagi masyarakat luas.

Acara Nyantri Saham ini disponsori oleh berbagai pihak, antara lain Telkom Indonesia, PT AlamTri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan Pupuk Indonesia, yang berkomitmen untuk meningkatkan literasi investasi di kalangan anak muda dan mendukung pertumbuhan investor ritel di Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
RE
KabarBursa.pro Editorial Team

Redaksi KabarBursa

Berita Terkait