Insight Daily 04 Jul 2025 Penulis: KabarBursa.com

Saham Krakatau Steel (KRAS) Mulai Panas

Harga saham KRAS naik 16,30 persen pada 4 Juli 2025, menarik perhatian investor setelah laporan keuangan yang solid dan ekspansi pasar yang agresif.

KABARBURSA.COM – Saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mencatatkan kenaikan signifikan pada tahun 2025, dengan pergerakan harga yang terus melonjak sejak awal tahun. Pada perdagangan 4 Juli 2025, saham KRAS melambung hingga 16,30 persen mencapai harga Rp314 per saham di perdagangan sesi I, menjadi sorotan utama di pasar modal Indonesia. Pergerakan ini...

Fasilitas yang dimiliki dan dikelola oleh Krakatau Steel (KRAS) (Foto: Dok. Krakatau Steel)
Fasilitas yang dimiliki dan dikelola oleh Krakatau Steel (KRAS) (Foto: Dok. Krakatau Steel)

Insight Navigator

  1. 01 Perjalanan Saham KRAS di Kuartal I dan Kuartal II 2025
  2. 02 Dinamika Industri Pengolahan Besi dan Baja
  3. 03 Keuangan Krakatau Steel
  4. 04 Pengaruh Makro dan Kebijakan Pemerintah dalam Industri Baja
  5. 05 Apakah Saham Krakatau Steel (KRAS) Mulai Panas?

KABARBURSA.COM – Saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mencatatkan kenaikan signifikan pada tahun 2025, dengan pergerakan harga yang terus melonjak sejak awal tahun. 

Pada perdagangan 4 Juli 2025, saham KRAS melambung hingga 16,30 persen mencapai harga Rp314 per saham di perdagangan sesi I, menjadi sorotan utama di pasar modal Indonesia. 

Pergerakan ini tidak hanya menarik perhatian investor retail, tetapi juga menunjukkan optimisme yang tumbuh di kalangan broker dan analis terkait prospek perusahaan di tengah tantangan ekonomi global.

Saham KRAS mencatatkan kenaikan signifikan pada tahun 2025, dengan pergerakan harga yang terus melonjak sejak awal tahun. Pergerakan harga yang pesat ini tentunya menarik perhatian banyak pihak, termasuk broker, investor retail, dan analisis pasar yang berusaha memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan harga saham KRAS. 

Untuk memahami lebih dalam, mari kita telusuri bagaimana saham KRAS mengalami lonjakan dan pergerakan harga yang signifikan selama kuartal I dan kuartal II 2025, serta dinamika yang terjadi di baliknya.

Analisis teknikal saham KRAS menunjukkan tren kenaikan yang signifikan sejak awal tahun 2025. Dengan harga yang melonjak hingga 16,30% pada 4 Juli 2025, saham ini menunjukkan kekuatan yang cukup besar. Berdasarkan data historis harga saham, KRAS telah mengalami penguatan lebih dari 210% di tahun 2025, menjadikannya salah satu saham yang paling menarik di sektor bahan baku.

Indikator teknikal seperti RSI (Relative Strength Index) dan MACD (Moving Average Convergence Divergence) menunjukkan sinyal positif, dengan pergerakan harga yang menunjukkan momentum bullish yang kuat. 

Level support untuk saham KRAS berada di Rp270, sementara level resistance diperkirakan akan berada di kisaran Rp320, mencerminkan potensi kenaikan lebih lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa saham KRAS memiliki potensi untuk terus menunjukkan pergerakan yang menguntungkan bagi investor dalam waktu dekat.

Perjalanan Saham KRAS di Kuartal I dan Kuartal II 2025

Saham KRAS telah menunjukkan kinerja yang memukau pada tahun 2025. Dimulai dengan lonjakan harga yang signifikan di awal tahun, saham ini telah mengalami kenaikan lebih dari 210 persen hingga kuartal II 2025, menjadikannya salah satu saham yang paling menarik di sektor bahan baku. 

Pada kuartal I 2025, saham KRAS mengalami pergerakan yang stabil, didorong oleh kinerja keuangan yang cukup positif, meskipun beberapa pabrik sempat tidak beroperasi.

Sejak saat itu, aktivitas perdagangan saham KRAS terus meningkat, mencatatkan volume perdagangan yang tinggi, dengan 4,59 juta lot diperdagangkan pada 4 Juli 2025. Sentimen positif ini dipicu oleh laporan kuartal I yang menunjukkan pendapatan sebesar Rp3,88 triliun (USD234,76 juta), serta laba bruto sebesar Rp214,59 miliar (USD12,95 juta). Hal ini memperlihatkan bahwa meskipun ada tantangan di sektor baja global, Krakatau Steel dapat terus memelihara momentum positif pada pasar saham.

Investor retail dan broker tampak optimistis, dengan banyak yang mencatatkan pembelian saham KRAS sebagai salah satu pilihan unggulan mereka.

"Kami optimis dengan kinerja Krakatau Steel ke depan, meskipun menghadapi tantangan global," kata Muhamad Akbar Djohan, Direktur Utama Krakatau Steel dalam siaran persnya.

Hal ini menunjukkan bahwa para investor mulai memandang saham ini sebagai investasi jangka panjang yang menguntungkan.

Dinamika Industri Pengolahan Besi dan Baja

Industri pengolahan besi dan baja, khususnya di Indonesia, terus menghadapi dinamika yang cukup kompleks. Krakatau Steel, sebagai pemain utama di sektor ini, tidak hanya harus berhadapan dengan tantangan harga baja global yang berfluktuasi, tetapi juga dengan kebijakan proteksionis negara besar seperti Amerika Serikat yang menaikkan tarif baja. 

Meskipun demikian, Krakatau Steel telah menunjukkan kemampuannya dalam mengatasi tantangan ini dengan memanfaatkan potensi pasar domestik dan kawasan ASEAN.

Industri baja nasional terus berkembang dengan proyeksi kebutuhan baja yang tinggi untuk mendukung berbagai proyek infrastruktur strategis nasional. 

Setia Sidarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian RI, menyatakan, industri baja adalah sektor vital untuk mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia.

“Krakatau Steel memegang peran kunci dalam memastikan ketersediaan baja berkualitas untuk proyek-proyek besar ini,” ungkap Setia.

Krakatau Steel berfokus pada peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi, dengan harapan dapat memenuhi target produksi 100 juta ton baja pada tahun 2045, sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjadikan industri baja Indonesia mandiri. 

Dalam menghadapi ketatnya persaingan global, Krakatau Steel juga memperkuat jangkauan pasar internasional, terutama di kawasan Asia Tenggara, dengan menjalin kerja sama strategis yang membuka peluang ekspansi lebih luas.

Keuangan Krakatau Steel

Pada kuartal pertama 2025, Krakatau Steel berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,88 triliun (USD234,76 juta), sebuah pencapaian positif yang memperlihatkan pemulihan yang solid setelah dampak pandemi sebelumnya.

Laba bruto tercatat sebesar Rp214,59 miliar (USD12,95 juta), dengan margin laba bruto 5,52 persen, yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menjaga efisiensi operasional meskipun ada tantangan besar dari pasar global yang mempengaruhi industri baja.

Selain itu, perusahaan berhasil menurunkan biaya usaha sebesar 11%, yang menunjukkan upaya manajemen dalam mengoptimalkan biaya dan meningkatkan produktivitas. 

Arus kas positif yang tercatat sebesar Rp1,42 triliun dari aktivitas operasional menjadi indikator kuat tentang kesehatan keuangan perusahaan yang terjaga, meskipun ada penurunan laba bersih sebesar USD148,42 juta (Rp2,4 triliun) di tahun penuh 2024 akibat beban keuangan yang tinggi.

Dari sisi lini bisnis, Krakatau Steel tidak hanya bergantung pada sektor baja, tetapi juga mengembangkan sektor infrastruktur, kepelabuhanan, logistik, dan energi, yang turut menyumbang pada kinerja keuangan positif. 

Dalam laporan tahunan 2024, meskipun ada penurunan laba bersih, perusahaan tetap optimis dengan kinerja operasional yang terjaga, menunjukkan bahwa diversifikasi bisnis perusahaan berjalan dengan baik.

Pengaruh Makro dan Kebijakan Pemerintah dalam Industri Baja

Kebijakan pemerintah Indonesia memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan industri baja nasional. Pemerintah terus memberikan insentif fiskal dan dukungan kebijakan yang berpihak pada penguatan sektor ini. 

Salah satu kebijakan penting yang telah diambil adalah pengembangan kawasan ekonomi khusus dan pemberian insentif investasi untuk memperkuat daya saing baja Indonesia.

Namun, tidak hanya kebijakan domestik yang mempengaruhi sektor ini. Tantangan global seperti kenaikan tarif baja oleh Amerika Serikat menjadi salah satu risiko besar. 

Widodo Setiadharmaji, pengamat industri baja dan pertambangan, mengungkapkan, Amerika Serikat, melalui kebijakan tarif proteksionis, dapat mempengaruhi daya saing baja Indonesia di pasar global. 

“Oleh karena itu, diversifikasi pasar dan pengembangan produk bernilai tambah menjadi strategi utama bagi Krakatau Steel untuk tetap kompetitif,” kata dia.

Kebijakan pemerintah Indonesia dalam mendukung BUMN seperti Krakatau Steel melalui BPI Danantara menjadi sangat penting untuk memperkuat ketahanan industri baja nasional.

Apakah Saham Krakatau Steel (KRAS) Mulai Panas?

Secara keseluruhan, saham Krakatau Steel (KRAS) benar-benar menunjukkan pergerakan yang “panas” di pasar saham Indonesia. 

Dengan kinerja keuangan yang terus membaik, ekspansi pasar yang agresif, dan dukungan dari kebijakan pemerintah, KRAS menjadi salah satu saham yang sangat menarik untuk investor jangka panjang. 

"Kami optimis saham KRAS akan terus menunjukkan kinerja yang kuat, seiring dengan perbaikan keuangan dan strategi pengembangan pasar global," tegas Direktur Utama Krakatau Steel.

Saham KRAS mulai panas, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga sebagai pemain utama dalam industri baja global.

Kombinasi antara kinerja keuangan yang solid, diversifikasi bisnis, dan sentimen pasar yang positif menunjukkan bahwa saham KRAS memiliki potensi untuk terus tumbuh. 

Dengan adanya pergerakan harga yang solid dan proyeksi positif untuk masa depan, tidak mengherankan jika saham ini terus menarik perhatian broker, investor retail, dan analisis pasar di pasar saham Indonesia. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya