Insight Daily 18 Jun 2025 Penulis: KabarBursa.com

Saham yang Paling Banyak Dikoleksi Asing Hari ini, Nilainya Rp374 miliar

Investor asing kembali masuk pasar saham Indonesia pada 18 Juni 2025 dan memborong saham dari beberapa sektor, utamanya energi.

KABARBURSA.COM - Investor asing kembali aktif mengakumulasi sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu, 18 Juni 2025. Dari data perdagangan reguler kategori asing, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi emiten dengan nilai beli bersih asing tertinggi, mencapai Rp163,3 miliar. Volume pembelian saham ANTM oleh investor asing tercatat seban...

Layar utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menampilkan beberapa nama emiten terdaftar. (Foto: KabarBursa/Abbas Sandji)
Layar utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menampilkan beberapa nama emiten terdaftar. (Foto: KabarBursa/Abbas Sandji)

KABARBURSA.COM - Investor asing kembali aktif mengakumulasi sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu, 18 Juni 2025. 

Dari data perdagangan reguler kategori asing, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi emiten dengan nilai beli bersih asing tertinggi, mencapai Rp163,3 miliar. Volume pembelian saham ANTM oleh investor asing tercatat sebanyak 456,9 ribu lot dalam 4.820 kali transaksi. 

Saham ANTM sendiri ditutup menguat 2,31 persen ke level Rp3.550 per saham, dengan nilai transaksi harian mencapai Rp858,9 miliar dan volume perdagangan 2,43 juta lot.

Dominasi pembelian saham ANTM datang dari beberapa broker asing terkemuka. Maybank Sekuritas Indonesia (kode broker: ZP) memimpin dengan nilai beli sebesar Rp138,4 miliar, disusul CGS International Sekuritas Indonesia (YU) sebesar Rp53,9 miliar, dan Kiwoom Sekuritas Indonesia (AG) sebesar Rp24,7 miliar. 

Data broker summary juga menunjukkan bahwa investor asing mencatatkan volume beli (foreign buy) sebesar Rp385,7 miliar dan hanya menjual Rp222,4 miliar, mencerminkan akumulasi bersih yang signifikan pada saham tambang ini.

Selain ANTM, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) juga menjadi perhatian utama investor asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp74 miliar. 

Saham emiten properti ini mengalami lonjakan harga sebesar 7,88 persen dan ditutup di level Rp11.975 per saham. Selama sesi perdagangan, volume saham PANI mencapai 290,49 ribu lot dengan total nilai transaksi sebesar Rp343,3 miliar. Volume beli asing tercatat sebesar Rp89,5 miliar, sementara penjualan asing hanya Rp15,5 miliar. 

Broker yang mencatat transaksi beli terbesar atas saham PANI adalah Mandiri Sekuritas (CC) dengan nilai Rp28 miliar, UBS Sekuritas Indonesia (AK) sebesar Rp19,9 miliar, dan J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) senilai Rp15 miliar.

Di sektor telekomunikasi, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga masuk dalam lima besar saham yang paling banyak dikoleksi oleh investor asing. Nilai beli bersih mencapai Rp61,2 miliar dengan volume sebesar 220,6 ribu lot. 

Saham TLKM hanya mengalami penguatan tipis sebesar 0,36 persen ke level Rp2.770 per saham, namun aktivitas perdagangan tetap tinggi dengan total transaksi mencapai Rp196,1 miliar. Volume beli asing tercatat sebesar Rp171,5 miliar, sedangkan penjualannya mencapai Rp110,3 miliar. 

Dua broker utama yang berkontribusi besar dalam transaksi asing di saham TLKM adalah CLSA Sekuritas Indonesia (KZ) dengan nilai Rp68,6 miliar dan Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) sebesar Rp44,4 miliar.

Dari sektor energi, saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) tercatat mencatat pembelian bersih asing sebesar Rp38,1 miliar. Harga saham RATU ditutup naik 1,94 persen ke Rp7.900 per saham. Volume perdagangan mencapai 155,65 ribu lot dengan nilai transaksi Rp121,2 miliar. Investor asing membeli saham RATU senilai Rp50,8 miliar dan hanya menjual Rp12,7 miliar. 

Broker yang paling aktif dalam transaksi asing di saham ini adalah Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) dengan pembelian Rp25,1 miliar dan DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DP) sebesar Rp14 miliar.

Saham terakhir dalam lima besar akumulasi asing hari ini adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Saham BRPT ditutup naik 0,98 persen ke level Rp1.540 per saham dengan total volume perdagangan 1,18 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp181,1 miliar. Investor asing mencatatkan pembelian sebesar Rp57,5 miliar dan penjualan Rp20,3 miliar, sehingga nilai beli bersih mencapai Rp37,2 miliar. 

UBS Sekuritas Indonesia (AK) menjadi broker asing dengan pembelian terbesar senilai Rp16,2 miliar, diikuti oleh J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) sebesar Rp11,6 miliar.

Kelima saham yang paling banyak dikoleksi asing hari ini menunjukkan pola akumulasi yang selektif. Tiga dari lima emiten tersebut berasal dari sektor energi dan barang baku, yakni ANTM (logam), RATU (energi), dan BRPT (petrokimia).

Hal ini mengindikasikan ketertarikan investor asing terhadap sektor-sektor berbasis komoditas yang masih menjadi primadona dalam kondisi pasar global yang fluktuatif. 

Aksi beli di ANTM sebesar Rp163 miliar bisa dikaitkan dengan prospek permintaan nikel yang tinggi, khususnya dari sektor kendaraan listrik, dan nilai jual perusahaan yang masih dianggap kompetitif. 

Demikian juga BRPT, yang memiliki eksposur terhadap bahan baku industri petrokimia, berpotensi mendapat benefit dari naiknya permintaan global.

Sementara itu, jika dilihat dari tren sebelumnya, pada awal Juni 2025 asing sempat melakukan net sell besar-besaran di sektor teknologi dan konstruksi. Namun pada 18 Juni, mereka tampak memulai kembali akumulasi secara selektif, dengan memilih saham-saham yang telah mengalami koreksi sehat dan mulai kembali naik dengan volume kuat.

Ini bisa dibaca sebagai strategi "buy the dip" dalam jangka pendek, atau rotasi portofolio ke sektor yang lebih resilien menghadapi tekanan global seperti logam, energi, dan telekomunikasi. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya