KABARBURSA.COM – Saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mencatatkan pergerakan harga yang sangat fluktuatif, dengan rekor tertinggi sempat menyentuh level Rp257.875 per lembar.
Merespons dinamika valuasi premium tersebut, manajemen MLPT mengeksekusi manuver pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:25.
Di balik manuver pasar modal tersebut, MLPT diam-diam sedang merevolusi fondasi fundamentalnya.
Laporan keuangan mencatat adanya pergeseran mesin pencetak uang; pendapatan dari perangkat keras fisik mulai menyusut 7,74 persen, sementara segmen Perangkat Lunak (Software) dan Jasa Teknologi tumbuh mendominasi. Transisi ini memberikan daya ungkit margin yang luar biasa, di mana lonjakan pendapatan Software hingga 10,32 persen ternyata hanya membutuhkan tambahan beban pokok (COGS) sebesar 1,01 persen.
Dengan margin digital yang kian tebal dan dukungan lisensi kemitraan tingkat eksekutif dari raksasa teknologi global (Google, Microsoft, Nutanix, IBM), MLPT memfokuskan peta jalan bisnis 2026 pada pilar Artificial Intelligence (AI) dan infrastruktur Cloud.
Kabar bursa Investor Pro telah membedah secara komprehensif data valuasi, celah strategis aksi korporasi, hingga analisis penghematan margin dari transisi model bisnis MLPT.
Kupas tuntas analisisnya dalam edisi terbaru Insight Emiten KabarBursa Investor Pro: Mengukur Efek Stock Split MLPT di Tengah Transisi Menuju Raksasa Cloud. (*)