KABARBURSA.COM — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kenaikan inflasi Indonesia pada Juni 2026 yang mencapai 0,44 persen secara bulanan (month to month/mtm).
Sementara secara tahunan, Inflasi Indonesia hingga Juni ini mencapai 3,34 persen (yoy) dan 1,79 persen secara year to date (ytd).
Menurut Purbaya, inflasi akan turun secara perlahan seiring menurunnya harga minyak dunia yang turut memengaruhi harga komoditas. Ia juga menyebut, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax akan mengalami penurunan.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat bahwa kenaikan inflasi dipengaruhi oleh naiknya harga beberapa komoditas pangan semisal bawang merah, bawang putih, cabai, serta bensin yang berdampak pada tarif transportasi.
"Cabai dan lain-lain itu barang-barang musiman, saya harapkan sih nanti setelah harga minyak dunia kan sudah turun, pelan-pelan juga kan harga Pertamax saya yakin akan turun sesuai dengan harga minyak dunia," ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu sore, 1 Juli 2026.
Purbaya optimistis, inflasi Indonesia saat ini masih terbilang terkendali dan akan mereda dalam beberapa bulan ke depan.
"Jadi itu tekanan ke inflasi akan segera berkurang. Kita lihat core inflasinya di 2,76, kan masih relatif terkendali. Jadi itu karena harga yang fluktuatif aja minyak, BBM, dan tadi harga pangan. Mungkin itu harusnya akan hilang dalam waktu beberapa bulan ke depan karena core inflasinya masih stabil," sebutnya.
Sebagai informasi, BPS menyatakan inflasi tahunan sebesar 3,34 persen, memiliki kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,27 pada Juni 2025 menjadi 111,89 pada Juni 2026.
Inflasi tersebut terutama disumbang dari tiga kelompok pengeluaran utama masyarakat yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,36 persen, lalu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,69 persen, dan kelompok transportasi sebesar 0,55 persen.(*)