Insight Daily 09 Jun 2025 Penulis: KabarBursa.com

SRAJ, Pengelola Mayapada Hospital yang Sahamnya Lagi Lari Kencang

SRAJ cetak lonjakan kas hingga Rp2,17 triliun dan harga saham naik 17 persen dalam sepekan, didorong ekspansi rumah sakit dan tren teknikal kuat.

KABARBURSA.COM - PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), emiten pengelola jaringan rumah sakit Mayapada Hospital, tengah menikmati performa ganda: kinerja keuangan yang solid dan harga saham yang terus menanjak tajam. Dalam lima hari perdagangan terakhir, saham SRAJ melaju kencang di pasar modal, dengan kenaikan lebih dari 17 persen, seiring sentimen positi...

Gedung Mayapada Hospital (Foto: Dok. Mayapada Hospital)
Gedung Mayapada Hospital (Foto: Dok. Mayapada Hospital)

Insight Navigator

  1. 01 Harga Saham SRAJ Melejit 520 Poin dalam Tiga Hari
  2. 02 Analisis Teknikal Saham SRAJ: Overbought tapi Belum Lemah

KABARBURSA.COM - PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), emiten pengelola jaringan rumah sakit Mayapada Hospital, tengah menikmati performa ganda: kinerja keuangan yang solid dan harga saham yang terus menanjak tajam. 

Dalam lima hari perdagangan terakhir, saham SRAJ melaju kencang di pasar modal, dengan kenaikan lebih dari 17 persen, seiring sentimen positif dari laporan keuangan kuartal I 2025 yang mencatat pertumbuhan kas dan aset secara signifikan.

Berdasarkan fundamentalnya, per Maret 2025, total aset SRAJ tercatat sebesar Rp7,66 triliun, naik tajam dari posisi akhir 2024 sebesar Rp5,68 triliun. Lonjakan ini dipicu oleh peningkatan signifikan pada kas dan setara kas, yang membubung menjadi Rp2,17 triliun dari hanya Rp277 miliar tiga bulan sebelumnya.

Selain itu, piutang usaha mencapai Rp446 miliar dan uang muka pembelian aset tetap meningkat menjadi Rp115 miliar, menandakan ekspansi aktif infrastruktur rumah sakit yang sedang berlangsung di bawah jaringan Mayapada Hospital.

Dari sisi operasional, SRAJ mencetak pendapatan usaha bersih Rp431,5 miliar pada kuartal I 2025, tumbuh dari Rp379,7 miliar secara tahunan. Margin laba kotor tetap terjaga sekitar 40 persen, sementara laba kotor meningkat menjadi Rp173 miliar dari Rp149 miliar. Rugi usaha berkurang menjadi Rp13,9 miliar, dibanding rugi Rp30,1 miliar tahun lalu.

Meski secara neto SRAJ masih mencatat rugi bersih sebesar Rp12,4 miliar, angka ini sudah menyempit signifikan dibanding rugi Rp25,5 miliar pada kuartal I 2024.

Di tengah perbaikan profitabilitas, nilai aset tetap perusahaan mencapai Rp4,15 triliun dan goodwill tetap di Rp237 miliar. Hal ini memperkuat indikasi bahwa akuisisi dan pengembangan rumah sakit baru masih menjadi strategi utama. Hingga saat ini, SRAJ memiliki 11 anak usaha, sebagian besar telah beroperasi aktif di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

“Kami fokus pada peningkatan akses dan kualitas layanan rumah sakit swasta modern, khususnya melalui penguatan jaringan Mayapada Hospitals di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur,” tulis manajemen dalam laporan keuangan interim perusahaan.

Harga Saham SRAJ Melejit 520 Poin dalam Tiga Hari

Sementara itu dari pasar modal, saham SRAJ melejit. Dalam lima hari perdagangan terakhir hingga 5 Juni 2025, harga saham SRAJ melonjak dari Rp3.000 menjadi Rp3.520, atau naik 17,3 persen.

Kenaikan tajam terjadi sejak 3 Juni 2025, saat saham SRAJ melonjak 6,95 persen, disusul penguatan 5,57 persen keesokan harinya, dan naik lagi 3,23 persen pada 5 Juni hingga menyentuh level tertinggi tahun ini di Rp3.520.

Volume transaksi juga meningkat tajam menjadi 1,24 juta lot, jauh di atas rata-rata hariannya di 257 ribu lot. Nilai transaksi mencapai Rp4,3 triliun, menandakan tingginya partisipasi pelaku pasar.

Data broker summary menunjukkan bahwa pelaku pasar seperti Waterfront Sekuritas Indonesia (FZ), Danasakti Sekuritas Indonesia (PF), dan Panin Sekuritas (GR) mencatatkan pembelian besar. FZ memborong saham senilai Rp634 miliar, disusul PF sebesar Rp596 miliar. 

Di sisi lain, aksi jual tertinggi berasal dari broker Wanteg Sekuritas (AN) yang melepas Rp1,1 triliun, namun mayoritas distribusi tampak diserap oleh institusi pembeli.

Analisis Teknikal Saham SRAJ: Overbought tapi Belum Lemah

Analisis teknikal terkini (7 Juni 2025) menunjukkan sinyal beli kuat. Dari 6 indikator tren utama seperti MACD, ADX, dan ROC, semuanya masih mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut.

Namun, indikator RSI menyentuh 91,6, level yang secara teknikal sudah masuk zona overbought. Demikian pula dengan Stochastic RSI, CCI, dan Williams %R yang memberi sinyal pasar mulai panas. Meski demikian, arah tren jangka pendek masih positif.

IndikatorNilaiSinyal
RSI (14)91,654Overbought
Stochastic RSI (14)100Overbought
CCI (14)292,634Overbought
MACD (12,26)140,178Buy
ADX (14)43,725Buy
Bull/Bear Power (13)608,44Buy

Semua garis moving average (MA) mulai dari MA5 hingga MA200 menyala hijau. Harga saat ini (Rp3.520) sudah melampaui seluruh rerata jangka pendek hingga panjang:

MA5 (simple): Rp3.236

MA20 (exponential): Rp3.070

MA200 (exponential): Rp2.470

Kondisi ini menandakan tren naik jangka panjang yang sangat kuat masih berlangsung dan belum ada tanda pelemahan struktural.

Di sisi lain, analisis pola candlestick juga memperkuat sinyal teknikal. Pola Three White Soldiers teridentifikasi pada 2 Juni 2025, sebuah sinyal klasik bahwa saham telah memasuki fase bullish setelah konsolidasi panjang. Disusul Three Inside Up yang muncul pada 4 Juni 2025 sebagai konfirmasi lanjutan penguatan harga.

Dari aspek teknikal, saham SRAJ berada mendekati resistance pivot R1 di Rp3.550. Jika berhasil menembusnya, potensi lanjut ke R2 di Rp3.690 terbuka lebar.

Dengan valuasi transaksi yang besar, tren teknikal yang positif, dan kinerja fundamental yang membaik, saham SRAJ tengah menjadi incaran pasar. 

Namun, investor tetap perlu mencermati level resistance dan area pivot sebagai titik pantauan, mengingat beberapa indikator telah menunjukkan kejenuhan beli (overbought). (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com