Pada Mei 2025, dua kebijakan besar muncul hampir bersamaan. Pemerintah menggulirkan enam insentif ekonomi untuk menjaga konsumsi, lalu menandatangani kerja sama strategis senilai USD 10 miliar dengan Tiongkok. Sekilas terlihat terpisah, tetapi di baliknya ada narasi ekonomi yang saling terhubung dan berdampak langsung pada arah pasar modal Indonesia.
Insight Edisi Juni 2025, membahas bagaimana insentif fiskal domestik yang difokuskan pada subsidi energi, bantuan langsung, dan tarif listrik, ternyata menjadi fondasi untuk menyerap investasi besar dari Tiongkok di sektor energi dan mineral. Imbasnya tidak hanya menyentuh neraca dagang dan proyek infrastruktur, tapi juga ikut menggairahkan emiten saham energi.
Dalam laporan ini, pembaca akan mendapatkan analisis menyeluruh tentang:
- Mengapa kerja sama Indonesia–Tiongkok jadi katalis penguatan saham energi.
- Emiten seperti ITMG, ADRO, PTBA, MEDC, dan PGAS yang mencatat lonjakan harga signifikan.
- Simulasi valuasi dan margin of safety saham energi pasca kerja sama bilateral.
- Potensi investasi hijau seperti PLTS, PLTB, dan regasifikasi LNG.
- Kebijakan fiskal pemerintah dan dampaknya terhadap konsumsi listrik rumah tangga.
- Kalender emiten Juni 2025, jadwal dividen, buyback, right issue, dan IPO.
- Pandangan analis sekuritas tentang proyeksi Juni 2025.
Laporan ini disusun untuk pembaca yang ingin memahami arah ekonomi dan pasar secara strategis di Juni 2025.