Insight Daily 14 Dec 2025 Penulis: KabarBursa.com

Saham ASII Diserbu Asing, Sinyal Teknikal Masih Terjaga

Secara teknikal, pergerakan saham ASII masih konsisten di atas Moving Average 50 (MA50) di level Rp6.307.

KABARBURSA.COM - Saham PT. Astra International Tbk (ASII) menunjukkan kinerja positif pada perdagangan Jumat, 12 Desember 2025 usai ditutup menguat 2,33 persen ke level Rp6.600.Secara teknikal, pergerakan saham ASII masih konsisten di atas Moving Average 50 (MA50) di level Rp6.307. Adapun pada sembilan bulan pertama 2025, Astra International mencatat pendapa...

Gedung Astra (Foto: Dok. Astra International)
Gedung Astra (Foto: Dok. Astra International)

Insight Navigator

  1. 01 Pergerakan Saham
  2. 02 Kinerja Kuartal III 2025

KABARBURSA.COM - Saham PT. Astra International Tbk (ASII)  menunjukkan kinerja positif pada perdagangan Jumat, 12 Desember 2025 usai ditutup menguat 2,33 persen ke level Rp6.600.

Penguatan saham ASII  tidak lepas dari akumulasi investor asing melalui beberapa broker pada pekan ini. Mengutip data Stockbit, Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) menjadi dengan pembelian jumbo sebesar Rp45,3 miliar atau 69,1 ribu lot di harga rata-rata Rp6.558.

Di posisi kedua terdapat UBS Sekuritas Indonesia (AK) dengan pembelian 41 ribu lot saham senilai Rp26,8 miliar di tentang harga Rp6.539.

Ada juga broker CLSA Sekuritas Indonesia (KZ)  yang membeli saham emiten otomotif ini sebesar Rp14,7 miliar atau 22,5 ribu lot di harga rata-rata Rp6.539.

Dua broker lainnya yang membeli saham ASII dengan harga jumbo yakni CGS International Sekuritas Indonesia (YU) dan Mandiri Sekuritas (CC) masing-masing sebesar Rp7,5 miliar dan Rp1,3 miliar. 
 

Sebenarnya, akumulasi ASII sudah terpantau sejak dia pekan terakhir periode 1-12 Desember 2025. Dalam periode ini, AK menjadi broker dengan pembelian besar Rp893,6 miliar, diikuti ZP senilai Rp135,3 miliar, dan CC sebesar Rp65,7 miliar.

Pergerakan Saham

Secara teknikal, pergerakan saham ASII masih konsisten di atas Moving Average 50 (MA50) di level Rp6.307. Bahkan, saham ini baru saja menembus MA20 yang bertengger di kisaran Rp6.540 pada perdagangan Jumat, 12 Desember 2025.

Jika dilihat, saham ASII juga masih mengalami sinyal uptrend sejak 2 Juli 2025 yang saat itu ditutup di level Rp4.540. Penguatan berlanjut  setelah reli signifikan di area 4.600–4.800, dengan pola higher high dan higher low yang tetap terjaga.

Adapun secara mingguan saham, ASII masih terkoreksi 1,49 persen dengan pergerakan harga di kisaran 6.350–6.825.Dari sisi performa jangka menengah ASII menunjukkan kinerja positif.

Dalam periode satu bulan, saham ini menguat 3,53 persen, sementara dalam tiga bulan mencatat kenaikan signifikan sebesar 16,30 persen. .

Penguatan yang lebih kuat terlihat pada horizon enam bulan dengan lonjakan 44,42 persen. Sementara secara year to date (ytd), ASII telah naik 34,69 persen sejalan dengan performa tahunan yang juga solid dengan kenaikan 28,78 persen dalam satu tahun terakhir.

Sedangkan  dalam jangka panjang, saham ASII masih membukukan kenaikan 13,30 persen dalam tiga tahun, 16,30 persen dalam lima tahun, dan 11,86 persen dalam sepuluh tahun.

ASII sendiri masih mendapat sentimen positif dari kalangan analis. Berdasarkan data konsensus di Stockbit, dari total 35 analis yang memberikan rekomendasi, sebanyak 26 analis merekomendasikan beli, sementara 9 analis menyarankan tahan, dan tidak ada rekomendasi jual.

Optimisme analis tersebut tercermin dari target harga rata-rata ASII di level Rp6.842, lebih tinggi dibandingkan harga saham saat ini yang berada di Rp6.600.

Adapun estimasi target harga analis menunjukkan rentang yang cukup lebar, dengan target tertinggi mencapai Rp8.000 dan target terendah di Rp5.850.

Kinerja Kuartal III 2025

Pada sembilan bulan pertama 2025, Astra International mencatat pendapatan sebesar Rp80,7 triliun atau menurun 6,5 persen secara year on year (yoy).

Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp24,47 triliun. Angka ini juga menyusut sekitar 5,34 persen secara yoy.

Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro mengatakan laba Grup selama sembilan bulan pertama tahun 2025 mengalami penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah.

Ia menambahkan kontribusi yang solid dari bisnis-bisnis lainnya turut mendukung resiliensi kinerja Grup, dan kami perkirakan kinerja tahun 2025 masih akan sejalan dengan tren kinerja Grup saat ini.

"Kami tetap fokus untuk menjaga disiplin keuangan dan keunggulan operasional, serta memanfaatkan kekuatan neraca keuangan kami untuk menangkap peluang pertumbuhan dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.” ujar dia dalam keterangannya pada 31 Oktober 2025.

Manajemen Astra, dalam laporannya menyampaikan kinerja secara keseluruhan terpengaruh oleh harga batu bara yang lebih rendah, yang sebagian diimbangi oleh kontribusi yang lebih tinggi dari bisnis pertambangan emas, jasa keuangan, agribisnis dan infrastruktur, sementara kinerja otomotif stabil.

Disebutkan, pangsa pasar sepeda motor resilien di tengah pasar yang relatif stabil, sementara pangsa pasar mobil lebih rendah di tengah pasar yang melemah, mencerminkan menurunnya daya beli pada segmen entry-level. (*) 




 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya