# CATL Tinggalkan Model Ekspor, Fokus Lisensi Teknologi Baterai > CATL mengubah strategi global dengan mengandalkan lisensi teknologi baterai dan kemitraan manufaktur, termasuk produksi baterai LFP bersama Ford di AS. CATL mengalihkan fokus ekspansi global dari ekspor baterai ke lisensi teknologi dan kemitraan manufaktur, termasuk proyek baterai bersama Ford di Amerika Serikat. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Otomotif - Published At: 2026-07-02 20:30:00 - Author: Citra Dara Vresti Trisna - Editor: Moh. Alpin Pulungan - Canonical URL: https://www.kabarbursa.pro/otomotif/catl-tinggalkan-model-ekspor-fokus-lisensi-teknologi-baterai - Markdown URL: https://www.kabarbursa.pro/otomotif/catl-tinggalkan-model-ekspor-fokus-lisensi-teknologi-baterai.md ## Article **KABARBURSA.COM** – Produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), mulai mengubah strategi ekspansi globalnya. CarNewsChina melaporkan, perusahaan asal China tersebut kini tidak lagi hanya mengandalkan ekspor baterai, tetapi mulai menjadikan lisensi teknologi dan kemitraan manufaktur sebagai motor pertumbuhan baru di pasar internasional. Perubahan strategi itu ditandai dengan dimulainya produksi di fasilitas baterai milik Ford Motor Company di Amerika Serikat yang dibangun melalui skema lisensi teknologi CATL. Tonggak tersebut dikonfirmasi langsung oleh Wakil Presiden CATL, Meng Xiangfeng, dalam konferensi tahunan Aliansi Inovasi Industri Baterai Daya Otomotif China. Menurut Meng, proyek bersama Ford mencerminkan transformasi model bisnis CATL dari perusahaan berbasis ekspor menjadi pemain global yang menggabungkan investasi, perdagangan, dan transfer teknologi. Model tersebut berbeda dengan proyek CATL di Hungaria maupun Indonesia yang juga dijadwalkan mulai berproduksi pada tahun ini. Kerja sama dengan Ford mengedepankan lisensi teknologi sehingga memungkinkan manufaktur baterai dilakukan di Amerika Serikat dengan standar produksi CATL. Strategi ini dinilai menjadi jawaban atas semakin ketatnya hambatan perdagangan internasional, mulai dari tarif impor, kewajiban kandungan lokal, hingga regulasi jejak karbon yang kini diterapkan banyak negara. Meng menegaskan perusahaan baterai asal China yang ingin berekspansi ke luar negeri tidak lagi bisa mengandalkan model ekspor semata. "Perusahaan baterai yang berekspansi ke luar negeri harus memprioritaskan kepatuhan," kata Meng. Ia menambahkan, perusahaan China harus membangun kemampuan memahami regulasi di setiap negara tujuan sekaligus berpartisipasi dalam penyusunan standar dan kebijakan lokal agar mampu mempertahankan daya saing. ## **Mengapa Proyek Ford Dihantam Tekanan Politik?** Kolaborasi CATL dan Ford pertama kali diumumkan pada Februari 2023. Saat itu Ford berencana membangun pabrik baterai lithium iron phosphate (LFP) di Michigan dengan investasi sekitar US$3,5 miliar dan kapasitas produksi 35 GWh, cukup untuk memasok sekitar 400.000 kendaraan listrik setiap tahun. Namun perjalanan proyek tersebut tidak berjalan mulus. Pada pertengahan 2023, sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik mempertanyakan kemitraan tersebut karena dikhawatirkan memberikan manfaat subsidi kepada CATL melalui skema Inflation Reduction Act. Tekanan politik itu membuat proyek sempat dihentikan sebelum akhirnya dilanjutkan pada November 2023 dengan skala lebih kecil. Nilai investasi dipangkas menjadi USD2 miliar, sementara kapasitas produksinya dikurangi menjadi 20 GWh. Situasi semakin menantang setelah perubahan kebijakan pemerintah Amerika Serikat pada 2025 yang menghentikan lebih awal insentif pajak kendaraan listrik. Kebijakan tersebut membuat Ford membukukan penurunan nilai aset bisnis kendaraan listrik sebesar US$19,5 miliar. Meski demikian, kedua perusahaan tetap mempertahankan kerja sama tersebut. Ford bahkan memperluas fungsi fasilitas tersebut untuk memproduksi sistem penyimpanan energi, meskipun langkah tersebut kembali menjadi perhatian Kongres Amerika Serikat pada awal 2026. ## **Produksi Komersial Baterai Mulai Disiapkan?** Pada 17 Juni lalu, Ford mengonfirmasi fasilitas tersebut telah berhasil memproduksi batch perdana sel baterai LFP prismatik. Sel-sel baterai itu kini memasuki tahap pengujian kualitas dengan target tingkat cacat hanya satu banding satu miliar, sesuai standar manufaktur CATL. Produksi komersial dijadwalkan dimulai pada 2026. Baterai tersebut akan digunakan pada pikap listrik ekonomis dan kendaraan listrik ukuran menengah milik Ford. Selain proyek bersama Ford, sebelumnya juga muncul laporan bahwa CATL tengah menjajaki pemberian lisensi teknologi baterai LFP kepada General Motors (GM) untuk mendukung produksi baterai di Amerika Serikat. Langkah tersebut memperlihatkan bagaimana CATL mulai membangun sumber pertumbuhan baru melalui monetisasi teknologi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ekspor baterai langsung dari China di tengah meningkatnya dinamika perdagangan global. ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.pro/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.pro/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.pro/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.pro/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.pro/langganan