Makro 03 Jul 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Dow Jones Cetak Rekor, Saham-saham ini Berperan Angkat Wall Street

Dow Jones mencetak rekor penutupan tertinggi setelah data tenaga kerja AS melemah dari ekspektasi. Apple menguat, sementara saham semikonduktor dan Tesla menjadi pemberat Nasdaq.

Dow Jones mencetak rekor penutupan tertinggi, Apple melonjak, sementara Nasdaq melemah akibat tekanan saham semikonduktor dan Tesla.

Saham Apple melonjak 4,84 persen setelah isu bahwa perusahaan tengah menyiapkan peluncuran lima model iPhone baru. (Foto: Yahoo)
Saham Apple melonjak 4,84 persen setelah isu bahwa perusahaan tengah menyiapkan peluncuran lima model iPhone baru. (Foto: Yahoo)

Daftar Isi

  1. 01 Apa yang Mempengaruhi Pergerakan Pasar?
  2. 02 Bagaimana Kinerja Sejumlah Saham Besar?
  3. 03 Mengapa Saham Tesla Anjlok?

KABARBURSA.COM - Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) mengakhiri perdagangan pada Kamis waktu setempat atau Jumat pagi WIB, 3 Juli 2026, dengan variasi. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak lebih dari 1 persen dan mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah, sementara Nasdaq justru terkoreksi akibat tekanan pada saham-saham sektor semikonduktor.

Penguatan Dow Jones didorong respons investor terhadap laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan penciptaan lapangan kerja pada Juni. Data tersebut meredakan kekhawatiran pasar mengenai peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.

Dow Jones Industrial Average naik 594,83 poin atau 1,14 persen ke level 52.900,07. Kenaikan tersebut sekaligus memperpanjang reli indeks selama empat pekan berturut-turut, dan menjadi penguatan mingguan terpanjang sejak Oktober 2024.

Di sisi lain, indeks S&P 500 ditutup nyaris tidak berubah dengan kenaikan tipis 0,01 poin ke posisi 7.483,24. Sementara Nasdaq Composite turun 207,36 poin atau 0,80 persen menjadi 25.832,67 setelah tekanan jual melanda saham-saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor.

Meski ditutup bervariasi pada sesi terakhir perdagangan pekan ini, ketiga indeks utama Wall Street tetap mencatatkan kinerja positif secara mingguan. Dow Jones menguat sekitar 2 persen, S&P 500 naik 1,8 persen, sedangkan Nasdaq mencatat kenaikan 2,1 persen.

Apa yang Mempengaruhi Pergerakan Pasar?

Pergerakan pasar dipengaruhi laporan nonfarm payrolls. Dalam laporan ekonomi tersebut, Amerika Serikat hanya menambah 57.000 lapangan kerja sepanjang Juni. Jumlah tersebut berada jauh di bawah ekspektasi ekonom yang memperkirakan penambahan sekitar 110.000 pekerjaan.

Sementara itu, tingkat pengangguran tercatat sebesar 4,2 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi pasar sebesar 4,3 persen. Data tersebut mengakhiri rangkaian laporan ketenagakerjaan sebelumnya yang menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja relatif kuat.

Akibatnya, pelaku pasar harus menyesuaikan kembali ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September turun menjadi sekitar 55 persen, dibandingkan sekitar 64,1 persen sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

Bagaimana Kinerja Sejumlah Saham Besar?

Selain dipengaruhi data ekonomi, pergerakan Wall Street juga ditentukan oleh kinerja sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Saham Apple menjadi salah satu penopang utama Dow Jones setelah melonjak 4,84 persen. Kenaikan tersebut terjadi setelah laporan Nikkei Asia menyebut perusahaan tengah menyiapkan peluncuran lima model iPhone baru.

Selain Apple, saham McDonald's Corporation naik 4,07 persen dan Walt Disney Company menguat 3,91 persen, sehingga turut menopang penguatan indeks Dow.

Sebaliknya, tekanan datang dari sektor semikonduktor. Indeks saham semikonduktor turun 5,4 persen dan memperpanjang pelemahan selama dua hari berturut-turut. Pelemahan tersebut terjadi di tengah aksi ambil untung setelah sektor ini mencatatkan reli yang sangat kuat sepanjang tahun berjalan.

Di kelompok saham individual, Nvidia Corporation turun 1,56 persen, Cisco Systems Inc melemah 3,70 persen, sedangkan Caterpillar Inc terkoreksi 2,83 persen dan menjadi saham dengan kinerja terburuk di Dow Jones.

Pada indeks S&P 500, saham dengan kenaikan terbesar dipimpin Genuine Parts Co yang melesat 12,92 persen. Disusul Moderna Inc yang naik 10,01 persen serta Equifax Inc yang menguat 6,10 persen.

Sementara itu, saham-saham dengan penurunan terdalam di S&P 500 ditempati Teradyne Inc yang merosot 13,63 persen, KLA Corporation turun 11,51 persen, dan Corning Incorporated melemah 10,86 persen.

Di Nasdaq, saham dengan penguatan terbesar dipimpin ClearOne Inc yang melonjak 100,62 persen, CaliberCos Inc yang naik 85,96 persen, serta Big Tree Cloud Holdings Ltd yang menguat 54,17 persen.

Adapun saham dengan pelemahan terbesar di Nasdaq adalah Token Cat Ltd DRC yang turun 38,13 persen, Elicio Therapeutics Inc yang terkoreksi 37,35 persen, serta Linkhome Holdings Inc yang melemah 37,04 persen.

Mengapa Saham Tesla Anjlok?

Saham Tesla juga menjadi perhatian setelah anjlok 7,5 persen. Koreksi tersebut terjadi meskipun perusahaan melaporkan pengiriman kendaraan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi analis. Pelemahan muncul setelah saham Tesla sebelumnya telah menguat signifikan menjelang publikasi laporan pengiriman kendaraan.

Di sisi lain, saham Bending Spoons turun 11,3 persen sehari setelah perusahaan tersebut melonjak sekitar 40 persen pada hari pertama perdagangannya di Nasdaq.

Dari sisi pasar secara keseluruhan, jumlah saham yang menguat di Bursa Efek New York (NYSE) masih lebih banyak dibandingkan saham yang melemah dengan rasio 1,42 banding 1. Sebanyak 318 saham mencetak level tertinggi baru, sedangkan 111 saham menyentuh level terendah baru.

Sementara itu di Nasdaq, sebanyak 2.419 saham menguat dan 2.548 saham melemah sehingga saham yang turun sedikit lebih banyak dibandingkan saham yang naik.

Volume transaksi di Wall Street mencapai sekitar 19,92 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata volume perdagangan selama 20 hari terakhir yang berada di kisaran 23,34 miliar saham.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait