KABARBURSA.COM – Saham PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) menguat tajam pada perdagangan Jumat, 6 Maret 2026. Harga ditutup di level 580 atau naik sekitar 9,43 persen dibanding penutupan sebelumnya di 530.
Sepanjang sesi perdagangan, saham ini bergerak dalam rentang 530 hingga 590. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp13,29 miliar dengan volume sekitar 229,43 ribu lot dan frekuensi 1.383 kali.
Pergerakan tersebut terjadi ketika pasar saham domestik masih bergerak fluktuatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa sesi terakhir mengalami tekanan, sementara sejumlah saham bergerak dengan volatilitas tinggi.
Di tengah kondisi tersebut, data perdagangan menunjukkan munculnya aktivitas pembelian oleh investor asing pada saham ini. Pada sesi 6 Maret, asing mencatat pembelian sekitar Rp3,58 miliar dan penjualan sekitar Rp881 juta.
Selisih transaksi tersebut menghasilkan net foreign buy sekitar Rp2,70 miliar pada pasar reguler. Aktivitas tersebut terjadi bersamaan dengan kenaikan harga dan peningkatan volume transaksi dibanding beberapa sesi sebelumnya.
Jika ditarik dalam beberapa hari perdagangan terakhir, arus dana asing pada saham ini tercatat muncul dalam beberapa sesi berturut-turut. Data screener juga menunjukkan nilai foreign flow pada SOFA berada di kisaran Rp173,92 miliar, sedikit di atas rata-rata 20 hari yang berada di sekitar Rp167,94 miliar.
Rangkaian data tersebut memperlihatkan bahwa pergerakan saham SOFA dalam beberapa sesi terakhir tidak hanya ditandai oleh kenaikan harga, tetapi juga oleh meningkatnya aktivitas transaksi dan munculnya pembelian oleh investor asing.
Perubahan Arah Transaksi SOFA Terlihat
Struktur transaksi saham PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) dalam beberapa sesi terakhir menunjukkan perubahan status aktivitas pasar. Data perdagangan memperlihatkan adanya pergeseran dari fase distribusi menuju rangkaian sesi akumulasi yang berlangsung bertahap.
Pada 25 Februari 2026, transaksi saham ini tercatat berada dalam kategori big distribution. Nilai transaksi bersih pada sesi tersebut mencapai sekitar Rp4,7 miliar dengan volume bersih sekitar 22.990 lot pada harga rata-rata 2.053.
Perubahan mulai terlihat pada sesi perdagangan berikutnya. Pada 26 Februari 2026, status transaksi beralih menjadi big accumulation. Nilai transaksi bersih tercatat sekitar Rp5,1 miliar dengan volume sekitar 25.828 lot pada harga rata-rata 1.989.
Momentum akumulasi tersebut berlanjut pada 27 Februari. Pada hari itu aktivitas transaksi kembali berada dalam kategori accumulation dengan nilai sekitar Rp3,9 miliar dan volume bersih sekitar 19.875 lot. Harga rata-rata transaksi berada di kisaran 1.971.
Memasuki awal Maret, pola serupa masih terlihat. Pada 3 Maret 2026, transaksi kembali tercatat dalam kategori big accumulation. Nilai transaksi bersih mencapai sekitar Rp6,7 miliar dengan volume bersih sekitar 34.271 lot pada harga rata-rata 1.813.
Sehari setelahnya, 4 Maret 2026, status transaksi kembali berada dalam kategori accumulation. Nilai transaksi bersih tercatat sekitar Rp4,3 miliar dengan volume sekitar 23.901 lot pada harga rata-rata 1.722.
Rangkaian perubahan tersebut menunjukkan bahwa perpindahan saham dalam beberapa sesi terakhir terjadi secara bertahap. Aktivitas pembelian muncul lebih dominan dibanding pelepasan, sementara volume transaksi bergerak dalam kisaran yang meningkat dari sesi ke sesi.
Dalam struktur kronologis, status transaksi bergerak dari big distribution menuju big accumulation dan kemudian berlanjut pada fase accumulation. Pergantian status tersebut berlangsung bersamaan dengan perubahan harga dari area 2.000 menuju kisaran 1.700 sebelum kemudian kembali bergerak di area 500–600 pada sesi perdagangan terbaru.
Kolektor Mulai Terlihat, Peta Broker Mengarah ke Beberapa Nama
Perubahan struktur transaksi pada saham SOFA juga tercermin dari aktivitas broker yang muncul berulang kali di sisi pembelian dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Data broker summary menunjukkan bahwa transaksi saham ini tidak tersebar merata, melainkan terkonsentrasi pada sejumlah sekuritas tertentu.
Pada perdagangan 6 Maret 2026, aktivitas pembelian terbesar tercatat melalui Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. (TS) dengan nilai sekitar Rp1,7 miliar atau setara sekitar 30 ribu lot pada harga rata-rata 578. Nilai pembelian yang hampir sama juga terlihat melalui Indo Premier Sekuritas (PD) sekitar Rp1,7 miliar dengan volume sekitar 29,5 ribu lot pada harga rata-rata 580.
Selain itu, JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) tercatat membukukan pembelian sekitar Rp1,1 miliar atau sekitar 19,1 ribu lot pada harga rata-rata 575. Aktivitas pembelian lain juga terlihat melalui UBS Sekuritas Indonesia (AK) dengan nilai sekitar Rp859,6 juta atau sekitar 14,9 ribu lot pada harga rata-rata 575.
Di sisi distribusi, pelepasan terbesar pada hari yang sama tercatat melalui Philip Sekuritas Indonesia (KK) dengan nilai sekitar Rp1,7 miliar atau sekitar 29 ribu lot pada harga rata-rata 577. Aktivitas jual lain terlihat melalui Stockbit Sekuritas Digital (XL) sekitar Rp1 miliar atau sekitar 17,8 ribu lot pada harga rata-rata 576.
Selain itu, Henan Putihrai Sekuritas (HP) tercatat melepas sekitar Rp956,6 juta atau sekitar 16,5 ribu lot pada harga rata-rata 580, sementara Panin Sekuritas Tbk (GR) mencatat penjualan sekitar Rp798,1 juta dengan volume sekitar 13,8 ribu lot.
Jika ditarik dalam periode lebih panjang, pola serupa juga terlihat pada data transaksi sejak pertengahan Februari hingga awal Maret 2026. Dalam periode tersebut, sejumlah broker muncul berulang kali di sisi pembelian, di antaranya BNC Sekuritas Indonesia (GA), Indo Premier Sekuritas (PD), UBS Sekuritas Indonesia (AK), Danatama Makmur Sekuritas (DP), serta Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. (TS).
Sementara itu, pada sisi distribusi, beberapa broker yang muncul dengan nilai transaksi relatif besar antara lain Stockbit Sekuritas Digital (XL), Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP), Sucor Sekuritas (AZ), Semesta Indovest Sekuritas (MG), serta Philip Sekuritas Indonesia (KK).
Kemunculan berulang sejumlah broker tersebut menunjukkan bahwa perpindahan saham dalam beberapa sesi perdagangan terakhir cenderung terjadi di antara kelompok pelaku pasar yang sama. Aktivitas beli dan jual berlangsung dalam nilai yang relatif besar dibandingkan pelaku pasar lainnya.
SOFA di Radar Trader
Pada perdagangan Jumat, 6 Maret 2026, saham PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) ditutup di level 580 setelah sempat bergerak dalam rentang 530 hingga 590. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp13,29 miliar dengan volume sekitar 229,43 ribu lot dan frekuensi 1.383 kali.
Dari sisi antrean pasar, total bid tercatat sekitar 25.999 lot dengan frekuensi 267 kali, sementara sisi offer mencapai sekitar 46.009 lot dengan frekuensi 415 kali. Antrean bid terbesar terlihat pada harga 560 sekitar 3.910 lot, diikuti 550 sekitar 2.978 lot dan 570 sekitar 2.432 lot.
Pada sisi penawaran, antrean terbesar berada di area 600 sekitar 9.704 lot. Level berikutnya terlihat pada harga 590 sekitar 3.784 lot dan 610 sekitar 3.382 lot. Struktur antrean ini merupakan potret kedalaman pasar yang terlihat pada saat data direkam.
Jika dibandingkan dengan rata-rata pergerakan harga, posisi SOFA masih berada di atas beberapa indikator jangka pendek. Berdasarkan data perdagangan harian, harga penutupan tercatat berada di atas MA5, MA10, dan MA20 yang masing-masing berada di kisaran 548, 535, dan 512.
Dari sisi aktivitas transaksi, frekuensi perdagangan pada sesi tersebut mencapai 1.383 kali. Dengan nilai transaksi sekitar Rp13,29 miliar, rata-rata nilai transaksi per perdagangan berada di kisaran sekitar Rp9,6 juta per transaksi.
Jika Ditarik Benang Merahnya
Dalam beberapa sesi terakhir, saham PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) menunjukkan peningkatan aktivitas perdagangan yang cukup mencolok dibanding periode sebelumnya.
Harga saham bergerak dari area 530 dan sempat menyentuh 590 pada perdagangan 6 Maret 2026. Pada hari yang sama, nilai transaksi mencapai sekitar Rp13,29 miliar dengan volume sekitar 229,43 ribu lot.
Dalam periode tersebut, investor asing tercatat membukukan pembelian sekitar Rp3,58 miliar dan penjualan sekitar Rp881 juta. Selisih transaksi tersebut menghasilkan net foreign buy sekitar Rp2,70 miliar pada pasar reguler.
Pada saat yang sama, data broker summary menunjukkan aktivitas pembelian terkonsentrasi pada sejumlah sekuritas tertentu. Beberapa broker seperti TS, PD, BK, dan AK muncul di sisi pembelian dengan nilai transaksi yang relatif lebih besar dibanding pelaku pasar lainnya.
Di sisi lain, pelepasan saham terlihat melalui sejumlah broker lain seperti KK, XL, dan HP. Aktivitas jual dan beli tersebut berlangsung dalam nilai yang relatif seimbang dalam satu sesi perdagangan.
Jika dilihat secara keseluruhan, dinamika perdagangan SOFA dalam beberapa sesi terakhir memperlihatkan kombinasi peningkatan harga, aktivitas transaksi yang lebih aktif, serta kemunculan broker tertentu yang muncul berulang pada sisi pembelian. Rangkaian data tersebut menjadi bagian dari struktur perdagangan saham ini dalam periode awal Maret 2026. (*)