Insight Daily 23 Dec 2025 Penulis: KabarBursa.com

TINS Menguat dengan Volume Stabil, Asing Borong Saham

Penguatan juga dibarengi aktivitas akumulasi bersih oleh investor asing yang tercermin dalam data broker summary.

KABARBURSA.COM - Saham PT Timah Tbk (TINS) ditutup menguat 4,33 persen atau naik ke level Rp3.370 pada perdagangan Senin, 22 Desember 2025.Di satu sisi, penguatan harga TINS terjadi seiring dengan aktivitas volume yang relatif stabil, meski belum menunjukkan lonjakan signifikan. Penguatan juga dibarengi aktivitas akumulasi bersih oleh investor asing yang ter...

Perusahaan PT Timah Tbk. (Foto: Dok. Perusahaan)
Perusahaan PT Timah Tbk. (Foto: Dok. Perusahaan)

Insight Navigator

  1. 01 Kinerja Kuartal III 2025

KABARBURSA.COM -  Saham PT Timah Tbk (TINS) ditutup menguat 4,33 persen atau naik ke level Rp3.370 pada perdagangan Senin, 22 Desember 2025.

Mengutip data perdagangan Stockbit, saham TINS tercarat sukses melewati moving average (MA) 20 yang berada di level Rp3.259. Sementara itu, saham ini juga masih jauh bertengger di atas MA50 di harga Rp3.013.

Di satu sisi, penguatan harga TINS terjadi seiring dengan aktivitas volume yang relatif stabil, meski belum menunjukkan lonjakan signifikan. Berdasarkan data grafik perdagangan, volume transaksi TINS tercatat 38,78 juta saham. 

Penguatan juga dibarengi aktivitas akumulasi bersih oleh investor asing yang tercermin dalam data broker summary. UBS Sekuritas Indonesia mencatat pembelian terbesar dengan nilai mencapai Rp15,8 miliar atau setara 46,9 ribu lot di harga rata-rata Rp3.360. 

Aksi beli juga dilakukan oleh Mandiri Sekuritas (CC) senilai Rp9 miliar atau sebanyak 26,9 ribu lot di rentang harga Rp3.355.  Selanjutnya, ada OCBC Sekuritas Indonesia (TP) dengan pembelian Rp6,4 miliar atau 18,8 ribu lot. 

Sementara itu, broker Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) turut mengakumulasi saham TINS di harga Rp3,8 miliar di harga rata-rata Rp3.344. Tak ketinggalan, JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) juga menyerok saham ini senilai Rp3 miliar atau 8,7 ribu lot. 

Di sisi lain, tekanan jual asing terlihat relatif terbatas. Broker Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) mencatat penjualan terbesar senilai Rp3,3 miliar, disusul Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (LG) dengan nilai jual Rp3,2 miliar, serta CGS International Sekuritas Indonesia (YU) dengan Rp343,7 juta. 

Adapun, saham TINS mendapat sentimen positif dari pelaku pasar seiring dengan rekomendasi beli yang solid dari para analis. Berdasarkan data analisis di Stockbit, sebanyak 9 analis memberikan rekomendasi beli, tanpa adanya rekomendasi tahan maupun jual.

Secara valuasi, para analis mematok target harga rata-rata di level Rp3.679, lebih tinggi dibandingkan harga penutupan terakhir yang berada di level Rp3.370.  Adapun estimasi target harga tertinggi untuk saham TINS berada di Rp5.000, sementara estimasi terendah di Rp1.400.

Kinerja Kuartal III 2025

Megutip keterangan pers Perseroan, TINS membukukan pendapatan sebesar Rp6,6 triliun pada kuartal III 2025. Catatan EBITDA sebesar Rp1,5 triliun sehingga perusahaan mencetak laba bersih Rp602 miliar atau 78 persen dari target yang sudah ditentukan Perseroan yaitu Rp774 miliar.

Nilai aset Perseroan pada sembilan bulan pertama 2025 naik 7 persen menjadi Rp13,7 triliun dari Rp12,80 triliun pada akhir tahun 2024. Sedangkan posisi liabilitas  sebesar Rp6,1 triliun, naik 14 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2024 sebesar Rp5,3 triliun.

Posisi ekuitas TINS pada kuartal III 2025 sebesar Rp7,61 triliun mengalami kenaikan 2 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2024 sebesar Rp7,45 triliun. 

Adapun hingga September 2025, TINS mencatat produksi bijih timah sebesar 12.197 ton Sn atau turun 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 15.201 ton Sn.

Beberapa faktor penyebab terjadi penurunan produksi bijih timah diantaranya terdampak cuaca angin utara dan angin tenggara, kondisi cadangan tidak menerus (spotted), dan masih terjadinya aktivitas penambangan ilegal.

Sedangkan produksi logam timah turun 25 persen menjadi 10.855 metrik ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 14.440 metrik ton.

Sementara itu, sampai dengan September 2025 penjualan logam timah turun 30 persen menjadi 9.469 metrik ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 13.441 metrik ton.(*) 

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya