# RI Bidik Teknologi Software-Defined Vehicle untuk Tekan Biaya Logistik > Kadin Indonesia menilai software-defined vehicles (SDV) memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi logistik nasional. Anindya Bakrie menilai teknologi software-defined vehicles (SDV) dan kecerdasan buatan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan 6,5 juta kendaraan logistik dan membantu menekan biaya logistik nasional. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Otomotif - Published At: 2026-06-24 05:45:00 - Author: Citra Dara Vresti Trisna - Editor: Moh. Alpin Pulungan - Canonical URL: https://www.kabarbursa.pro/otomotif/ri-bidik-teknologi-software-defined-vehicle-untuk-tekan-biaya-logistik - Markdown URL: https://www.kabarbursa.pro/otomotif/ri-bidik-teknologi-software-defined-vehicle-untuk-tekan-biaya-logistik.md ## Article **KABARBURSA.COM** – Indonesia mengincar pemanfaatan teknologi kendaraan berbasis perangkat lunak atau software-defined vehicles (SDV) untuk meningkatkan efisiensi sektor logistik, bukan hanya mendorong penjualan mobil listrik. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan peluang terbesar penerapan SDV di Indonesia tidak terbatas pada kendaraan penumpang, sistem hiburan kendaraan, maupun teknologi bantuan mengemudi canggih. Menurut dia, potensi terbesar justru berada pada sektor manajemen armada dan logistik yang melibatkan jutaan kendaraan operasional di Indonesia. "Diungkapkan Anin, Indonesia memiliki sekitar 6,5 juta truk, kendaraan pertambangan, dan kendaraan logistik, serta sekitar 300 ribu bus yang membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih efisien," demikian disampaikan Anindya dalam sesi bertajuk *When Cars Became Software *pada rangkaian *17th Annual Meeting of the New Champions 2026* atau Summer Davos yang diselenggarakan World Economic Forum (WEF) di Dalian, China, Selasa, 23 Juni 2026. Ia menilai pemanfaatan teknologi SDV dan kecerdasan buatan dapat membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan armada sekaligus mendukung industrialisasi nasional. “Ini perlu dikelola dengan baik agar Indonesia bisa naik ke level berikutnya sekaligus mendorong industrialisasi yang lebih kuat,” kata Anin, dalam keterangannya, dikutip Rabu, 24 Juni 2026. Anindya menjelaskan, transformasi industri otomotif menuju kendaraan berbasis perangkat lunak tidak hanya berkaitan dengan data dan teknologi digital. Menurut dia, perubahan tersebut juga mencakup kebutuhan terhadap material maju, energi, dan kemampuan manufaktur berteknologi tinggi. “Ketika kita berbicara mengenai mobil yang menjadi perangkat lunak, kita juga berbicara mengenai sebuah platform, bukan hanya untuk perangkat lunak dan data, tetapi juga untuk ilmu material, mineral kritis, energi, dan tentu saja manufaktur maju,” ujarnya. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia masih menghadapi tantangan biaya logistik yang relatif tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Anindya menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa. Menurut dia, teknologi SDV dan kecerdasan buatan berpotensi menjadi salah satu solusi untuk menekan biaya logistik nasional. Anindya mengatakan biaya logistik Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar 17 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut, menurut dia, perlu ditekan hingga mendekati 5 persen guna meningkatkan daya saing ekonomi nasional. “Ketika berbicara mengenai shared mobility, itu memang penting. Tetapi bagi Indonesia, yang lebih penting adalah bagaimana teknologi dapat menurunkan biaya logistik untuk menggerakkan perekonomian. Itulah yang saya harapkan bisa terwujud dalam tiga tahun ke depan,” ujarnya. Selain membahas pemanfaatan SDV untuk sektor logistik, Anindya juga menyoroti kesiapan Indonesia dalam mendukung perkembangan kendaraan berbasis perangkat lunak melalui ketersediaan mineral kritis dan energi. Ia menyebut Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia serta termasuk lima besar dunia untuk komoditas tembaga, seng, bauksit, dan timah yang dibutuhkan dalam pengembangan kendaraan listrik maupun SDV. “Kemampuan Indonesia untuk mengolah mineral-mineral kritis tersebut akan sangat membantu perkembangan software-defined vehicles,” kata Anin. Dalam forum tersebut, Anindya juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan SDV di Indonesia. Menurut dia, pengembangan industri pengolahan material baterai dan produksi baterai membutuhkan kemitraan dengan investor dan perusahaan global. “Pengolahan material baterai dan produksi baterai membutuhkan mitra. Mitra membawa investasi asing langsung, menciptakan lapangan kerja, dan membantu memperkuat stabilitas ekonomi,” kata Anin.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.pro/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.pro/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.pro/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.pro/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.pro/langganan