KABARBURSA.COM – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tengah bertransformasi jadi operator tambang penuh. Ia tak punya konsesi, tapi menguasai eksekusi. Porsi pekerjaan internal naik pesat, margin makin tebal, dan manajemen agresif belanja alat berat hingga Rp3,5 triliun. RUPST 30 Juni mendatang menjadi titik penting karena menyodorkan wacana revisi susunan direksi dan anggaran dasar, sekaligus restu atas langkah ekspansi.
Laporan ini mengupas:
- Strategi in-house execution DEWA dan efeknya ke margin dan laba bersih.
- Rencana belanja modal jumbo dan cara perusahaan menjaga arus kas.
- Potensi kontrak baru dari afiliasi konglomerat: PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Ithaca, hingga Mach Metal Australia.
- Proyeksi valuasi saham dan risiko penurunan harga batu bara.
- Data teknikal dan candlestick: sinyal kuat atau jenuh beli?
Buat investor yang ingin memahami arah transformasi DEWA, laporan ini menyajikan narasi strategis yang tak cuma membaca grafik, tapi juga menangkap pergeseran posisi dalam ekosistem tambang nasional.(*)