Market Hari Ini 28 Aug 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

BMSR Kantongi Rp600 Miliar dari Delapan Bank, Bangun Pabrik Kimia

PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk mendapat kredit sindikasi untuk proyek pembangunan pabrik kimia ini.

PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR) mendapat kredit sindikasi untuk proyek pembangunan pabrik kimia ini.

PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR) berencana melakukan pembangunan pabrik hidrogen peroksida (H₂O₂) di Banten. (Foto: Dok. Bintang Mitra)
PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR) berencana melakukan pembangunan pabrik hidrogen peroksida (H₂O₂) di Banten. (Foto: Dok. Bintang Mitra)

Daftar Isi

  1. 01 Kapasitas Pabrik 40 Ribu Ton per Tahun
  2. 02 Komitmen Ekspansi Jangka Panjang BMSR

KABARBURSA.COM – PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR) berencana melakukan pembangunan pabrik hidrogen peroksida (H₂O₂) di Banten. 

Perseroan mengumumkan telah mendapatkan fasilitas kredit sindikasi senilai Rp600 miliar dari delapan bank nasional untuk mendanai proyek tersebut.

Dalam keterbukaan informasi, BMSR menyebut pembiayaan dilakukan melalui anak usahanya, PT Hidrogen Peroxida Indonesia (HPI), yang 46 persen sahamnya dimiliki BMSR. 

Pada Selasa, 26 Agustus 2025, HPI menandatangani perjanjian perubahan kredit dengan nilai pinjaman yang meningkat dari semula Rp350 miliar menjadi Rp600 miliar.

Adapun, kredit sindikasi ini berasal dari delapan bank nasional. Masing-masing adalah PT Bank Victoria International Tbk (BVIC), PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan, PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), PT Bank Index Selindo, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), serta PT Bank Nagari.

Direktur Utama Bintang Mitra Semestaraya Hermawan mengatakan, dana hasil pinjaman tersebut akan dipakai untuk membiayai pembangunan pabrik hidrogen peroksida di Desa Mangunreja, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten. 

“Proyek ini diharapkan memperkuat rantai pasok kimia dasar di dalam negeri sekaligus mendukung substitusi impor,” ujarnya, melalui keterangan tertulis, Kamis, 28 Agustus 2025.

Kapasitas Pabrik 40 Ribu Ton per Tahun

Berdasarkan dokumen resmi, pabrik H₂O₂ tersebut dirancang dengan kapasitas produksi 20.000 metrik ton per tahun untuk konsentrasi 100 persen, dan 40.000 metrik ton per tahun untuk konsentrasi 50 persen.

Hermawan, menegaskan bahwa investasi ini berorientasi pada ketahanan industri. “Pabrik hidrogen peroksida ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor H₂O₂ yang pada 2023 mencapai sekitar 40.000 metrik ton," terangnya, menambahkan. 

Lebih lanjut, dengan adanya fasilitas baru, perseroan sekaligus memperkuat diversifikasi bisnis di bidang perdagangan bahan dan barang kimia.

Adapun, hidrogen peroksida merupakan bahan kimia penting yang banyak dipakai di industri pulp & paper, tekstil, makanan, hingga perawatan kesehatan. 

Selama ini, pasokan dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan industri sehingga ketergantungan impor masih tinggi.

Dengan kapasitas yang disiapkan, BMSR optimistis pabrik barunya mampu menggantikan sebagian besar pasokan impor. 

“Kami menargetkan produk ini dapat menjadi substitusi impor yang signifikan dan memberi nilai tambah bagi industri nasional,” ujar Hermawan.

Komitmen Ekspansi Jangka Panjang BMSR

Perseroan menegaskan pembangunan pabrik hidrogen peroksida merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas portofolio bisnis. 

Selain memperkuat posisi di perdagangan kimia, BMSR juga ingin menciptakan nilai tambah dari hilirisasi bahan baku di sektor kimia dasar.

Manajemen menilai dukungan pembiayaan sindikasi dari delapan bank menjadi bukti kepercayaan perbankan terhadap prospek proyek ini. 

Dengan kepemilikan hampir separuh saham HPI, BMSR akan memegang peran penting dalam pengembangan, manajemen, serta komersialisasi produk hidrogen peroksida di dalam negeri. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
Syahrianto
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait