KABARBURSA.COM – Chery Automobile memperkuat komitmennya terhadap keselamatan kendaraan listrik dengan menawarkan garansi baterai seumur hidup bagi pemilik pertama seluruh kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) yang menggunakan paket baterai Rhino di China.
CarNewsChina melaporkan, kebijakan tersebut berlaku untuk penggunaan nonkomersial dan mencakup baterai, motor listrik, serta unit kontrol kendaraan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Chery meningkatkan kepercayaan konsumen setelah pemerintah China mulai menerapkan standar keselamatan baterai nasional terbaru yang dikenal dengan prinsip "No Fire, No Explosion".
Dalam pernyataan resminya, Chery menegaskan seluruh lini kendaraan energi baru perusahaan, baik Battery Electric Vehicle (BEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), maupun Extended-Range Electric Vehicle (EREV) yang menggunakan baterai Rhino telah memenuhi ketentuan keselamatan terbaru tersebut.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen, perusahaan juga memastikan akan memberikan kompensasi berupa kendaraan baru dengan model yang sama apabila kendaraan yang telah atau sedang dipasarkan mengalami thermal runaway akibat kerusakan baterai yang bukan disebabkan oleh kesalahan manusia.
Saat ini, teknologi baterai Rhino digunakan oleh empat merek di bawah naungan Chery Automobile, yakni Chery, Exeed, Jetour, dan iCar.
Seperti Apa Komitmen Keselamatan Baterai Chery?
Program garansi terbaru ini melengkapi kebijakan yang telah diterapkan Chery sejak 2023, ketika perusahaan mulai memberikan garansi seumur hidup untuk seluruh lini kendaraannya.
Kini, fokus garansi diperluas dengan memberikan perlindungan lebih spesifik terhadap sistem baterai sebagai respons atas penerapan standar keselamatan baterai wajib GB38031-2025 yang resmi berlaku mulai 1 Juli 2026. Regulasi tersebut dinilai sebagai standar keselamatan baterai paling ketat yang pernah diterapkan di China.
Dalam aturan baru itu, baterai kendaraan listrik diwajibkan tidak mengalami kebakaran maupun ledakan selama dua jam setelah terjadi thermal runaway. Selain itu, asap tidak boleh memasuki kabin penumpang dalam lima menit setelah sistem peringatan aktif.
Persyaratan lainnya mengharuskan baterai mampu menahan tiga benturan bola baja berdiameter 30 milimeter dengan energi 150 joule tanpa memicu kebakaran ataupun ledakan. Baterai juga harus tetap aman setelah menjalani 300 siklus pengisian cepat tanpa mengalami penyalaan maupun ledakan.
Chery Percepat Pengembangan Teknologi Baterai?
Selain memperkuat aspek keselamatan, Chery terus memperluas investasi pada teknologi kendaraan listrik untuk mempercepat pertumbuhan bisnis NEV di pasar domestik.
Produsen otomotif yang berbasis di Wuhu tersebut menargetkan baterai solid-state mulai tersedia secara massal pada 2027. Di saat yang sama, perusahaan juga terus mengembangkan berbagai teknologi baterai lain melalui kerja sama dengan CATL dan Gotion.
Berdasarkan data China EV DataTracker, model terlaris Chery di pasar China pada Mei 2026 adalah hatchback listrik QQ3 EV dengan penjualan mencapai 8.523 unit. Model tersebut juga disiapkan untuk dipasarkan secara global dengan nama Chery Q.(*)