Market Hari Ini 28 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Asing Mulai Kurangi Porsi, Saatnya Waspadai Saham WIIM?

Setelah hampir sepanjang Juni diborong investor asing, WIIM mulai menghadapi tekanan jual di akhir bulan. Simak analisis teknikal dan strategi sell on strength.

WIIM mulai kehilangan momentum setelah asing berbalik mencatat net sell di akhir Juni. Simak analisis teknikal dan strategi sell on strength.

Strategi WIIM adalah sell on strenght, terutama jika harga mampu menguat ke kisaran Rp1.725-1.755. (Foto: dok WIIM)
Strategi WIIM adalah sell on strenght, terutama jika harga mampu menguat ke kisaran Rp1.725-1.755. (Foto: dok WIIM)

Daftar Isi

  1. 01 Harga Terkoreksi Lebih dari Satu Persen

KABARBURSA.COM - Sepanjang Juni 2026, saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) menjadi salah satu emiten yang cukup konsisten menarik perhatian investor asing. Hampir setiap kali harga bergerak naik, aliran dana asing ikut mengalir masuk. 

Pada 9 Juni misalnya, net foreign buy mencapai Rp1,86 miliar, disusul Rp597 juta pada 10 Juni, Rp1,12 miliar pada 12 Juni, dan kembali menembus Rp1,82 miliar pada 15 Juni. 

Tren akumulasi tersebut berlanjut hingga pertengahan bulan dan menjadi salah satu faktor yang menopang kenaikan harga saham WIIM.

Namun, memasuki pekan terakhir Juni, ritmenya berubah. Meskipun asing masih sempat membukukan net buy Rp1,32 miliar pada 24 Juni dan Rp562 juta pada 25 Juni, tekanan jual mulai muncul.

Pada perdagangan 26 Juni, nilai jual asing mencapai Rp819 juta, lebih besar dibanding pembelian Rp622 juta, sehingga membukukan net foreign sell sekitar Rp197 juta. Sepertinya, euforia akumulasi mulai mereda.

Harga Terkoreksi Lebih dari Satu Persen

Perubahan sentimen tersebut juga tercermin pada pergerakan harga. Setelah sempat menguat hingga Rp1.680, WIIM ditutup melemah 1,49 persen ke level Rp1.655. Pasar mulai memilih mengamankan keuntungan setelah reli yang terjadi sepanjang Juni.

Dari sisi teknikal, kondisi ini patut dicermati. Pergerakan WIIM diperkirakan sedang berada di penghujung wave A dari wave (B). Artinya, ruang kenaikan dalam jangka pendek dinilai mulai terbatas dan saham berpotensi memasuki fase koreksi membentuk wave B sebelum menentukan arah berikutnya.

Karena itu, strategi yang lebih disarankan saat ini adalah sell on strength, terutama jika harga mampu menguat ke kisaran Rp1.725-Rp1.755. Area tersebut dipandang sebagai zona yang ideal untuk merealisasikan keuntungan, mengingat peluang terjadinya tekanan jual kembali relatif lebih besar dibanding potensi kenaikan lanjutan.

Apabila skenario koreksi tersebut terjadi, area penurunan yang patut diperhatikan berada pada kisaran Rp1.520-Rp1.575. Zona ini diperkirakan menjadi area support sekaligus titik yang lebih menarik untuk kembali mengamati peluang akumulasi apabila tekanan jual mulai mereda.

Dengan kata lain, meski akumulasi asing sepanjang Juni menjadi sinyal positif bagi prospek WIIM, perubahan arus dana di akhir bulan menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai bersikap lebih berhati-hati. 

Selama belum muncul sinyal pembalikan yang lebih kuat, pendekatan yang lebih konservatif melalui strategi sell on strength dinilai lebih sesuai dibanding mengejar kenaikan harga di level saat ini.(*)

SEO Description

 

SEO Keywords

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait