KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) belakangan tidak berhenti pada lonjakan dan koreksi harga semata.
Berdasarkan data di platform Stockbit, pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026, saham ini bergerak di rentang 140–186 dengan harga penutupan 143, sementara harga rata-rata transaksi berada di 167. Fakta bahwa uang berpindah paling besar di area tengah, saat volatilitas mencapai 46 poin, membuat arah pergerakan berikutnya layak dicermati.
Memasuki perdagangan Senin, 5 Januari 2026, LUCK masih ramai diperbincangkan pelaku pasar. Data sebelumnya menunjukkan volume 348,5 juta saham atau 3,48 juta lot, jauh di atas rata-rata harian 42,86 juta saham. Nilai transaksi Rp58,33 miliar dengan 427 ribu frekuensi menegaskan minat belum mereda.
Kombinasi nilai dan volume itu memberi konteks penting. Lonjakan volume yang lebih dari delapan kali lipat mengindikasikan perpindahan kepemilikan dalam skala besar. Frekuensi yang padat menandakan transaksi terjadi sepanjang sesi, bukan hanya di satu momen.
Jika dirangkum, harga memang berayun lebar dari 140 hingga 186, tetapi pusat transaksi tetap terkunci di 167.
Data Bandarmology Bilang Apa?
Dari screener yang dilihat oleh Kabarbursa.com, bandar value LUCK masih berada di zona negatif sebesar (Rp28,20 miliar), dengan MA10 di (Rp28,41 miliar) dan previous value (Rp28,48 miliar). Angka ini menunjukkan bahwa secara kumulatif, jejak distribusi lama belum sepenuhnya terhapus dari statistik bandar.
Namun pada saat yang sama, rasio accumulation/distribution mencapai 13,31, mengindikasikan adanya aktivitas akumulasi selektif yang mulai bekerja pada fase terbaru.
Pembacaan ini perlu dikaitkan langsung dengan struktur orderbook perdagangan hari ini. Di sisi bid, konsentrasi antrean terbesar berada di harga 140 dengan 13.754 lot dan 73 frekuensi, disusul 141 sebanyak 9.307 lot dengan 62 frekuensi, serta 142 sebanyak 3.873 lot dengan 48 frekuensi. Total antrean beli mencapai 62.488 lot dengan 427 frekuensi, menunjukkan permintaan tersebar, bukan terkunci pada satu level tunggal.
Dari sisi offer, tekanan jual terlihat jauh lebih berat di atas harga rata-rata. Penebalan signifikan muncul di 165 sebanyak 34.008 lot dengan hanya 8 frekuensi, serta di 189 sebanyak 25.124 lot dengan 79 frekuensi, dari total offer 176.404 lot dan 598 frekuensi. Struktur ini menunjukkan suplai besar sengaja ditempatkan di area atas untuk membatasi ruang kenaikan harga.
Jika ditelaah lebih dalam, pola frekuensi memberikan petunjuk tambahan tentang karakter pelaku pasar. Di area bid bawah, banyak level menunjukkan frekuensi tinggi dengan lot relatif kecil, seperti di 141 dan 142, yang mengindikasikan antrean ritel yang aktif dan terfragmentasi. Pola ini biasanya mencerminkan minat beli luas, tetapi dengan daya dorong harga yang terbatas.
Sebaliknya, di sisi offer atas terlihat frekuensi rendah dengan lot sangat besar, terutama di level 165 dan mendekati auto rejection atas (ARA), yang menjadi ciri khas penempatan supply oleh pelaku besar atau market maker.
Siapa Saja Bandar yang Punya Supply Saham LUCK?
Jika digabungkan dari data 29 Desember, 30 Desember 2025, dan 2 Januari 2026, broker dengan akumulasi terbesar terlihat pada Mandiri Sekuritas (CC), Kiwoom Sekuritas Indonesia (AG), dan Semesta Indovest Sekuritas (MG).
CC mencatat pembelian bersih 49,7 ribu lot di 2 Januari pada harga rata-rata 137, sementara pada 30 Desember CC juga sempat muncul sebagai penjual kecil 921 lot di 125, sehingga posisi bersihnya tetap dominan di harga bawah. AG membukukan 36,6 ribu lot di harga 130 pada 2 Januari, tanpa catatan jual signifikan pada dua hari sebelumnya.
Dari sisi historis, fase awal akumulasi terlihat pada 29–30 Desember 2025 di rentang 122–125. Pada 29 Desember, Semesta Indovest Sekuritas (MG) membeli sekitar 2.000 lot di 123, lalu kembali muncul sebagai buyer di 2 Januari sebanyak 21,3 ribu lot di harga 139, membentuk rata-rata akumulasi bertahap.
JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) dan Phillip Sekuritas Indonesia (KK) juga sempat membeli di 124–125 pada 30 Desember, namun tidak muncul sebagai akumulator utama pada 2 Januari.
Jika harga LUCK pada sesi I hari ini, Senin, 5 Januari 2026, mengacu pada area 143, maka posisi akumulasi CC di 137 sudah mencatatkan kenaikan sekitar 6 poin atau 4,38 persen. Dengan estimasi 49,7 ribu lot, potensi keuntungan kertas CC berada di kisaran Rp298 juta atau sekitar Rp6 juta per poin.
Posisi AG di 130 bahkan mencatatkan selisih 13 poin atau 10 persen, dengan nilai kenaikan sekitar Rp475 juta dari total akumulasi 36,6 ribu lot.
Untuk MG, kombinasi pembelian di 123 dan 139 menghasilkan rata-rata harga yang masih berada di bawah harga pasar hari ini. Dengan asumsi posisi dominan MG berada di kisaran 135–138, maka kenaikan menuju 143 memberi ruang keuntungan sekitar 4–6 persen.
Data-data tersebut menunjukkan bahwa broker-broker utama masih berada dalam kondisi untung berjalan, bukan posisi tertekan.
Dari sisi distribusi, tidak terlihat pelepasan besar dari CC, AG, maupun MG pada 2 Januari. Broker yang dominan menjual justru berasal dari Stockbit Sekuritas Digital (XL), Phillip Sekuritas Indonesia (KK), dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) di kisaran 129–133, yang bukan merupakan akumulator utama di fase awal. Ini mengindikasikan bahwa sisa lot saham masih berada di tangan broker pembeli awal, bukan berpindah ke pasar secara luas.
Dengan struktur seperti ini, supply LUCK belum sepenuhnya dilepas. Broker yang masuk di 122–137 masih memegang posisi dengan margin aman terhadap harga hari ini. (*)