Market Hari Ini 04 Jul 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Transaksi Afiliasi Grup Erajaya Senilai Rp50,5 Miliar, Apa Tujuannya?

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) mengalihkan unit bisnis dan hak merek Loops serta Lamina kepada PT Teletama Artha Mandiri senilai Rp50,5 miliar sebagai bagian dari penataan portofolio bisnis Grup Erajaya.

ERAL mengalihkan merek Loops dan Lamina ke anak usaha ERAA senilai Rp50,5 miliar. Simak tujuan transaksi afiliasi dan dampaknya terhadap laporan keuangan.

ERAA melakukan penataan portofolio bisnis melalui transaksi afiliasi di lingkungan grup. (Foto: dok ERAA)
ERAA melakukan penataan portofolio bisnis melalui transaksi afiliasi di lingkungan grup. (Foto: dok ERAA)

Daftar Isi

  1. 01 Apa Saja Perubahan yang Akan Terjadi?

KABARBURSA.COM – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) kembali melakukan penataan portofolio bisnis melalui transaksi afiliasi di lingkungan grup. Kali ini, langkah tersebut dilakukan melalui pengalihan unit bisnis beserta seluruh hak atas merek dagang Loops dan Lamina dari PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) kepada PT Teletama Artha Mandiri (TAM).

Transaksi tersebut disepakati dengan nilai Rp50,5 miliar dan efektif ditandatangani pada 3 Juli 2026. Karena kedua entitas berada di bawah pengendalian Erajaya Swasembada, pengalihan tersebut dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sesuai ketentuan pasar modal.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen menjelaskan bahwa transaksi dilakukan sebagai bagian dari strategi penataan portofolio bisnis sekaligus untuk mengoptimalkan potensi pengembangan kedua merek tersebut.

Loops merupakan merek aksesori gawai yang mencakup produk seperti pengisi daya (charger), power bank, kabel data, dan perangkat pendukung lainnya. Sementara Lamina dikenal sebagai merek protective skin dan aksesori pelindung untuk berbagai perangkat elektronik.

Melalui pengalihan ini, pengelolaan kedua merek akan berada di bawah PT Teletama Artha Mandiri yang selama ini menjadi salah satu pilar distribusi utama Grup Erajaya. Perseroan menilai langkah tersebut akan memungkinkan Loops dan Lamina memanfaatkan jaringan distribusi, logistik, serta infrastruktur ritel yang dimiliki TAM untuk memperluas penetrasi pasar.

Di sisi lain, pengalihan tersebut juga membuat PT Sinar Eka Selaras dapat lebih memusatkan kegiatan usahanya pada lini bisnis utama yang selama ini dikembangkan perusahaan. ERAL dikenal sebagai entitas yang mengelola bisnis ritel di sektor gaya hidup aktif (active lifestyle), perangkat Internet of Things (IoT), produk olahraga, hingga otomotif.

Dengan demikian, masing-masing entitas di dalam grup memiliki fokus bisnis yang lebih spesifik sesuai bidang usahanya.

Dari sisi laporan keuangan, transaksi ini memiliki dampak yang berbeda antara laporan keuangan konsolidasian Grup Erajaya dan laporan keuangan masing-masing entitas.

Pada tingkat laporan keuangan konsolidasian ERAA, transaksi tersebut pada dasarnya tidak mengubah total aset grup. Dana sebesar Rp50,5 miliar yang dibayarkan oleh PT Teletama Artha Mandiri kepada PT Sinar Eka Selaras akan dieliminasi dalam proses konsolidasi karena transaksi terjadi di antara perusahaan yang masih berada dalam satu kelompok usaha.

Artinya, perpindahan kas dari satu entitas ke entitas lain tidak menambah maupun mengurangi aset Grup Erajaya secara keseluruhan.

Apa Saja Perubahan yang Akan Terjadi?

Namun, dampaknya akan terlihat pada laporan keuangan masing-masing perusahaan.

Bagi PT Sinar Eka Selaras, transaksi ini menghasilkan tambahan kas sebesar Rp50,5 miliar. Dana tersebut memperkuat posisi kas perusahaan setelah melepas unit bisnis beserta hak kepemilikan atas dua merek tersebut.

Sebaliknya, bagi PT Teletama Artha Mandiri, transaksi tersebut mengubah komposisi aset perusahaan. Kas yang digunakan untuk membeli merek akan dikonversi menjadi aset takberwujud (intangible assets) berupa hak kepemilikan atas merek dagang Loops dan Lamina beserta unit bisnis yang dialihkan.

Selain perubahan struktur aset, pengalihan ini juga mempertegas pembagian peran antarentitas di dalam Grup Erajaya.

Selama ini, PT Teletama Artha Mandiri telah memiliki jaringan distribusi dan logistik yang luas untuk mendukung penjualan berbagai produk teknologi dan telekomunikasi. Dengan masuknya Loops dan Lamina ke dalam ekosistem tersebut, distribusi kedua merek dapat dilakukan melalui jaringan yang sama dengan produk-produk lain yang telah dipasarkan perusahaan.

Sementara itu, PT Sinar Eka Selaras dapat lebih memfokuskan sumber daya perusahaan pada pengembangan bisnis yang menjadi inti kegiatan usahanya tanpa lagi mengelola lini aksesori gawai dengan merek private label.

Transaksi ini juga menunjukkan upaya Erajaya dalam melakukan penataan aset dan merek di dalam grup melalui mekanisme transaksi afiliasi. Strategi tersebut memungkinkan setiap entitas menjalankan fungsi yang berbeda sesuai kompetensinya, baik di bidang distribusi maupun pengembangan bisnis ritel.

Karena merupakan transaksi antarperusahaan dalam satu kelompok usaha, dampak finansial utamanya lebih banyak dirasakan pada tingkat entitas individual dibandingkan terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup Erajaya. 

Sementara itu, manfaat operasional yang diharapkan dari pengalihan tersebut berasal dari pemanfaatan jaringan distribusi dan infrastruktur yang telah dimiliki PT Teletama Artha Mandiri untuk mendukung pengembangan merek Loops dan Lamina.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait