KABARBURSA.COM - Saham PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM) pada Rabu, 24 Desember 2025 menunjukkan akumulasi investor asing dari beberapa broker.
Perlu diketahui, pada perdagangan terakhir, 24 Desember 2025, saham ANTM ditutup menguat ke level Rp3.220 atau 0,94 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Mengutip data Stockbit, broker UBS Sekuritas Indonesia (AK) menjadi pembeli terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp161,2 miliar atau 496,6 ribu lot di harga rata-rata Rp3.246.
Di posisi kedua ada broker Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) dengan pembelian Rp52,6 miliar atau sebanyak 162,8 ribu lot di rentang harga Rp3.233.
Sementara itu, broker Samuel Sekuritas Indonesia (IF) turut melakukan akumulasi sebesar Rp28,9 miliar (90 ribu lot) di harga rata-rata Rp3.216.
Aktivitas beli juga dilakukan oleh BNI Sekuritas (NI) senilai Rp16,1 miliar sebanyak 50 ribu lot dan JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) sebesar Rp1,6 miliar dengan jumlah 5 ribu lot.
Tiga broker lainnya yakni Kiwoom Sekuritas Indonesia (AG), Henan Putihrai Sekuritas (HP), dan UOB Kay Hian Sekuritas (AI) juga menyerok saham ANTM dengan jumlah yang lebih kecil masing-masing Rp621 juta (1,9 ribu lot), Rp35,1 juta (110 lot), dan Rp3,9 juta (12 lot).
Berbicara teknikal, pergerakan saham ANTM menunjukkan sinyal penguatan yang masih terjaga seiring harga yang konsisten bertahan di atas moving average (MA) 20 dan MA50.
Berdasarkan grafik perdagangan, MA20 ANTM terpantau berada di kisaran Rp3.009, sementara MA50 berada di area Rp3.043. Dari sisi aktivitas transaksi, penguatan ANTM turut didukung oleh lonjakan volume perdagangan pada perdagangan terakhir.
Volume tercatat mencapai sekitar 219,9 juta saham, jauh di atas rata-rata volume 20 hari terakhir yang berada di kisaran 126,4 juta saham.
Konsensus analis terhadap saham ANTM menunjukkan pandangan yang masih optimistis. Berdasarkan data analisis di Stockbit, mayoritas analis memberikan rekomendasi beli terhadap saham emiten pertambangan pelat merah tersebut.
Dari total 28 analis yang memberikan penilaian, sebanyak 21 analis merekomendasikan beli, sementara 6 analis menyarankan tahan, dan hanya 1 analis yang memberikan rekomendasi jual.
Sejalan dengan rekomendasi tersebut, target harga rata-rata analis untuk saham ANTM berada di level Rp3.740 per saham. Dengan posisi harga saham saat ini di kisaran Rp3.220, target tersebut mencerminkan potensi kenaikan (upside) yang masih terbuka.
Adapun, estimasi target harga tertinggi yang diberikan analis mencapai Rp5.600 per saham, sementara estimasi terendah berada di level Rp2.500.
Di sisi lain, ANTM mencatatkan kinerja harga yang solid di berbagai rentang waktu perdagangan dengan menunjukkan tren penguatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Dalam periode satu pekan, saham ini naik sebesar 4,89 persen. Secara bulanan, kinerja ANTM terpantau lebih kuat dengan catatan naik 7,33 persen.
Sementara itu, pada periode 3 bulan, ANTM masih membukukan kenaikan tipis sebesar 0,31 persen. Untuk jangka menengah, performa saham ANTM tetap positif. Dalam periode 6 bulan, harga saham tercatat menguat 9,52 persen.
Kinerja paling menonjol terlihat pada periode panjang. Secara year to date (YTD), saham ANTM melonjak 111,15 persen, dari level sekitar Rp1.355 hingga mendekati Rp3.930. Capaian yang sama juga tercermin dalam kinerja satu tahun, yang menunjukkan penguatan identik sebesar 111,15 persen. (*)