KABARBURSA.COM - Kalender aksi korporasi Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali diwarnai sejumlah agenda penting. Pada Selasa, 30 Juni 2026, sedikitnya tiga emiten akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yakni PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Meski mayoritas agenda yang dibahas merupakan agenda rutin tahunan, masing-masing perusahaan membawa sejumlah poin yang layak dicermati investor. Mulai dari rencana melanjutkan program buyback saham, perubahan susunan pengurus, hingga laporan penggunaan dana hasil aksi korporasi.
NCKL dan Rencana Buyback
Perhatian terbesar diperkirakan tertuju kepada NCKL, emiten nikel yang menjadi bagian dari Grup Harita. Selain agenda standar berupa persetujuan laporan tahunan, pengesahan laporan keuangan auditan tahun buku 2025, penggunaan hasil usaha, penunjukan akuntan publik, serta penetapan remunerasi direksi dan komisaris,
NCKL juga akan meminta persetujuan pemegang saham untuk melanjutkan program pembelian kembali (buyback) saham sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023.
Agenda buyback menjadi salah satu poin yang paling menarik karena kerap dipersepsikan sebagai bentuk keyakinan manajemen terhadap nilai jangka panjang perusahaan. Selain itu, buyback juga dapat menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas harga saham ketika volatilitas pasar meningkat.
Dalam rapat yang sama, NCKL juga akan menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Agenda ini penting sebagai bentuk akuntabilitas perusahaan terhadap pemegang saham mengenai pemanfaatan dana yang berhasil dihimpun dari pasar modal.
Menjelang pelaksanaan RUPS, saham NCKL masih bergerak dalam fase konsolidasi. Pada perdagangan Senin (29 Juni), saham NCKL ditutup di level Rp810, turun 1,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp820.
Saham sempat bergerak pada rentang Rp805 hingga Rp830 dengan nilai transaksi sekitar Rp15,7 miliar.
BKSL Ubah Susunan Pengurus
Sementara itu, BKSL juga akan menggelar RUPS Tahunan dengan agenda yang tidak jauh berbeda. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham atas laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, penggunaan laba bersih, penetapan remunerasi direksi dan komisaris, serta penunjukan kantor akuntan publik untuk tahun buku 2026.
Namun, terdapat satu agenda yang diperkirakan menjadi perhatian investor, yakni pemberhentian dan pengangkatan anggota Direksi serta Dewan Komisaris. Perubahan susunan pengurus sering kali menjadi sinyal adanya penyesuaian strategi bisnis atau arah pengelolaan perusahaan, terutama apabila melibatkan figur-figur baru di jajaran manajemen.
Menjelang RUPS, saham BKSL juga berada dalam tekanan. Pada perdagangan hari ini, saham perseroan ditutup di level Rp59, turun 3,28 persen dari posisi sebelumnya Rp61. Aktivitas transaksi tercatat sekitar Rp2,7 miliar, dengan harga sempat menyentuh level terendah Rp59.
WIFI dan Rencana Right Issue
Di sisi lain, WIFI membawa agenda yang relatif lebih beragam. Selain persetujuan laporan tahunan, penggunaan laba, penunjukan akuntan publik, dan penetapan remunerasi, perseroan juga akan meminta persetujuan pemegang saham atas perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris.
Tidak hanya itu, WIFI juga mengusulkan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar agar disesuaikan dengan Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Penyesuaian ini merupakan bagian dari pemutakhiran klasifikasi kegiatan usaha agar selaras dengan ketentuan terbaru.
Perseroan juga akan menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I Tahun 2025. Agenda tersebut menjadi salah satu bentuk transparansi perusahaan terkait penggunaan dana yang sebelumnya diperoleh melalui aksi korporasi.
Dari sisi perdagangan saham, WIFI juga belum mampu menghindari tekanan pasar. Saham perseroan ditutup di level Rp1.560, turun 2,50 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Selama perdagangan, saham bergerak pada kisaran Rp1.560 hingga Rp1.700 dengan nilai transaksi sekitar Rp17,9 miliar.
Secara umum, agenda RUPS ketiga emiten tersebut masih didominasi pembahasan mengenai pertanggungjawaban kinerja tahun buku 2025 dan penetapan berbagai keputusan korporasi untuk tahun berjalan.
Namun, terdapat beberapa agenda yang berpotensi lebih menarik perhatian pasar, terutama rencana kelanjutan buyback saham NCKL, perubahan jajaran pengurus di BKSL dan WIFI, serta laporan penggunaan dana hasil IPO maupun PMHMETD.(*)