Insight Daily 10 Nov 2025 Penulis: KabarBursa.com

Sinyal Akumulasi-Rebound Saham MDKA ke Target Rp3.000

Investor lokal mulai aktif mengakumulasi saham MDKA. Tekanan jual asing menurun, indikator teknikal menguat.

KABARBURSA.COM – Sinyal akumulasi mulai muncul di saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) setelah investor lokal mengambil alih panggung perdagangan. Pada sesi I Senin, 10 November 2025, harga MDKA naik 1,24 persen ke Rp2.450 dengan nilai transaksi Rp52,8 miliar dari 217 ribu lot, sedikit di bawah rata-rata pekan lalu Rp54,8 miliar.Penguatan ini dibarengi me...

Saham MDKA memperlihatkan fase akumulasi dan potensi rebound menuju Rp3.000. (Foto: Dok. MDKA)
Saham MDKA memperlihatkan fase akumulasi dan potensi rebound menuju Rp3.000. (Foto: Dok. MDKA)

Insight Navigator

  1. 01 Gerak Teknikal dan Bandar dalam Saham MDKA
  2. 02 Apakah Saham MDKA ini Menarik Dibanding Kompetitor?

KABARBURSA.COM – Sinyal akumulasi mulai muncul di saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) setelah investor lokal mengambil alih panggung perdagangan. 

Pada sesi I Senin, 10 November 2025, harga MDKA naik 1,24 persen ke Rp2.450 dengan nilai transaksi Rp52,8 miliar dari 217 ribu lot, sedikit di bawah rata-rata pekan lalu Rp54,8 miliar.

Penguatan ini dibarengi menurunnya tekanan jual asing, sementara area support baru terbentuk di kisaran Rp2.340–Rp2.350. 

Broker domestik seperti Indo Premier Sekuritas (PD) dan Mandiri Sekuritas (CC) terlihat aktif mengakumulasi saham di rentang Rp2.410–Rp2.420.

Gerak Teknikal dan Bandar dalam Saham MDKA

Berdasarkan data perdagangan dari Stockbit, indikator Moving Averages (MA) saham MDKA telah menampilkan data sebagai berikut. Harga MDKA kini bergerak di atas MA5 (Rp2.374), MA10 (Rp2.349), dan MA20 (Rp2.348). Tiga rata-rata jangka pendek tersebut seluruhnya telah berbalik arah dari posisi datar dua pekan sebelumnya.

MA50 (Rp1.958) dan MA100 (Rp2.205) juga masih di bawah harga terkini.
Namun demikian, satu-satunya indikator yang masih tertahan adalah MA200 (Rp3.031), yang menjadi batas sekaligus target harga jangka menengah.

Di samping itu, data orderbook dan broker summary menunjukkan pergeseran aktivitas dari distribusi menuju akumulasi.

Indo Premier Sekuritas (PD) mencatat nilai beli Rp62,4 miliar, diikuti Mandiri Sekuritas (CC) Rp25,8 miliar, UBS Sekuritas Indonesia (AK) Rp15,1 miliar, dan Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) Rp16,9 miliar. 

Rata-rata transaksi beli berada di kisaran Rp2.410–Rp2.420.

Sementara itu, penjualan terbesar berasal dari J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) dengan nilai Rp25,7 miliar di kisaran Rp2.404.

Konsentrasi volume di rentang harga Rp2.410–Rp2.420 menunjukkan area permintaan yang aktif.

Data ini sekaligus memperlihatkan bahwa akumulasi mulai bergeser ke tangan broker lokal, sementara distribusi asing terlihat menurun dibanding pekan sebelumnya.
Pergeseran ini bertepatan dengan munculnya area support baru di Rp2.340–Rp2.350.

Selain arah rata-rata bergerak, indikator momentum mulai memperkuat sinyal penguatan.

Indeks RSI (14) naik ke level 56,5 dari 49,8 sepekan sebelumnya. Sementara indikator MACD (12,26) telah menembus garis sinyal di wilayah positif pada 118,5, berbalik dari posisi negatif akhir Oktober lalu.

Stochastic (9,6) juga bergerak di kisaran 48, naik dari 42 di pekan sebelumnya. Kombinasi indikator ini memberi sinyal bahwa momentum kenaikan mulai terbentuk dan peluang rebound menuju area psikologis Rp2.900–Rp3.000 semakin terbuka.

Dari sisi kekuatan tren, indikator ADX (14) meningkat ke 28,3 dari 25,1. ATR (14) berada di 280, turun dari 295.

Penurunan volatilitas ini menjadi tanda bahwa pasar telah membentuk basis harga baru (base formation) di area Rp2.340–Rp2.360.

Pivot utama MDKA berada di Rp2.403, dengan area support kuat Rp2.336 dan resistance awal di Rp2.486.

Dibandingkan pekan sebelumnya, batas bawah harga naik sekitar 10 poin, sementara batas atas stabil di kisaran Rp2.480–Rp2.500. Pergeseran ini menandakan kenaikan dasar harga (higher low), sebuah karakteristik awal dari fase uptrend.

Merujuk data konsensus analis, sebanyak 25 dari 27 analis memberikan rekomendasi "beli", sedangkan dua menyebutkan "tahan". Kisaran target harga berada di Rp2.500–Rp3.850, dengan rata-rata konsensus di Rp3.017 per saham. Potensi kenaikan (upside) terhadap harga pasar saat ini mencapai sekitar 23 persen.

Apakah Saham MDKA ini Menarik Dibanding Kompetitor?

Konsensus ini menempatkan MDKA di tengah kelompok saham tambang logam.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diperdagangkan di Rp1.500 dengan price to earning ratio (PER) 15,6 kali dan PBV 1,2 kali, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berada di Rp8.000 dengan PER 25 kali dan PBV 3,0 kali.

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) di sisi lain berada di Rp320 dengan PBV 0,8 kali dan DER 1,6 kali.

MDKA mencatat PBV 2,3 kali dan DER 2,0 kali, menandakan leverage yang lebih tinggi dibanding ANTM dan ARCI, namun masih di bawah AMMN.

Berdasarkan laporan keuangan terakhir, MDKA membukukan pendapatan 12 bulan terakhir (trailing twelve month/TTM) sebesar Rp32,17 triliun dengan arus kas operasi positif Rp5,18 triliun dan laba bersih tercatat negatif Rp950 miliar.

Arus kas positif di tengah rugi bersih mencerminkan masih berjalannya ekspansi proyek tambang Tujuh Bukit dan Wetar.

Dalam periode yang sama, ANTM mencatat laba bersih Rp3,3 triliun, AMMN Rp13,5 triliun, dan ARCI masih mencatat rugi Rp380 miliar.

Dari sisi valuasi, potensi kenaikan harga MDKA relatif sebanding dengan ANTM yang memiliki upside sekitar 23 persen terhadap target analis di Rp1.850, dan lebih tinggi dibanding AMMN dengan upside 6 persen terhadap target Rp8.500.

Sementara itu, harga emas dunia berada di atas USD2.400 per ons dan harga tembaga naik sekitar 3 persen sejak awal kuartal IV 2025.

Kedua komoditas ini menjadi katalis penting bagi kinerja sektor logam, termasuk MDKA yang masih mengandalkan kontribusi produksi dari tambang emas dan tembaga.

Dengan tekanan jual asing yang menurun, indikator teknikal yang menguat, serta dukungan harga komoditas global, saham MDKA berada pada fase konsolidasi menuju area Rp2.900–Rp3.000. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya