KABARBURSA.COM – Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) diperdagangkan di level 1.650 pada sesi perdagangan pagi, Kamis, 5 Maret 2026, atau menguat tipis 0,61 persen dibanding penutupan sebelumnya di 1.640.
Sepanjang awal sesi, harga sempat bergerak dalam rentang 1.645 hingga 1.695 dengan nilai transaksi sekitar Rp25,8 miliar dan volume 154,39 ribu lot.
Pergerakan tersebut terjadi ketika pasar saham domestik berada dalam tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami gejolak tajam dalam beberapa sesi terakhir, sementara sejumlah saham kapitalisasi besar bergerak fluktuatif.
Di tengah kondisi tersebut, data perdagangan menunjukkan arus dana asing masih mengalir ke BRPT. Dalam periode yang sama, harga BRPT bergerak turun dari 1.990 pada 27 Februari menjadi 1.640 pada 4 Maret. Namun data perdagangan menunjukkan investor asing tetap mencatat pembelian bersih dalam beberapa sesi berturut-turut.
Jika ditarik dari pergerakan harian, pembelian bersih asing tercatat berlangsung konsisten dalam beberapa sesi terakhir. Pada 26 Februari, asing mencatat net buy Rp10,39 miliar, kemudian Rp13,84 miliar pada 27 Februari, Rp5,81 miliar pada 2 Maret, Rp34,38 miliar pada 3 Maret, dan meningkat menjadi Rp72,16 miliar pada 4 Maret.
Akumulasi tersebut terjadi bersamaan dengan perubahan harga yang relatif tajam. Dalam rentang lima sesi perdagangan, harga BRPT bergerak dari 1.990 pada 27 Februari hingga sempat turun ke 1.640 pada 4 Maret sebelum kembali bergerak di area 1.650 pada perdagangan berikutnya.
Sementara itu, indikator penyaring arus dana asing juga mencatat pergerakan yang lebih besar. Nilai foreign flow pada saham ini tercatat sekitar Rp2,17 triliun, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata 20 hari yang berada di kisaran Rp2,10 triliun.
| Tanggal | Harga Close | Nilai Transaksi | Net Foreign |
|---|---|---|---|
| 27 Feb | 1.990 | Rp164,61B | +13,84B |
| 2 Mar | 1.810 | Rp172,51B | +5,81B |
| 3 Mar | 1.780 | Rp134,09B | +34,38B |
| 4 Mar | 1.640 | Rp230,63B | +72,16B |
Dalam lima sesi terakhir, harga BRPT turun dari 1.990 ke 1.640. Namun dalam periode yang sama, investor asing tetap mencatat pembelian bersih dalam beberapa sesi berturut-turut.
Menariknya, lonjakan aktivitas transaksi justru terjadi ketika harga BRPT bergerak turun ke area 1.600-an. Pada 4 Maret, saat harga ditutup di 1.640, nilai transaksi mencapai Rp230,63 miliar dengan net foreign buy Rp72,16 miliar, menjadi yang terbesar dalam rangkaian lima sesi perdagangan tersebut.
Jejak Akumulasi Broker dalam Enam Sesi Perdagangan BRPT
Struktur transaksi BRPT dalam beberapa sesi terakhir memperlihatkan perubahan status yang cukup jelas dari sisi aktivitas broker. Dalam periode enam hari perdagangan, pola yang muncul bergerak dari fase distribution menuju serangkaian sesi accumulation yang berlangsung bertahap.
Pada 25 Februari, saham ini tercatat berada dalam fase big distribution. Nilai transaksi bersih mencapai sekitar Rp17,5 miliar dengan volume bersih 86.325 lot. Pada sesi tersebut, aktivitas jual terlihat lebih dominan dengan rata-rata harga transaksi berada di kisaran 2.023.
Sehari setelahnya, 26 Februari, status transaksi berubah menjadi big accumulation. Volume bersih tercatat sekitar 101.623 lot dengan nilai transaksi Rp20,1 miliar pada harga rata-rata 1.982. Pergeseran status ini menandai mulai munculnya aktivitas pembelian yang lebih kuat dibanding sesi sebelumnya.
Pergerakan serupa berlanjut pada 27 Februari. Pada sesi ini transaksi kembali berada dalam kategori accumulation dengan nilai sekitar Rp52,9 miliar dan volume bersih 267.994 lot. Harga rata-rata transaksi berada di sekitar 1.972, menunjukkan perpindahan saham dalam jumlah besar pada rentang harga tersebut.
Memasuki 2 Maret, aktivitas perdagangan tercatat dalam kategori normal accumulation. Nilai transaksi bersih mencapai Rp24,2 miliar dengan volume sekitar 132.379 lot. Harga rata-rata transaksi berada di kisaran 1.825.
Momentum akumulasi kemudian meningkat pada dua sesi berikutnya. Pada 3 Maret, transaksi kembali tercatat dalam status big accumulation dengan nilai Rp35,1 miliar dan volume bersih 194.035 lot pada harga rata-rata 1.808. Sehari setelahnya, 4 Maret, status yang sama kembali muncul dengan nilai transaksi sekitar Rp73,4 miliar dan volume bersih 452.994 lot pada harga rata-rata 1.620.
Jika disusun kronologis, urutan transaksi dalam enam sesi tersebut memperlihatkan perubahan dari big distribution pada 25 Februari menuju rangkaian big accumulation dalam beberapa sesi berikutnya. Pergantian status ini terjadi bersamaan dengan perubahan harga dari area 2.000 menuju kisaran 1.600.
Lonjakan aktivitas perdagangan juga terlihat pada 4 Maret. Pada hari tersebut nilai transaksi mencapai Rp230,63 miliar dengan volume sekitar 1,40 juta lot, menjadi yang terbesar dalam rangkaian lima sesi perdagangan yang dianalisis.
Kolektor BRPT Mulai Terlihat dalam Peta Broker
Dalam beberapa sesi terakhir, satu nama broker terlihat muncul berulang kali pada sisi pembelian, yakni Maybank Sekuritas Indonesia (ZP). Broker ini tercatat melakukan transaksi beli dalam sejumlah sesi akumulasi dengan nilai yang relatif konsisten dibanding broker lain.
Selain ZP, UBS Sekuritas Indonesia (AK), Mandiri Sekuritas (CC), dan JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) adalah pemborong lain saham BRPT.
Keempat broker tersebut tercatat muncul dalam beberapa sesi akumulasi dengan nilai transaksi yang relatif besar dibanding pelaku pasar lainnya.
Pada 26 Februari, pembelian terbesar tercatat melalui ZP dengan nilai sekitar Rp11,1 miliar atau setara 55,9 ribu lot pada harga rata-rata 1.984. Aktivitas pembelian pada hari yang sama juga terlihat melalui CGS International Sekuritas Indonesia (YU) sekitar Rp5,5 miliar. Di sisi distribusi, salah satu pelepasan terbesar pada sesi tersebut tercatat melalui BK dengan nilai sekitar Rp9 miliar.
Sehari setelahnya, 27 Februari, konsentrasi transaksi terlihat lebih besar. ZP kembali muncul sebagai pembeli utama dengan nilai sekitar Rp25,1 miliar atau sekitar 127,5 ribu lot pada harga rata-rata 1.974. Pembelian lain pada hari itu tercatat melalui BK sekitar Rp11,8 miliar serta CC sekitar Rp11,5 miliar. Pada saat yang sama, pelepasan saham terbesar terlihat melalui YU.
Pada sesi 2 Maret, aktivitas pembelian terbesar tercatat melalui AK dengan nilai sekitar Rp16,4 miliar atau sekitar 89,7 ribu lot pada harga rata-rata 1.854. Pada hari yang sama, ZP masih muncul di sisi pembelian meskipun dengan nilai yang lebih kecil sekitar Rp2,3 miliar.
Pergerakan serupa terlihat pada 3 Maret. ZP kembali tercatat sebagai pembeli terbesar dengan nilai sekitar Rp12,7 miliar, diikuti AK sekitar Rp9,3 miliar serta CC sekitar Rp8,5 miliar. Aktivitas pembelian juga terlihat melalui BK sekitar Rp3,5 miliar.
Konsentrasi transaksi semakin terlihat pada 4 Maret. Pada sesi ini, CC tercatat sebagai pembeli terbesar dengan nilai sekitar Rp26,3 miliar atau sekitar 162,5 ribu lot pada harga rata-rata 1.626.
Pembelian lain pada hari tersebut juga muncul melalui AK sekitar Rp17,3 miliar serta BK sekitar Rp13,7 miliar, sementara ZP masih tercatat berada di sisi pembelian dengan nilai sekitar Rp11,3 miliar.
Jika ditarik dalam beberapa sesi terakhir, kemunculan berulang ZP, AK, CC, dan BK pada sisi pembelian menunjukkan bahwa perpindahan saham BRPT dalam periode tersebut tidak terjadi secara acak.
| Tanggal | Status |
|---|---|
| 25 Feb | big distribution |
| 26 Feb | big accumulation |
| 27 Feb | accumulation |
| 2 Mar | normal accumulation |
| 3 Mar | big accumulation |
| 4 Mar | big accumulation |
Aktivitas transaksi cenderung terkonsentrasi pada sejumlah broker tertentu yang muncul berulang kali dalam berbagai sesi akumulasi.
BRPT di Radar Trader: Orderbook, Frekuensi Transaksi, dan MA
Pada perdagangan sesi terbaru, BRPT diperdagangkan di level 1.650 setelah dibuka di 1.670. Harga sempat menyentuh posisi tertinggi 1.695 dan terendah 1.645 dalam satu sesi perdagangan. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp25,8 miliar dengan volume 154,39 ribu lot.
Dari sisi antrean pasar, total bid tercatat sekitar 60.482 lot dengan frekuensi 966 kali, sementara sisi offer mencapai 75.128 lot dengan frekuensi 982 kali. Level bid terbesar terlihat di harga 1.605 dengan antrean sekitar 6.241 lot, diikuti 1.610 sekitar 2.334 lot serta 1.620 sekitar 2.330 lot.
Pada sisi penawaran, antrean terlihat tersebar pada beberapa level harga. Offer terbesar berada di area 1.685 sekitar 3.866 lot, diikuti 1.680 sekitar 3.037 lot serta 1.700 sekitar 3.626 lot. Struktur antrean ini merupakan potret kedalaman pasar yang terlihat pada layar perdagangan pada saat data direkam.
Jika dibandingkan dengan rata-rata pergerakan harga, posisi BRPT masih berada di atas sejumlah indikator jangka pendek. Berdasarkan data perdagangan harian, harga penutupan masih berada di atas MA5, MA10, dan MA20 yang berada di kisaran 1.851, 1.729, dan 1.471 pada periode tersebut.
Dari sisi aktivitas transaksi, frekuensi perdagangan dalam beberapa sesi terakhir juga menunjukkan dinamika yang cukup tinggi. Pada 4 Maret, frekuensi transaksi tercatat sekitar 30 ribu kali dengan nilai transaksi Rp230,63 miliar dan volume sekitar 1,40 juta lot. Sehari sebelumnya, 3 Maret, frekuensi berada di kisaran 16 ribu kali dengan nilai transaksi Rp134,09 miliar dan volume sekitar 734 ribu lot.
Jika dihitung secara sederhana, rata-rata nilai transaksi per perdagangan berada di kisaran belasan juta rupiah per transaksi pada sesi dengan likuiditas tinggi tersebut. Perhitungan ini diperoleh dari pembagian nilai transaksi terhadap jumlah frekuensi perdagangan pada hari yang sama.
Jika ditarik benang merahnya, data perdagangan menunjukkan arus dana asing masih mencatat pembelian bersih dalam beberapa sesi terakhir. Pada saat yang sama, aktivitas transaksi juga terlihat terkonsentrasi pada sejumlah broker tertentu, sementara likuiditas perdagangan tetap tinggi dengan nilai transaksi ratusan miliar rupiah dalam beberapa sesi.