KABARBURSA.COM – Posisi China sebagai mitra dagang utama Indonesia semakin tidak tergoyahkan. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) untuk periode Januari–Mei 2026, negara tirai bambu tersebut mencatatkan dominasi yang sangat ekstrem dalam struktur arus masuk barang (impor) nonminyak dan gas bumi (nonmigas) ke pasar domestik.
Sepanjang lima bulan pertama tahun ini, nilai impor nonmigas yang dipasok dari China menembus angka USD39,27 miliar. Nominal ini setara dengan penguasaan sebesar 41,83 persen dari total keseluruhan pasar impor nonmigas Indonesia yang bernilai USD93,88 miliar.
Pangsa pasar yang dikuasai China tersebut mencatatkan jarak yang sangat lebar jika dibandingkan dengan negara-negara pemasok utama lainnya.
Sebagai gambaran, Jepang yang berada di peringkat kedua pasokan impor nonmigas hanya berkontribusi sebesar 5,51 persen atau senilai USD5,17 miliar. Sementara itu, Australia di urutan ketiga menyumbang 5,35 persen dengan nilai USD5,02 miliar.
Ketergantungan Rantai Pasok dan Hubungan Dagang Bilateral
Besarnya porsi pasokan dari China yang mendekati separuh dari total impor nonmigas nasional ini memperlihatkan tingginya ketergantungan struktur industri dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri terhadap rantai pasok dari satu negara tujuan tunggal.
Pola interaksi perdagangan ini berjalan dua arah, mengingat China juga menduduki posisi teratas sebagai pasar tujuan ekspor nonmigas terbesar bagi Indonesia.
Sepanjang Januari–Mei 2026, nilai eksportasi nonmigas Indonesia ke China tercatat mencapai USD28,54 miliar, atau berkontribusi sebesar 25,90 persen terhadap total ekspor nonmigas nasional.
Komoditas utama yang dikirimkan ke negara tersebut meliputi besi dan baja, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar mineral.
Aktivitas pengiriman komoditas ke China tersebut bahkan mengalami peningkatan nominal terbesar di antara negara tujuan utama lainnya, yakni bertambah senilai USD4,29 miliar atau tumbuh 17,68 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Peta Pasokan Kawasan dan Perbandingan Global
Jika dibandingkan dengan cakupan wilayah regional, dominasi perdagangan China secara mandiri terbukti jauh melampaui gabungan blok ekonomi internasional lainnya.
Total pasokan impor nonmigas dari seluruh negara anggota ASEAN secara kumulatif berada di angka USD13,97 miliar atau memegang peranan 14,88 persen terhadap total impor nonmigas nasional.
Di saat yang sama, kawasan Uni Eropa (27 negara) secara keseluruhan hanya berkontribusi sebesar 6,59 persen atau dengan nilai total pasokan komoditas sebesar USD6,19 miliar ke pasar Indonesia.
Secara bulanan, pada Mei 2026 saja, nilai pasokan barang impor nonmigas dari China menyentuh USD8,48 miliar. Angka bulanan ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 15,42 persen jika dibandingkan dengan capaian impor dari China pada bulan Mei tahun lalu yang berada di level USD7,34 miliar.(*)