Insight Daily 18 Feb 2026 Penulis: KabarBursa.com

Streak Sepekan Asing di MSIN: Undervalue atau Sentimen Bursa Hong Kong?

Arus dana asing menguat lima hari, broker dominan terpetakan, kinerja 2024–9M2025 ikut dibaca pasar.

KABARBURSA.COM – PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) kembali masuk radar investor asing usai mencatat pembelian berturut-turut (streak) lima hari dengan total nilai beli bersih (net foreign buy) senilai Rp6,81 miliar. Angka tersebut melonjak dua kali lipat dibandingkan data indikator rerata pergerakan 10 hari atau moving average (MA10) sebesar Rp3,20 mil...

PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) kembali masuk radar investor asing usai mencatat pembelian berturut-turut (streak) lima hari. (Foto: Dok. MNC Digital)
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) kembali masuk radar investor asing usai mencatat pembelian berturut-turut (streak) lima hari. (Foto: Dok. MNC Digital)

Insight Navigator

  1. 01 MNC Digital Entertainment Kokoh: Pendapatan-Laba Tumbuh
  2. 02 Fundamental Jadi Daya Tarik Asing?
  3. 03 Selanjutnya, Proyeksi Gerak Saham MSIN ke Mana?

KABARBURSA.COM – PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) kembali masuk radar investor asing usai mencatat pembelian berturut-turut (streak) lima hari dengan total nilai beli bersih (net foreign buy) senilai Rp6,81 miliar. 

Angka tersebut melonjak dua kali lipat dibandingkan data indikator rerata pergerakan 10 hari atau moving average (MA10) sebesar Rp3,20 miliar, sejalan dengan foreign flow Rp1,25 triliun yang bergerak dekat dengan foreign flow MA20 Rp1,22 triliun.

Di tengah arus tersebut, pasar juga mencermati konteks dual listing MSIN ke Bursa Hong Kong yang kerap dikaitkan dengan perluasan basis investor dan akses likuiditas lintas bursa. 

Dalam praktiknya, isu dual listing biasanya membuat pelaku pasar menempatkan perhatian pada perbedaan akses perdagangan, potensi perluasan eksposur investor global, serta konsekuensi teknis seperti pemenuhan persyaratan pencatatan dan struktur saham yang relevan bagi perdagangan lintas yurisdiksi.

Berdasarkan data perdagangan terakhir, Jumat, 13 Februari 2026, saham MSIN ditutup pada level 474, naik 1,72 persen dari penutupan sebelumnya. Volume perdagangannya mengalami peningkatan menjadi 48,31 juta dari rata-rata 45,71 juta. Sementara total lot yang ditransaksikan mencapai 483,14 ribu dengan nilai Rp23 miliar.

Merujuk data yang dihimpun Kabarbursa.com, dalam jejak 9-13 Februari 2026, data harian menunjukkan akumulasi foreign buy Rp81,64 miliar dan foreign sell Rp48,01 miliar dengan total net foreign Rp33,63 miliar.

Di saat yang sama, fundamental MNC Digital Entertainment ternyata kokoh dengan capaian laba bersih Rp538 miliar hingga kuartal III 2025, dengan pendapatan Rp4,06 triliun di periode tersebut. Adapun kapitalisasi pasar atau market cap MSIN berada pada level Rp28,76 triliun.

MNC Digital Entertainment Kokoh: Pendapatan-Laba Tumbuh

Dari sisi kinerja keuangan, MSIN mencatat pendapatan Rp2,89 triliun pada periode sembilan bulan tahun 2025 (9M-2025), tumbuh 26 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, EBITDA tercatat Rp701,9 miliar dengan margin 24 persen, sementara laba bersih mencapai Rp406,3 miliar atau naik 14 persen.

Komposisi pendapatan 9M-2025 juga terpetakan cukup jelas. Segmen konten/IP & lainnya menyumbang Rp1,62 triliun atau naik 28 persen, diikuti iklan Rp906,2 miliar yang tumbuh 10 persen, serta langganan Rp584 miliar yang meningkat 19 persen. Data ini menempatkan pertumbuhan pendapatan berjalan searah dengan kenaikan laba bersih dan EBITDA pada periode yang sama.

Jika ditarik ke periode semester, pendapatan MSIN pada semester I 2025 tercatat Rp1,87 triliun, tumbuh 15 persen secara tahunan. EBITDA pada periode itu mencapai Rp520 miliar atau naik 7 persen dengan margin 28 persen, sedangkan laba bersih tercatat Rp318 miliar atau naik 4 persen. Rinciannya, konten/IP & lainnya Rp921 miliar, iklan terkait Rp684 miliar, dan langganan Rp398 miliar, masing-masing naik 4 persen, 5 persen, dan 24 persen.

Pada basis tahunan, MSIN membukukan pendapatan Rp3,47 triliun sepanjang tahun penuh 2024 (FY2024), tumbuh 18 persen year on year (yoy). EBITDA tercatat Rp760 miliar atau naik 22 persen, sedangkan laba bersih mencapai Rp399 miliar atau melonjak 51 persen.

Dalam rincian laporan keuangan, pendapatan FY2024, konten/IP/talen Rp1,724 triliun naik 10 persen, iklan digital Rp1,32 triliun turun 5 persen, dan langganan Rp715 miliar naik 44 persen.

Dokumen juga memuat metrik untuk superapp RCTI+ dan Vision+ yang mencatat pendapatan Rp1,480 triliun dan EBITDA Rp329 miliar, dengan kontribusi 43 persen terhadap pendapatan dan EBITDA.

Hingga Februari 2025, basis platform ini tercatat lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan dan 3,3 juta pelanggan berbayar.

Dari sisi valuasi, kapitalisasi pasar MSIN tercatat Rp28,76 triliun dengan enterprise value Rp28,53 triliun, jumlah saham beredar 60,68 miliar, dan free float 27,84 persen.

Fundamental Jadi Daya Tarik Asing?

Secara kronologis, konsistensi arus asing terbaca pada data harian 9–13 Februari 2026. Pada 9 Februari, foreign buy Rp8,17 miliar berhadapan dengan foreign sell Rp4,96 miliar sehingga net foreign Rp3,21 miliar.

Aliran tersebut berlanjut pada 10 Februari ketika foreign buy tercatat Rp19,81 miliar dan foreign sell Rp16,33 miliar dengan net foreign Rp3,47 miliar. Lonjakan terbesar muncul pada 11 Februari saat foreign buy mencapai Rp25,71 miliar dan foreign sell Rp11,33 miliar, sehingga net foreign menguat ke Rp14,38 miliar.

Pada 12 Februari, foreign buy berada di Rp15,70 miliar dan foreign sell Rp9,95 miliar dengan net foreign Rp5,76 miliar, lalu ditutup 13 Februari dengan foreign buy Rp12,25 miliar dan foreign sell Rp5,44 miliar sehingga net foreign kembali tercatat Rp6,81 miliar.

Jika dibaca dari broker summary foreign, pola aktivitas broker terlihat mengikuti fase kenaikan harga dan volume pada rentang 10–13 Februari 2026. Pada 10 Februari, sisi buy tercatat pada EP Rp7,1 miliar (210,8 ribu lot) avg 335, AK Rp1,4 miliar (45 ribu) avg 326, MG Rp950,4 juta (30,9 ribu) avg 308, dan BK Rp198,5 juta (5,8 ribu) avg 325.

Di sisi sell, tercatat ZP Rp5,6 miliar (175,2 ribu) avg 322, CC Rp293,7 juta (2,5 ribu) avg 335, serta AN Rp290 juta (9,5 ribu) avg 305.

Pada 11 Februari, sisi buy memuat EP Rp8,4 miliar (190,5 ribu) avg 443, AK Rp3,3 miliar (71,5 ribu) avg 441, CC Rp1,9 miliar (48,7 ribu) avg 410, dan BK Rp1,6 miliar (38 ribu) avg 424. Sisi sell hari itu mencatat ZP Rp995,4 juta (21,6 ribu) avg 456 dan YP Rp65,2 ribu (0 lot) avg 474.

Pada 12 Februari, buy tercatat EP Rp9,9 miliar (219,4 ribu) avg 450 dan MG Rp1,1 miliar (25 ribu) avg 455, sementara sell memuat CC Rp2,1 miliar (45,7 ribu) avg 459, BK Rp2,0 miliar (44,1 ribu) avg 454, FZ Rp459 juta (10 ribu) avg 459, AK Rp339,4 juta (73 ribu) avg 453, serta ZP Rp311 juta (6,8 ribu) avg 451.

Pada 13 Februari, sisi buy kembali menampilkan EP Rp5,3 miliar (112 ribu lot) avg 476, ZP Rp2,2 miliar (46,7 ribu) avg 475, AK Rp1,3 miliar (26,6 ribu) avg 476, dan MG Rp1,2 miliar (25 ribu) avg 473.

Di sisi sell, tercatat CC Rp3,0 miliar (62,5 ribu) avg 479, FZ Rp476,7 juta (10 ribu) avg 477, YP Rp49,5 juta (1 ribu) avg 478, serta HP Rp9 juta (191 lot) avg 472. Rangkaian ini berjalan bersamaan dengan net foreign harian yang tetap positif pada 10–13 Februari.

Dalam catatan sepekan itu, EP muncul sebagai pembeli paling dominan dengan total beli Rp34,70 miliar setara 866,000 ribu lot dan tidak tercatat di sisi jual pada rangkuman broker yang tampil.

Setelah EP, akumulasi beli juga terlihat pada AK yang mencatat beli Rp6,17 miliar (148,600 ribu lot) dan jual Rp0,34 miliar (73,000 ribu lot), sehingga saldo bersih transaksi menjadi Rp5,83 miliar (75,600 ribu lot).

MG mencatat beli Rp3,93 miliar (103,400 ribu lot) tanpa catatan jual pada rangkuman ini, sehingga saldo bersih transaksinya Rp3,93 miliar (103,400 ribu lot).

Di sisi lain, broker yang lebih dominan di jual dalam sepekan ini dipimpin ZP dengan jual Rp8,41 miliar (252,800 ribu lot) berhadapan dengan beli Rp2,20 miliar (46,700 ribu lot), sehingga saldo bersih transaksi menjadi Rp-6,21 miliar (-206,100 ribu lot).

CC juga tercatat lebih berat di sisi jual dengan total jual Rp5,39 miliar (110,700 ribu lot) dan beli Rp3,20 miliar (92,300 ribu lot), menghasilkan saldo bersih transaksi Rp-2,19 miliar (-18,400 ribu lot).

BK mencatat jual Rp3,50 miliar (93,400 ribu lot) dan beli Rp1,80 miliar (43,800 ribu lot), sehingga saldo bersih transaksi Rp-1,70 miliar (-49,600 ribu lot).

Selanjutnya, Proyeksi Gerak Saham MSIN ke Mana?

Pada penutupan 13 Februari 2026, MSIN berada di 474 dengan rentang harian 448–492 dan rata-rata transaksi 476. Pada papan yang sama, batas harian tercatat ARB 404 dan ARA 590, sehingga dua level itu menjadi rambu mekanik pergerakan.

Di bawah harga, patokan terdekat datang dari kombinasi rerata dan antrean bid. Posisi harga berada di atas MA5 419, MA10 376, dan MA20 412, sementara snapshot orderbook 13 Februari menampilkan bid 472 sebanyak 4.152 lot, lalu kedalaman di 466 sebanyak 4.028 lot, 460 sebanyak 3.301 lot, dan 420 sebanyak 3.187 lot.

Di atas harga, suplai antrean terlihat lebih tebal dibanding bid, karena total offer 93.636 lot (freq 467) berhadapan dengan total bid 46.383 lot (freq 290). Pada lapisan dekat harga, offer 474 tercatat 5.722 lot, dengan penumpukan lain di 492 sebanyak 7.855 lot dan 500 sebanyak 13.402 lot sebagai titik suplai terbesar yang terlihat pada snapshot 13 Februari.

Dengan struktur tersebut, MSIN berada pada fase uji di sekitar area penutupan 474 dengan batas atas intraday 492 yang sudah tersentuh pada sesi yang sama. Di bawahnya, area 472–466 menjadi referensi terdekat karena antrean bid terlihat menumpuk di 472 (4.152 lot) dan 466 (4.028 lot), disusul 460 (3.301 lot) dan 420 (3.187 lot) sebagai kedalaman berikutnya.

Sementara di atas harga, supply antrean terlihat lebih padat dibanding permintaan, tercermin dari total offer 93.636 lot (freq 467) yang lebih besar daripada total bid 46.383 lot (freq 290). Lapisan offer dekat pasar juga menahan di 474 (5.722 lot), dengan penumpukan lain di 492 (7.855 lot) dan 500 (13.402 lot) yang menjadi titik suplai terbesar pada snapshot 13 Februari. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya