Market Hari Ini 26 Jun 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Tim Editorial

CTRA Akui Presales Properti Turun 23 Persen, Akibat Kenaikan BI Rate?

Candra Ciputra selaku Direktur PT Ciputra Development Tbk menyatakan, penjualan properti pihaknya masih bergantung dari KPR

Presales PT Ciputra Development Tbk (CTRA) turun 23% di kuartal I 2026. Benarkah akibat kenaikan BI Rate ke 5,75%?

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) tanggapi dampak kenaikan BI Rate dalam kredit properti. Presales turun 23 persen. Foto: dok. CTRA
PT Ciputra Development Tbk (CTRA) tanggapi dampak kenaikan BI Rate dalam kredit properti. Presales turun 23 persen. Foto: dok. CTRA

KABARBURSA.COM - PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menanggapi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate dalam kredit kepemilikan rumah (KPR).

Diketahui, BI Rate dalam satu bulan terakhir naik 100 basis poin (bps), dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen. Kenaikan BI Rate tentu dapat memengaruhi permintaan kepemilikan rumah khususnya dari sisi bunga cicilan per bulannya.

Candra Ciputra selaku Direktur Utama PT Ciputra Development Tbk menyatakan, penjualan properti pihaknya masih bergantung dari KPR. Dalam kenaikan BI Rate sebesar 1 persen, konsumen tidak mengalami kenaikan biaya cicilan signifikan, terkecuali dari bunga cicilannya.

"Kalau kita lihat memang penjualan kita kan banyak tergantung daripada KPR. Tapi kalau kita lihat sebenarnya cicilan KPR itu tenornya 10 sampai 15 tahun, cicilannya fix tapi yang bergerak bunganya," ujarnya dalam Paparan Publik CTRA di Jakarta, Jumat 26 Juni 2026.

Canda menyebut, penjualan rumah diharapkan tetap terjaga dengan adanya insentif pemerintah berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen.

Insentif ini diberikan dalam pembelian rumah tapak dan rumah susun (apartemen) baru dengan harga jual maksimal Rp5 miliar.

Candra menilai, PPN DTP diharapkan dapat mendorong kepemilikan rumah di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang sementara ini hampir menyentuh Rp17.900 per 26 Juni 2026.

"Saya berharap dengan PPN DTP, kita akan tertolong ke depannya begitu.  Sementara memang rupiah under pressure, interest rate juga ada tendensi untuk naik. Tapi kita tetap berasa affordability (pembelian rumah) masih bisa," jelasnya.

"Karena walaupun interest rate naik 1  pun jika dibandingkan dengan cicilan itu, maka biaya perbulannya itu gak mencapai 10 persen sebenarnya dari segi cicilan. Jadi kita akan usaha terus," ungkapnya.

Terlepas dari adanya insentif, CTRA memaparkan bahwa dalam tiga bulan pertama 2026 terjadi penurunan presales properti sekitar 23 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan pasar properti sedang melemah dibanding tahun sebelumnya.

"Saya melihat ini ke arah siklus. Kita sudah booming 2022, 2023 ,2024. Sekarang siklusnya sedang turun. Kebetulan bunga sedsng naik, jadi ya selama bunga KPR naik pasti demand rumah terpengaruh," pungkas Candra.

Sebagai informasi, CTRA sejauh ini membukukan pendapatan sebesar Rp2,56 triliun pada kuartal I 2026, turun 6,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,73 triliun.

Penurunan tersebut dipengaruhi melemahnya kontribusi segmen pengembangan properti untuk dijual.

Meski demikian, fundamental bisnis CTRA masih dapat terjaga. Dalam lima tahun terakhir, pendapatan CTRA meningkat dari Rp9,73 triliun pada 2021 menjadi Rp12,62 triliun pada 2025. Sementara laba bersih tumbuh dari Rp1,74 triliun menjadi Rp2,66 triliun pada periode yang sama. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait