Market Hari Ini 25 Jun 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

MPIX Tambah Usaha Lewat Akuisisi Mobile Coin Asia, Manajemen Beber Dampak ke Keuangan

Direktur Utama MPIX, Abdul Muidz mengatakan dalam industri sistem pembayaran, Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) merupakan sektor vital

PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX) berencana akuisisi 60% saham PT Mobile Coin Asia (MCA) senilai Rp28 miliar untuk ekspansi ke industri jasa pembayaran

Logo IDX di Main Hall Bursa Efek Indonesia (Foto: Kabarbursa.com/R. Fadli)
Logo IDX di Main Hall Bursa Efek Indonesia (Foto: Kabarbursa.com/R. Fadli)

KABARBURSA.COM - PT Mitra Pedagang Indonesia TbK(MPIX) berencana menambah kegiatan usaha industri penyediaan jasa pembayaran melalui akuisisi PT Mobile Coin Asia (MCA).

Direktur Utama MPIX, Abdul Muidz mengatakan dalam industri sistem pembayaran, Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) merupakan sektor vital yang memfasilitasi transaksi aman, cepat, dan efisien bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

"Industri ini mencakup berbagai layanan strategis seperti transfer dana, payment gateway, dompet elektronik, hingga remitansi dan pembayaran digital lainnya," ujar dia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis 25 Juni 2026.

Abdul menilai, transformasi digital menjadi pendorong utama perkembangan industri ini, di mana pemanfaatan teknologi seperti Application Programming Interface (API), cloud computing, dan artificial intelligence (AI) memungkinkan transaksi dilakukan secara instan
dengan biaya lebih rendah.

Di Indonesia, kata dia, industri PJP menunjukkan tren pertumbuhan positif hingga tahun 2025, didorong oleh peningkatan aktivitas ekonomi digital dan perubahan perilaku masyarakat menuju transaksi non-tunai (cashless society).

"Berdasarkan data Bank Indonesia, pengiriman uang (remittance) di Indonesia mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar USD4.465,04 USD pada kuartal IV tahun 2025," katanya  

Menurut Abdul, pertumbuhan itu selaras dengan peningkatan remitansi dari pekerja migran Indonesia serta perluasan ekosistem sistem pembayaran nasional melalui infrastruktur BI-FAST dan QRIS.

Pesatnya digitalisasi ekonomi, termasuk perkembangan e-commerce, ride hailing, dan social commerce, menjadi faktor utama yang mempercepat penetrasi jasa pembayaran digital.

"Inovasi seperti QRIS dan virtual account semakin meningkatkan kemudahan transaksi, khususnya bagi sektor UMKM yang merupakan basis pengguna utama Perseroan," terang dia,

Selain itu, peningkatan inklusi keuangan memungkinkan masyarakat unbanked dan underbanked untuk mengakses layanan keuangan dengan lebih mudah melalui smartphone.

Secara keseluruhan, Abdul menjelaskan, dinamika industri jasa pembayaran menunjukkan tren yang semakin terintegrasi dengan ekosistem digital nasional.

Dukungan regulator melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan volume transaksi elektronik secara signifikan.

"Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan melalui akuisisi 60 persen ekuitas PT Mobile Coin Asia (MCA) yang bergerak pada bidang usaha Penyelenggara Jasa Pembayaran, maka disimpulkan bahwa aspek pasar ini adalah layak," terangnya.

Adapun biaya investasi dalam rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan merupakan biaya akuisisi 60,00 persen saham MCA. Berdasarkan perjanjian, harga akuisisi 60,00 persen saham MCA adalah sebesar Rp28 miliar.

Abduk menyebut, perseroan akan membutuhkan sumber pendanaan atas rencana penambahan kegiatan usaha yang diperoleh dari kas sebesar Rp6,9 miliar dan piutang usaha sebesar Rp21,7 miliar.

Ia menambahkan, selama periode 2026 hingga 2030, kebutuhan biaya operasional diproyeksikan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya volume transaksi dan pendapatan jasa pembayaran.

"Total proyeksi biaya operasional selama periode 2026 hingga 2030 diproyeksikan sebesar Rp48.400.760.295," pungkas dia. (*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait