Insight Daily 25 Jul 2025 Penulis: KabarBursa.com

Valuasi Murah, BTPS Tawarkan Peluang Rebound Dua Digit

Mengapa Bank BTPN Syariah mencetak laba Rp644 miliar di semester I 2025?

KABARBURSA.COM – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) melaporkan laba bersih sebesar Rp644 miliar pada semester I 2025, meningkat 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laporan keuangan semesteran resmi dirilis pada Kamis, 24 Juli 2025, dan dinilai in-line dengan ekspektasi analis karena telah mencapai 47 persen dari estimasi laba setahun penuh.Ri...

Logo BTPS Syariah (Foto: Dok. BTPS Syariah)
Logo BTPS Syariah (Foto: Dok. BTPS Syariah)

Insight Navigator

  1. 01 Proyeksi BTPS dari Ciptadana Sekuritas

KABARBURSA.COM – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) melaporkan laba bersih sebesar Rp644 miliar pada semester I 2025, meningkat 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Laporan keuangan semesteran resmi dirilis pada Kamis, 24 Juli 2025, dan dinilai in-line dengan ekspektasi analis karena telah mencapai 47 persen dari estimasi laba setahun penuh.

Riset Ciptadana Sekuritas Asia mencatat bahwa pertumbuhan laba ini terutama ditopang oleh penurunan tajam beban provisi sebesar 43 persen secara tahunan, dari Rp723 miliar menjadi Rp418 miliar. 

Dengan demikian, biaya kredit (cost of credit/CoC) turun signifikan ke 8,2 persen dari sebelumnya 13,2 persen di semester I 2024

Meski terjadi penurunan pembiayaan secara tahunan sebesar 2,9 persen menjadi Rp10,14 triliun, manajemen BTPS tetap mempertahankan kualitas aset melalui penyesuaian siklus operasional, khususnya pasca musim Lebaran. 

Rasio keterlambatan pembayaran 1–30 hari hanya naik tipis ke 0,76 persen, sementara tingkat pembayaran tepat waktu meningkat dari 89 persen ke 91 persen pada kuartal II 2025.

“BTPS secara proaktif mengelola siklus musiman dengan menyiapkan tenaga cadangan, mempertahankan tingkat pergantian karyawan yang rendah, dan memastikan operasional tetap berjalan lancar,” tulis analis Erni Marsella Siahaan, CFA, dari Ciptadana Sekuritas dalam risetnya, Jumat, 25 Juli 2025.

Dalam catatan Ciptadana, BTPS juga berhasil meningkatkan disiplin dana solidaritas nasabah ke 34,1 persen dari sebelumnya 29,4 persen. Indikator ini mencerminkan ketahanan komunitas dalam menjaga kualitas angsuran kolektif, yang menjadi kunci model pembiayaan ultra mikro BTPS.

Di sisi bottom line, operating profit semester I tercatat Rp821 miliar, naik 17 persen year on year (yoy), sejalan dengan efisiensi biaya. Operating expenses hanya tumbuh 4,8 persen menjadi Rp1,15 triliun, menandakan manajemen mampu menahan laju opex di tengah tekanan NIM yang menyusut.

Secara valuasi, saham BTPS saat ini diperdagangkan pada price to earnings (PER) 8,8 kali dan price to book value (PBV) 1,1 kali untuk 2025. Target harga dinaikkan menjadi Rp1.780 per saham, mencerminkan potensi kenaikan 17,1 persen dari harga pasar saat riset dirilis (Rp1.520).

Sentimen positif lainnya datang dari rencana pembelian kembali saham (buyback) sebesar Rp927 miliar atau setara dengan sekitar 8 persen dari kapitalisasi pasar. Program ini dijadwalkan berlangsung sejak 11 Mei hingga 9 September 2025, meskipun hingga kini belum ada pelaksanaan di pasar. 

Jika buyback batal dieksekusi, manajemen membuka opsi alternatif berupa dividen interim.

Proyeksi BTPS dari Ciptadana Sekuritas

Untuk kinerja keuangan jangka menengah, Ciptadana memperkirakan BTPS akan mencetak laba bersih sebesar Rp1,326 triliun pada tahun 2025, tumbuh 24,9 persen dibandingkan 2024. Angka ini diproyeksikan terus meningkat menjadi Rp1,684 triliun pada 2026 dan Rp2,112 triliun pada 2027. 

Sementara itu, pendapatan bunga bersih (NII) juga diperkirakan naik menjadi Rp5,2 triliun pada 2025 dan menembus Rp6,46 triliun di 2027, didukung oleh efisiensi biaya dana dan perbaikan kualitas aset.

Dari sisi strategi pembiayaan, BTPS tetap menerapkan ekspansi selektif. Pembiayaan di luar Pulau Jawa kini mencapai 42 persen dari total portofolio, naik dari 38 persen tahun sebelumnya. Ciptadana menilai hal ini sebagai bagian dari upaya diversifikasi risiko dan inklusi keuangan nasional yang lebih merata.

Rasio profitabilitas perusahaan juga membaik. Return on Asset (RoA) naik menjadi 5,9 persen dari 5,2 persen, dan Return on Equity (RoE) naik ke 13,6 persen dari 12,6 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ciptadana memperkirakan RoE akan kembali menyentuh level belasan tinggi (high-teens) pada 2026 seiring membaiknya CoC secara berkelanjutan.

Secara struktural, net interest margin (NIM) menurun menjadi 23,6 persen dari sebelumnya 25,1 persen, mencerminkan efek tekanan yield dan struktur pendanaan. Namun cost to income ratio tetap terjaga di kisaran 48 persen, menunjukkan efisiensi operasional yang baik.

Untuk proyeksi ke depan, Ciptadana memperkirakan laba bersih BTPS akan mencapai Rp1,326 triliun tahun ini, naik 24,9 persen dibanding 2024. EPS diproyeksikan naik menjadi Rp172 dari Rp137 tahun lalu, dan akan terus tumbuh hingga Rp274 per saham pada 2027, seiring ekspansi pembiayaan dan efisiensi CoC.

Dalam jangka panjang, BTPS juga unggul dalam pendekatan ESG (Environmental, Social, Governance). Bank ini melayani lebih dari 6 juta nasabah ultra mikro, sebagian besar perempuan, dengan pembiayaan rata-rata Rp3 juta per nasabah. Sebanyak 96 persen dari 14.000 karyawan BTPS adalah perempuan, dengan latar belakang lulusan SMA dan mayoritas berasal dari daerah yang mereka layani.

Indikator sosial yang digunakan BTPS juga terukur, seperti peningkatan jumlah anak nasabah yang bersekolah, perbaikan kondisi sanitasi, dan penurunan emisi karbon rumah tangga. Ciptadana mencatat bahwa setengah dari tujuan bisnis BTPS adalah misi sosial, bukan semata finansial.

Dengan semua faktor ini, Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan buy atas saham BTPS, dengan potensi rerating jika buyback dieksekusi dan kualitas aset terus membaik. Namun, risiko tetap ada jika rencana buyback batal atau kualitas aset memburuk akibat faktor eksternal seperti penurunan daya beli.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya