Makro 30 Jun 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

AS-Iran Kembali Bersitegang, Emas Kehilangan Kilau

Harga emas spot turun 1,5 persen menjadi USD4.025,83 per ons setelah sebelumnya turun lebih dari dua persen di awal sesi

Harga emas spot melemah 1,5% ke USD4.025,83 di tengah konflik baru AS-Iran.

Ilustrasi Emas (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)
Ilustrasi Emas (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM - Harga emas terpantau menurun pada Senin, 29 Juni 2026 setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali bersitegang.

Mengutip  Reuters, harga emas spot turun 1,5 persen menjadi USD4.025,83 per ons  setelah sebelumnya turun lebih dari dua persen di awal sesi dan mencapai level terendah dalam lebih dari tujuh bulan pekan lalu.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga mengalami penurunan sebesar 1,4 persen menjadi USD4.040,70.

Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals mengatakan saat ini pasar sedang memperhatikan berita-berita terkini dari Timur Tengah, dengan sedikit peningkatan ketegangan selama akhir pekan.

"Dan masih menyesuaikan diri dengan kecenderungan The Fed yang lebih agresif," kata  dia.

Pada hari Minggu, Iran meluncurkan rudal dan drone ke situs militer AS di Kuwait dan Bahrain, tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melenyapkan kepemimpinan Iran jika mereka gagal mematuhi ketentuan perjanjian perdamaian akhir. Harga minyak mentah Brent berjangka pun merangkak naik setelah serangan tersebut.

Meskipun emas secara tradisional dianggap sebagai aset aman, kenaikan harga energi akibat perang telah menimbulkan kekhawatiran akan inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi, akan membebani logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini.

Bank Sentral AS (Federal Reserve) atau The Fed, mempertahankan suku bunga tetap stabil bulan ini, tetapi para pembuat kebijakan memperkirakan kenaikan suku bunga di akhir tahun ini.

Para pelaku pasar kini menunggu data ketenagakerjaan ADP pada hari Rabu dan data penggajian non-pertanian AS pada hari Kamis untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai sikap kebijakan moneter The Fed.

"(Harga emas) bisa mencapai titik terendah baru jika data ketenagakerjaan masih terlihat cukup kuat, yang mendukung sikap The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama," tambah Grant.

Para pedagang memperkirakan sekitar 64 persen kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September mendatang.

Di antara logam lainnya, harga perak spot turun 1,8 persen menjadi USD58,11 per ons, platinum ditutup di level USD1.576,90 atau menyusut 2,3 persen dan palladium naik 0,8 persen ke harga USD1.218,67. (*) 

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait