KABARBURSA.COM – Toyota mempertegas ambisinya memperluas bisnis di luar industri otomotif konvensional dengan masuk lebih dalam ke sektor mobilitas udara.
Produsen mobil asal Jepang itu menggandeng Joby Aviation melalui pembentukan perusahaan patungan (joint venture) yang akan menjadi fondasi menuju produksi komersial pesawat listrik lepas landas dan mendarat vertikal atau electric vertical take-off and landing (eVTOL).
Carscoops melaporkan, kolaborasi ini menandai perubahan strategi Toyota yang tidak lagi sekadar berperan sebagai investor di Joby Aviation, tetapi mulai mengambil posisi lebih besar dalam pengembangan manufaktur kendaraan udara masa depan. Dalam perusahaan patungan bernama Joby Toyota Aero Manufacturing Preparation Company, Toyota akan menguasai 51 persen saham sehingga menjadi pemegang kendali.
Perusahaan baru yang berbasis di California itu akan menggabungkan teknologi penerbangan listrik milik Joby dengan pengalaman Toyota dalam sistem produksi manufaktur dan efisiensi operasional. Pada tahap awal, fokus kerja sama diarahkan untuk menyiapkan proses produksi komersial, sekaligus meningkatkan produktivitas, kualitas, dan efisiensi biaya.
Langkah tersebut juga diharapkan memperbesar kapasitas produksi Joby sehingga mampu memenuhi permintaan pasar terhadap pesawat eVTOL yang diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun mendatang.
Bagaimana Cara Toyota Perluas Definisi Mobilitas?
Ketua Toyota, Akio Toyoda, mengatakan mobilitas udara merupakan kelanjutan dari filosofi perusahaan dalam menyediakan solusi transportasi yang lebih luas bagi masyarakat.
"Sejak didirikan, kami telah dipandu oleh filosofi menyediakan mobilitas untuk semua. Kami melihat mobilitas udara sebagai perpanjangan alami dari filosofi tersebut – dari darat ke langit – dan sebagai cara untuk membawa nilai baru bagi kehidupan masyarakat dan masyarakat secara keseluruhan. Sangat berarti bagi kami untuk menghadapi tantangan ini bersama Joby, mitra yang memiliki visi yang sama. Kami percaya penguatan hubungan ini merupakan langkah penting ke depan dalam mewujudkan masyarakat mobilitas masa depan," ujar Akio Toyoda dilansir dari Carscoops, Kamis, 2 Juli 2026.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Toyota tidak lagi memandang bisnisnya sebatas produsen kendaraan darat. Mobilitas udara kini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem transportasi masa depan.
Meski belum mengungkapkan rincian investasi maupun target produksi, kedua perusahaan menegaskan bahwa usaha patungan tersebut akan menjadi landasan menuju manufaktur komersial pesawat listrik.
Selain mempercepat proses industrialisasi, kolaborasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sehingga biaya pembuatan pesawat dapat ditekan ketika memasuki tahap komersialisasi.
Joby Aviation sendiri dikenal sebagai pengembang taksi udara listrik yang menargetkan layanan perjalanan terpadu, menghubungkan transportasi darat dan udara melalui kemitraan dengan sejumlah perusahaan, termasuk Delta Air Lines dan Uber.
Pesawat eVTOL yang dikembangkan Joby mampu mengangkut empat penumpang dan satu pilot. Kendaraan udara tersebut memiliki enam rotor, kecepatan maksimum sekitar 322 kilometer per jam, empat paket baterai, baling-baling yang dapat berputar, serta sejumlah sistem cadangan untuk meningkatkan aspek keselamatan penerbangan.
Kolaborasi dengan Toyota diharapkan mempercepat langkah Joby dalam membawa teknologi tersebut dari tahap pengembangan menuju produksi massal dan layanan komersial.(*)