Market Hari Ini 28 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Dilepas Prajogo, Saham CUAN jadi Murah, Bagaimana Peluangnya?

Harga CUAN telah terkoreksi tajam setelah divestasi 1,7 miliar saham oleh Prajogo Pangestu. Apakah ini sudah menjadi titik termurah atau masih berisiko turun lebih dalam?

CUAN terkoreksi tajam usai divestasi Prajogo Pangestu. Simak analisis teknikal, peluang rebound, strategi buy on weakness, dan level stop loss.

CUAN sempat diperdagangkan di atas harga Rp800, namun kini turun ke Rp565 setelah melemah 9,60 persen. (Foto: dok CUAN)
CUAN sempat diperdagangkan di atas harga Rp800, namun kini turun ke Rp565 setelah melemah 9,60 persen. (Foto: dok CUAN)

Daftar Isi

  1. 01 Teknikal Kasih Signal Strong Sell
  2. 02 Strategi CUAN

KABARBURSA.COM - Sejak kabar divestasi sekitar 1,7 miliar saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) oleh Prajogo Pangestu mencuat, pergerakan saham CUAN memang belum mampu keluar dari tekanan. 

Harga yang sempat diperdagangkan di atas Rp800 kini telah turun ke Rp565 setelah kembali melemah 9,60 persen pada perdagangan terakhir. Koreksi tersebut membuat banyak investor mulai bertanya, apakah CUAN sudah berada di harga termurah atau justru masih berisiko melanjutkan penurunan?

Jika melihat data pergerakan sepanjang Juni, tekanan jual memang masih mendominasi. Dalam dua pekan terakhir, asing lebih banyak mencatatkan distribusi dibanding akumulasi. 

Pada 26 Juni misalnya, nilai jual asing mencapai Rp43,03 miliar, jauh lebih besar dibanding pembelian Rp28,05 miliar, sehingga membukukan net foreign sell hampir Rp15 miliar. Sehari sebelumnya, tekanan serupa juga terjadi dengan net sell Rp9,51 miliar. 

Bahkan sejak pertengahan Juni, arus dana asing lebih sering keluar dibanding masuk.

Teknikal Kasih Signal Strong Sell

Tekanan tersebut juga tercermin dari indikator teknikal. Hampir seluruh indikator utama masih memberikan sinyal strong sell. RSI berada di kisaran 33 yang menunjukkan momentum masih lemah meski mulai mendekati area jenuh jual. 

Sementara itu, MACD masih berada di zona negatif, menandakan tren turun belum sepenuhnya berakhir. Seluruh moving average, mulai dari MA5 hingga MA200, juga masih berada di atas harga saat ini sehingga belum ada konfirmasi pembalikan tren yang kuat.

Namun, CUAN tidak otomatis terus tertekan. Dalam pendekatan Elliott Wave, posisi saham ini diperkirakan sedang berada pada wave B dari wave (A). Artinya, pelemahan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari fase koreksi dan mulai mendekati area yang menarik untuk dicermati sebagai peluang akumulasi bertahap.

Strategi CUAN

Karena itu, strategi yang lebih disarankan bukan mengejar harga saat saham memantul, melainkan menerapkan buy on weakness pada kisaran Rp520-Rp550. Area tersebut diperkirakan menjadi zona support yang lebih ideal apabila tekanan jual masih berlanjut dalam jangka pendek.

Apabila area tersebut mampu bertahan, peluang rebound menuju Rp720 terbuka sebagai target awal. Jika momentum beli kembali menguat dan tekanan distribusi mulai mereda, kenaikan berpotensi berlanjut hingga Rp830. 

Namun, disiplin terhadap manajemen risiko tetap menjadi kunci. Jika harga turun di bawah Rp482, skenario rebound diperkirakan batal sehingga investor sebaiknya melakukan stop loss.

Lantas, benarkah CUAN sudah berada di harga termurah setelah divestasi Prajogo Pangestu?

Jawabannya, belum tentu. Memang, dibanding posisi sebelum aksi divestasi, harga CUAN sudah turun cukup dalam dan valuasinya menjadi jauh lebih rendah. 

Namun, dari sudut pandang teknikal, belum ada sinyal kuat bahwa tekanan jual telah selesai. Selama indikator momentum masih didominasi sinyal jual dan arus dana asing belum kembali stabil, peluang volatilitas tetap tinggi.

Dengan demikian, investor sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa CUAN telah mencapai titik terendah. Pendekatan yang lebih bijak adalah menunggu harga memasuki area akumulasi yang direkomendasikan sambil memperhatikan apakah tekanan jual mulai berkurang. 

Jika support mampu bertahan dan volume beli kembali meningkat, peluang rebound akan semakin terbuka. Sebaliknya, apabila level Rp482 ditembus, pasar masih berpotensi mencari titik keseimbangan yang lebih rendah sebelum membentuk tren naik baru.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait