Market Hari Ini 04 Jul 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Analis Pangkas Harga MAPA, Asing Mulai Masuk

CGS International memangkas target harga MAPA akibat pelemahan rupiah dan perlambatan ekspansi. Simak pergerakan saham, kondisi orderbook, serta konsensus analis terhadap emiten ritel ini.

CGS pangkas target harga MAPA menjadi Rp750. Simak pergerakan saham, orderbook, aliran dana asing, dan konsensus analis yang masih optimistis.

CGS International memangkas target harga MAPA menjadi Rp750 per saham dari sebelumnya Rp1.010 per saham. (Foto: dok MAPA)
CGS International memangkas target harga MAPA menjadi Rp750 per saham dari sebelumnya Rp1.010 per saham. (Foto: dok MAPA)

Daftar Isi

  1. 01 Seperti Apa Pergerakan Saham MAPA?
  2. 02 Bagaimana Orderbook MAPA?
  3. 03 Analisis Konsensus

KABARBURSA.COM – Kinerja PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) sedang mendapat perhatian serius. Apalagi, CGS International Sekuritas merevisi turun proyeksi penjualan sekaligus memangkas target harga saham perseroan.

Dalam laporan riset terbarunya, CGS menurunkan estimasi penjualan MAPA untuk periode 2027-2028 sebesar 9 hingga 11 persen. Revisi tersebut dilakukan setelah perusahaan sekuritas itu menyesuaikan asumsi pembukaan gerai baru menjadi sekitar 300 gerai per tahun pada periode 2026-2028. Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang berada di kisaran 380 hingga 450 gerai per tahun.

Selain perlambatan ekspansi, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga diperkirakan akan memberikan tekanan terhadap margin laba kotor perusahaan. 

Sebagai distributor berbagai merek olahraga dan gaya hidup global, MAPA masih memiliki ketergantungan terhadap produk impor sehingga kenaikan biaya pengadaan berpotensi memengaruhi profitabilitas.

Sejalan dengan revisi proyeksi tersebut, CGS memangkas target harga MAPA menjadi Rp750 per saham dari sebelumnya Rp1.010 per saham. 

Meski target harga diturunkan cukup signifikan, rekomendasi investasi tetap dipertahankan pada level add. Artinya, saham ini masih dinilai memiliki potensi kenaikan dari posisi saat ini.

Seperti Apa Pergerakan Saham MAPA?

Lambatnya ekspansi dan jatuhnya nilai tukar rupiah, belum sepenuhnya tercermin dalam pergerakan harga MAPA. Pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026, saham MAPA ditutup di level Rp615 per saham. Sepanjang perdagangan, harga sempat bergerak menyentuh level tertinggi Rp625 dan terendah Rp610 dengan nilai transaksi sekitar Rp4,55 miliar dari volume 74,09 ribu lot.

Pergerakan yang cenderung datar tersebut terjadi di tengah aktivitas beli investor asing yang mulai kembali menguat. Data perdagangan menunjukkan nilai pembelian asing mencapai Rp3,22 miliar, sedangkan penjualan asing tercatat Rp1,73 miliar. 

Dengan demikian, investor asing membukukan pembelian bersih atau net foreign buy sekitar Rp1,49 miliar pada hari itu.

Dibandingkan hari sebelumnya, 2 Juli 2026, investor asing masih mencatat penjualan bersih sekitar Rp769,71 juta, sementara sehari sebelumnya mencapai Rp831,39 juta. Bahkan pada akhir Juni, tekanan jual asing sempat lebih besar dengan nilai net sell mencapai Rp11,63 miliar pada 29 Juni dan Rp7,42 miliar pada 26 Juni.

Masuknya kembali dana asing pada perdagangan terakhir memang belum dapat menggambarkan perubahan tren secara menyeluruh. Namun, data tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual yang sempat mendominasi mulai berkurang setelah beberapa hari berturut-turut terjadi distribusi.

Bagaimana Orderbook MAPA?

Pergerakan orderbook juga memperlihatkan kondisi yang menarik. Antrean beli terlihat terkonsentrasi pada area Rp605 dengan lebih dari 74 ribu lot. Sementara itu, pada level Rp610 tersedia sekitar 3.601 lot dan di harga Rp615 sekitar 1.971 lot.

Di sisi penawaran, antrean jual relatif lebih tipis. Pada harga Rp620 terdapat sekitar 758 lot, kemudian 3.064 lot di level Rp625 dan 2.435 lot di harga Rp630. Komposisi tersebut menunjukkan permintaan beli paling besar masih berada di area Rp605, sementara tekanan jual tersebar pada beberapa level harga di atasnya.

Meski demikian, aktivitas transaksi secara keseluruhan masih tergolong moderat. Frekuensi perdagangan tercatat 861 kali dengan volume yang belum meningkat dibandingkan periode ketika saham ini bergerak lebih aktif pada akhir Juni. 

Analisis Konsensus

Di tengah penyesuaian proyeksi tersebut, pandangan analis terhadap MAPA secara umum masih menunjukkan optimisme. Berdasarkan konsensus yang menghimpun penilaian dari 10 analis, seluruhnya masih memberikan rekomendasi buy, tanpa adanya rekomendasi hold maupun sell.

Konsensus tersebut juga menunjukkan rata-rata target harga MAPA masih berada di level Rp920 per saham. Adapun target terendah berada di Rp800, sedangkan target tertinggi mencapai Rp1.050 per saham.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait