Insight Daily 24 Jan 2026 Penulis: KabarBursa.com

Saham ASSA Sepekan Diakumulasi Asing, ke Mana Gerak Selanjutnya?

Pada perdagangan terakhir atau Jumat, 23 Januari 2026, saham ASSA ditutup menguat sebesar 1,68 persen atau naik 20 poin ke level 1.210.

KABARBURSA.COM - Saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terpantau tengah diakumulasi investor asing melalui beberapa broker pada pekan ini periode 19-23 Januari 2026.Mengutip data Stockbit, dalam lima hari perdagangan tersebut, broker CGS International Sekuritas Indonesia (YU) tercatat menjadi pihak dengan nilai pembelian terbesar mencapai Rp10,3 miliar denga...

Foto: PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)
Foto: PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)

Insight Navigator

  1. 01 Pergerakan Saham
  2. 02 Pergerakan Orderbook

KABARBURSA.COM - Saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terpantau tengah diakumulasi investor asing melalui beberapa broker pada pekan ini periode 19-23 Januari 2026.

Mengutip data Stockbit, dalam lima hari perdagangan tersebut, broker CGS International Sekuritas Indonesia (YU) tercatat menjadi pihak dengan nilai pembelian terbesar mencapai Rp10,3 miliar dengan total volume 86,5 ribu lot di harga rata-rata kisaran Rp1.186.

Selain YU, broker JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) juga mencatatkan nilai beli yang cukup signifikan yakni sekitar Rp1,5 miliar dengan volume 12,9 ribu lot. Harga rata-rata beli BK berada di kisaran Rp1.187, relatif berdekatan dengan angka pembelian YU.

Broker Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) dan OCBC Sekuritas Indonesia (TP) turut dalam daftar pembeli, meskipun dengan nilai yang lebih kecil.

ZP mencatat nilai beli sekitar Rp358 juta dengan volume 2,7 ribu lot di harga rata-rata Rp1.194. Sementara itu, TP membukukan nilai beli sekitar Rp65,8 kita dengan volume 555 lot dan harga rata-rata Rp1.187.

Broker terakhir yang menampung pembelian asing terhadap saham ASSA yakni KGI Sekuritas Indonesia (HD) dengan pembelian Rp12,3 juta atau 104 lot di harga rata-rata Rp1.182.
 

Di sisi lain, aktivitas jual masih membayangi saham ASSA pada pekan ini. Broker Mandiri Sekuritas (CC) muncul sebagai penjual dengan nilai transaksi terbesar, yakni sekitar Rp1,1 miliar dengan volume 9,6 ribu lot.

Selain CC, broker UBS Sekuritas (AK) tercatat melepas saham senilai sekitar Rp649,4 juta dengan volume 5,6 ribu lot. Broker BCA Sekuritas (SQ) juga mencatat nilai jual sekitar Rp567,6 juta dengan volume 4,7 ribu lot, disusul broker Phillip Sekuritas Indonesia (KK) yang menjual sekitar Rp294,6 juta dengan volume 2,5 ribu lot.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) dan Ina Sekuritas Indonesia (RB) juga terlihat melepas saham ASSA masing-masing sebanyak Rp18,8 juta dan Rp12 juta saham.

Rentang harga rata-rata transaksi, baik beli maupun jual, cenderung berkisar di area Rp1.180–Rp1.190. Konsentrasi transaksi pada rentang ini dapat menjadi area pengamatan tersendiri bagi pelaku pasar yang ingin membaca bagaimana keseimbangan permintaan dan penawaran terbentuk selama sepekan perdagangan tersebut.

Dengan mencermati data broker summary secara keseluruhan, pembaca dapat melihat bagaimana struktur transaksi asing di ASSA tersusun dalam periode 19–23 Januari 2026. Peran broker-broker tertentu di sisi beli dan jual, kesamaan harga rata-rata transaksi, serta distribusi volume yang relatif terkonsentrasi menjadi elemen-elemen data yang menarik untuk diamati lebih lanjut, tanpa perlu menarik kesimpulan apa pun dari angka-angka tersebut.

Pergerakan Saham

Pada perdagangan terakhir atau Jumat, 23 Januari 2026, saham ASSA ditutup menguat sebesar 1,68 persen atau naik 20 poin ke level 1.210.

Jika menilik grafik harian, rangkaian candlestick ASSA menunjukkan pola volatilitas yang cukup terjaga. Pada perdagangan awal tahun ini atau 2 Januari 2026, saham ASSA mulai menunjukkan kenaikan signifikan.

Catatan positif tersebut terjadi hingga 6 Januari 2026. Pada tanggal ini, saham ASSA ditutup sebesar 2,87 persen atau naik 35 poin ke level 1.255.

Setelah pergerakan itu, saham emiten layanan transportasi ini terlihat mulai mengalami penurunan, tepatnya pada 13 Januari 2026. Bahkan ASSA sempat menyentuh level terendah usai ditutup di harga 1.155 pada 21 Januari 2026.

Akan tetapi pada perdagangan selanjutnya, ASSA mulai bangkit dan ditutup menguat hingga 3,03 persen ke level 1.190. Hingga pada akhirnya saham ini ditutup di level 1.210 pada perdagangan terakhir.

Jika dilihat, area 1.150–1.160 terlihat beberapa kali menjadi titik reaksi harga, ditandai dengan sumbu bawah yang cukup panjang pada candle-candle sebelumnya. Sementara itu, di sisi atas, area 1.240–1.260 juga tercatat sebagai zona yang sempat menahan laju kenaikan, ditandai oleh munculnya tekanan jual yang membentuk sumbu atas panjang pada sesi-sesi sebelumnya. Rentang ini dapat menjadi referensi visual untuk membaca batas pergerakan harga dalam periode terakhir.

Perhatian menarik muncul dari posisi harga terhadap indikator Moving Average (MA). Pada grafik MA10, garis rata-rata jangka pendek berada di kisaran 1.198, sementara MA20 berada sedikit lebih rendah di sekitar 1.195.

Dengan penutupan harga di 1.210, posisi harga ASSA berada di atas kedua garis MA tersebut. Kondisi ini membuka ruang pengamatan terkait bagaimana pelaku pasar merespons area rata-rata pergerakan, terutama dalam jangka pendek dan menengah.

Dari sisi volume, histogram menunjukkan aktivitas transaksi yang relatif stabil dibandingkan lonjakan besar di sesi-sesi sebelumnya.

Pada perdagangan terakhur, volume harian tercatat berada di kisaran 9,38 juta, lebih rendah daripada volume 20 yang sebanyak 9,98 juta saham. Kondisi ini bisa dipantau apakah pergerakan harga lebih banyak didorong oleh transaksi bertahap dibandingkan dorongan volume besar dalam satu waktu.

Perbandingan antara candle hijau dan merah dalam beberapa hari terakhir juga memperlihatkan ritme pergantian yang cukup cepat. Setelah tekanan turun, harga mampu kembali bergerak naik, meskipun belum membentuk rangkaian higher high dan higher low yang konsisten. Pola ini memberi ruang observasi mengenai bagaimana keseimbangan permintaan dan penawaran terus beradaptasi di sekitar area MA10 dan MA20.

Secara keseluruhan, kombinasi pergerakan harga di atas MA jangka pendek, struktur candlestick yang masih fluktuatif, serta volume yang bergerak mendekati rata-rata memberikan gambaran teknikal yang layak untuk diamati.

Data-data tersebut bisa membuka ruang bagi investor atau trader untuk mencermati lebih dalam bagaimana ASSA bergerak dalam konteks teknikal harian.

Pergerakan Orderbook

Pada orderbook di perdagangan terakhir, Jumat, 23 Januari 2026, antrean beli terdekat terlihat berada di level 1.210 dengan jumlah relatif kecil, sekitar 160 lot, berhadapan langsung dengan antrean jual di 1.215 yang mencapai 2.270 lot.

Menariknya, antrean beli mulai menebal di level-level bawah. Pada harga 1.205, tercatat antrean beli sekitar 2.529 lot dengan frekuensi enam, disusul level 1.200 dengan 2.275 lot dan frekuensi 11. Bahkan di harga 1.195, antrean beli meningkat menjadi 3.230 lot dengan frekuensi transaksi mencapai 14 kali.

Di sisi bawahnya, antrean beli terbesar terlihat pada level 1.190 dengan jumlah mencapai 9.218 lot dan frekuensi 43. Level ini menjadi salah satu titik dengan kedalaman bid paling signifikan dalam orderbook. Setelah itu, antrean beli kembali menyebar ke level 1.185, 1.180, hingga 1.165 dengan ukuran lot yang bervariasi.

Sementara itu, sisi jual juga membentuk lapisan suplai yang cukup jelas. Di atas harga pasar, antrean jual di level 1.215 dan 1.220 masing-masing tercatat sekitar 2.460 lot dan 2.219 lot.

Pada level 1.225, jumlah antrean jual meningkat menjadi 4.496 lot, salah satu yang terbesar di sisi ask. Setelah itu, suplai tetap terjaga di level 1.230 hingga 1.250 dengan ukuran lot berkisar 1.500 hingga 2.400 lot.

Jika diperhatikan lebih jauh, antrean jual di harga yang lebih tinggi seperti 1.260 hingga 1.275 juga masih terisi, meskipun dengan ukuran lot yang lebih kecil.

Selain orderbook, data trade book dalam bentuk grafik akumulasi beli dan jual sepanjang hari juga menarik untuk dicermati. Sejak awal sesi, garis transaksi jual terlihat bergerak lebih cepat dibandingkan akumulasi beli.

Perbedaan jarak ini sempat melebar di beberapa titik waktu, menunjukkan dominasi transaksi jual dalam fase tertentu perdagangan. Namun, seiring berjalannya waktu, akumulasi beli terlihat mulai mengejar ketertinggalan.

Meski masih berada di bawah total transaksi jual, kenaikan garis beli berlangsung relatif konsisten. Pada beberapa fase, kemiringan garis beli tampak meningkat. Pola ini membuka ruang pengamatan mengenai dinamika perubahan intensitas transaksi sepanjang hari.

Menjelang akhir sesi, baik transaksi beli maupun jual sama-sama menunjukkan kenaikan, dengan total akumulasi mendekati kisaran puluhan ribu lot. Jarak antara kedua garis tetap terjaga, tanpa adanya penyempitan ekstrem ataupun pelebaran tajam di menit-menit terakhir perdagangan.

Secara keseluruhan, kombinasi data orderbook yang berlapis dan alur transaksi pada trade book memberikan gambaran detail mengenai bagaimana ASSA diperdagangkan sepanjang sesi.

Kedalaman antrean di berbagai level harga serta ritme akumulasi beli dan jual menjadi data penting yang dapat dicermati pembaca untuk memahami struktur perdagangan saham ini. (*) 
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya