KABARBURSA.COM - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ditutup menguat sebesar 2,21 persen atau meningkat 150 poin ke level Rp6.925 pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026.
BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, INDF melanjutkan penguatan dengan berhasil bergerak di atas MA20 dan MA60, menandakan tren jangka pendek mulai kembali positif.
"RSI yang naik ke kisaran 60 juga mengindikasikan momentum beli semakin menguatm," tulis BRI Danareksa dalam risetnya, Jumat, 3 Juli 2026.
Apabila mampu menembus level Rp7.150 dengan dukungan volume yang meningkat, BRI Danareksa memandang peluang kenaikan menuju Rp7.450 sebagai resistance berikutnya akan semakin terbuka.
"Selama masih bertahan di atas area MA20 dan MA60, kecenderungan pergerakan tetap positif dengan peluang melanjutkan tren kenaikan," terang mereka.
Pergerakan Saham INDF
Mengutip data perdagangan Stockbit, penguatan hari ini memperpanjang tren positif INDF dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam satu pekan terakhir, saham emiten barang konsumen tersebut tercatat tumbuh 2,97 persen dari rentang Rp6.600 - Rp6.925.
Penguatan juga terjadi dalam satu bulan terakhir, harga saham emiten ini membukukan kenaikan yang cukup signifikan sebesar 5,32 persen, bergerak dari titik terendah bulanan di Rp5,850.
Kinerja berjalan saham INDF sepanjang tahun ini tercatat menguat 2,21 persen, bergerak seirama dengan performa hariannya.
Sementara itu dalam tiga dan enam bulan terakhir juga terpantau naik masing-masing 4,53 persen 3,75 persen). Meski begitu, performa jangka panjang INDF masih menyisakan catatan koreksi.
Dalam basis satu tahun, saham INDF masih tertekan cukup dalam hingga -13,17 persen di mana harga tertinggi setahun lalu sempat berada di level Rp8.825.
Sedangkan, dalam jangka waktu tiga tahun, pergerakan sahamnya juga masih minus 5,78 persen. Namun, jika ditarik lebih jauh ke basis lima tahunan, INDF secara akumulatif masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,32 persen.
Kinerja Kuartal I 2026
Sebelumnya diberitakan pada periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026, INDF membukukan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp33,89 triliun. Angka ini meningkat 7 persen dibandingkan Rp31,56 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi profitabilitas, laba usaha tercatat sebesar Rp6,53 triliun atau turun 6 persen dari Rp6,92 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh lebih rendahnya laba selisih kurs dari aktivitas operasional.
Meski demikian, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 9 persen menjadi Rp2,96 triliun dari Rp2,72 triliun.
Direktur Utama dan CEO Indofood Anthoni Salim menyampaikan kinerja perusahaan tetap terjaga di tengah dinamika global.
“Di tengah meningkatnya konflik geopolitik, Indofood tetap dapat mempertahankan kinerjanya di kuartal pertama tahun ini. Kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, tetap menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” ujarnya dalam siaran pers dikutip, Senin, 4 Mei 2026.(*)