Harga Minyak Ambruk Gegara Trump Mesra Lagi dengan Iran

Harga minyak dunia melemah setelah Trump menyebut perundingan AS-Iran berjalan positif, meredakan kekhawatiran pasar atas pasokan global.

Harga minyak Brent dan WTI turun ke level terendah dalam empat bulan setelah optimisme perundingan AS-Iran meredakan kekhawatiran pasokan minyak.

Harga minyak Brent dan WTI turun ke level terendah dalam empat bulan setelah optimisme perundingan AS-Iran meredakan kekhawatiran pasokan minyak. Foto: Dok. KabarBursa.
Harga minyak Brent dan WTI turun ke level terendah dalam empat bulan setelah optimisme perundingan AS-Iran meredakan kekhawatiran pasokan minyak. Foto: Dok. KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Harga minyak dunia kembali terperosok pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026, setelah kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan mulai mereda. Pemicunya datang dari sinyal positif hubungan Amerika Serikat dan Iran usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut pertemuan kedua negara di Qatar berlangsung dengan baik.

Dilansir dari Reuters, Kontrak minyak mentah Brent turun USD1,60 (sekitar Rp27.200) atau 2,19 persen menjadi USD71,35 per barel (sekitar Rp1,21 juta). Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah USD1,21 (sekitar Rp20.570) atau 1,74 persen ke level USD68,28 per barel (sekitar Rp1,16 juta).

Pelemahan tersebut membuat kedua acuan harga minyak itu menyentuh level terendah dalam lebih dari empat bulan terakhir. Analis Saxo Bank Ole Hansen menilai pasar mulai melihat proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran sebagai perkembangan yang membawa angin segar bagi pasokan energi global.

“Negosiasi yang saat ini berlangsung di Qatar dipandang berjalan positif dan hal itu membuat harga minyak terus bergerak turun,” ujar Hansen.

Ia bahkan memperkirakan tekanan terhadap harga minyak masih bisa berlanjut. “Ada peluang kita akan melihat harga yang lebih rendah lagi,” katanya.

Sentimen pasar semakin menguat setelah Trump menyampaikan bahwa hubungan Washington dengan Teheran menunjukkan perkembangan yang baik. “Kami berhubungan dengan sangat baik dengan Iran dan pertemuan-pertemuan yang baru-baru ini berlangsung di Qatar berjalan dengan baik,” kata Trump.

Pada hari yang sama, Amerika Serikat dan Iran juga menggelar pembicaraan teknis di Doha. Berdasarkan informasi dari sumber yang mengetahui langsung jalannya negosiasi serta seorang pejabat Iran, kedua negara tengah berupaya mencapai kesepakatan mengenai kelancaran pelayaran melalui Selat Hormuz sekaligus mengamankan gencatan senjata yang lebih permanen.

Meski demikian, kedua negara masih menunjukkan perbedaan pandangan mengenai makna kesepakatan sementara yang telah dicapai. Dalam sepekan terakhir, Washington dan Teheran juga masih saling melancarkan serangan militer.

Sementara itu, dari sisi fundamental pasar, stok minyak mentah Amerika Serikat kembali mengalami penurunan. Badan Informasi Energi Amerika Serikat melaporkan persediaan minyak mentah turun 3,8 juta barel menjadi 408,4 juta barel pada pekan lalu.

Jumlah tersebut menjadi level terendah sejak September 2018. Penurunan dipicu meningkatnya aktivitas kilang dalam negeri menjelang libur panjang Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli. Namun demikian, penurunan stok tersebut masih lebih kecil dibanding ekspektasi analis dalam survei Reuters yang sebelumnya memperkirakan penurunan mencapai 4,5 juta barel.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait