Market Hari Ini 30 Jun 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Syahrianto

IHSG Dibuka Turun ke Level 5.801, Asing Catat Net Sell Rp881 Miliar

IHSG dibuka melemah ke level 5.801 pada perdagangan 30 Juni 2026, di tengah aksi jual bersih investor asing mencapai Rp881 miliar.

IHSG turun ke level 5.801 pada pembukaan perdagangan. Investor asing mencatat net sell Rp881 miliar, sektor bahan baku memimpin pelemahan.

IHSG mengawali perdagangan di zona merah dengan turun ke level 5.801. Di saat yang sama, investor asing masih melanjutkan aksi jual bersih senilai Rp881 miliar, sementara mayoritas sektor saham bergerak melemah. Foto: Desty Luthfiani/KabarBursa.
IHSG mengawali perdagangan di zona merah dengan turun ke level 5.801. Di saat yang sama, investor asing masih melanjutkan aksi jual bersih senilai Rp881 miliar, sementara mayoritas sektor saham bergerak melemah. Foto: Desty Luthfiani/KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, di zona merah setelah melanjutkan pelemahan pada sesi sebelumnya. Berdasarkan data pembukaan perdagangan, IHSG berada di level 5.801,45 atau turun 19,34 poin setara 0,33 persen.

Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi tercatat mencapai 1,65 juta lot dengan nilai Rp320,32 miliar dari 21,34 ribu kali transaksi. Investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp881,58 miliar di seluruh pasar dan Rp854,10 miliar di pasar reguler.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan pada mayoritas indeks sektoral. Sektor bahan baku memimpin penurunan dengan koreksi 0,66 persen, disusul sektor keuangan yang turun 0,52 persen, sektor industri 0,45 persen, sektor energi 0,30 persen, sektor barang konsumsi primer 0,11 persen, sektor infrastruktur 0,10 persen, dan sektor teknologi yang melemah 0,07 persen.

Di sisi lain, beberapa sektor masih bergerak menguat. Sektor properti naik 0,47 persen, sektor barang konsumsi nonprimer menguat 0,47 persen, sektor kesehatan bertambah 0,07 persen, sementara sektor transportasi dan logistik naik tipis 0,06 persen.

Di jajaran saham yang mencatat kenaikan terbesar atau top gainers, posisi teratas ditempati PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH) dari sektor kesehatan yang melonjak 22,88 persen ke level 376. Posisi berikutnya diisi PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) yang bergerak di sektor properti dengan kenaikan 12,78 persen menjadi 406.

Selanjutnya, PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) dari sektor barang konsumsi nonprimer menguat 8,49 persen ke level 230. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), emiten sektor properti, naik 6,95 persen menjadi 1.000, sedangkan PT Berlina Tbk (BRNA) yang bergerak di sektor industri menguat 6,25 persen ke posisi 595.

Sementara itu, daftar saham yang mengalami pelemahan terbesar dipimpin PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) yang bergerak di sektor barang konsumsi nonprimer dengan penurunan 14,81 persen ke level 115. PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) dari sektor keuangan turun 14,78 persen menjadi 1.585.

Kemudian, PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) yang bergerak di sektor barang konsumsi primer melemah 8,82 persen ke level 620. PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dari sektor barang konsumsi nonprimer terkoreksi 8,33 persen menjadi 770, sedangkan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) yang bergerak di sektor barang konsumsi primer turun 6,90 persen ke level 135.

Analis MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berada dalam fase koreksi. Dalam riset harian 30 Juni 2026, MNC Sekuritas menyebut IHSG diperkirakan masih menjadi bagian dari gelombang (b) dari wave [iv] dan berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menguji area 5.723 hingga 5.784. 

Adapun jika terjadi penguatan dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan akan menguji kisaran 5.837 hingga 5.845. MNC Sekuritas menetapkan level support di 5.784 dan 5.594, sedangkan resistance berada di level 6.286 dan 6.459. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait