Insight Daily 27 Feb 2026 Penulis: KabarBursa.com

Saat Fundamental Terjaga, Asing Perlahan Tambah Posisi di MSIN

Saham MSIN terpantau tengah diakumulasi oleh investor asing melalui sejumlah broker sepanjang periode 26 Januari hingga 26 Februari 2026.

KABARBURSA.COM - Saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) tercatat menjadi incaran investor asing dalam sebulan terakhir periode 26 Januari - 26 Februari 2026. Aksi beli ini selaras dengan kondisi fundamental perusahaan yang tergolong solid. Mengutip Stockbit, berdasarkan data kinerja terbaru yang tercermin dalam rasio solvabilitas dan profitabilitas, M...

Dok: MSIN
Dok: MSIN

Insight Navigator

  1. 01 Akumulasi Sebulan Terakhir
  2. 02 Pergerakan Saham

KABARBURSA.COM - Saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) tercatat menjadi incaran investor asing dalam sebulan terakhir periode 26 Januari - 26 Februari 2026. Aksi beli ini selaras dengan kondisi fundamental perusahaan yang tergolong solid. 
 

Mengutip Stockbit, berdasarkan data kinerja terbaru yang tercermin dalam rasio solvabilitas dan profitabilitas, MSIN dinilai masih memiliki ruang yang cukup untuk menjaga stabilitas operasional sekaligus mempertahankan fleksibilitas ekspansi di tengah kompetisi sektor konten digital yang semakin ketat.

Dari sisi likuiditas, MSIN mencatatkan Current Ratio (kuartalan) sebesar 5,59 dan Quick Ratio sebesar 4,40. Angka ini mengindikasikan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar yang dimiliki tergolong sangat memadai.

Sementara itu, dari aspek struktur permodalan, Debt to Equity Ratio (DER) MSIN tercatat hanya sebesar 0,04 secara kuartalan. Tingkat leverage yang sangat rendah ini menunjukkan bahwa operasional perusahaan masih didominasi oleh pendanaan berbasis ekuitas dibandingkan utang.

Di sisi profitabilitas, MSIN mencatatkan Return on Assets (ROA) trailing twelve months (TTM) sebesar 5,40 persen serta Return on Equity (ROE) TTM sebesar 6,29 persen. Capaian ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset dan ekuitas yang dikelola.

Adapun Gross Profit Margin (kuartalan) MSIN tercatat sebesar 22,36 persen, yang menunjukkan bahwa perusahaan mampu mempertahankan margin kotor yang cukup sehat.

Di tingkat operasional, Operating Profit Margin berada pada level 8,75 persen, sedangkan Net Profit Margin tercatat sebesar 8,49 persen. Stabilitas margin ini mengindikasikan bahwa MSIN masih mampu menjaga efisiensi biaya operasional.

Namun demikian, hingga saat ini perseroan belum mencatatkan pembagian dividen dalam periode trailing twelve months (TTM). Data juga menunjukkan bahwa tanggal ex-dividend terakhir tercatat pada 6 Agustus 2021.

Secara keseluruhan, kombinasi likuiditas yang kuat, tingkat utang yang rendah, serta margin profitabilitas yang relatif stabil memberikan gambaran bahwa MSIN berada dalam posisi fundamental yang cukup resilien.

Hal ini berpotensi menjadi salah satu faktor yang turut diperhitungkan oleh investor, khususnya dalam menilai prospek jangka menengah perusahaan di tengah transformasi industri media menuju ekosistem digital yang lebih terintegrasi—sebuah narasi yang belakangan juga mulai tercermin dari meningkatnya minat akumulasi pelaku pasar terhadap saham ini dalam beberapa waktu terakhir.

MSIN membukukan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang telah dipublikasikan, perseroan mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp2,89 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,30 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, laba sebelum pajak perseroan tercatat sebesar Rp445,17 miliar, naik dari Rp395,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Setelah memperhitungkan beban pajak, laba bersih MSIN mencapai Rp406,27 miliar hingga akhir kuartal III 2025, meningkat dari Rp355,97 miliar secara tahunan. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp403,41 miliar

Dari sisi neraca, total aset perseroan per 30 September 2025 tercatat sebesar Rp8,40 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang sebesar Rp7,61 triliun.

Pertumbuhan aset tersebut ditopang oleh peningkatan aset lancar menjadi Rp3,31 triliun serta aset tidak lancar yang mencapai Rp5,09 triliun. Kas dan setara kas juga mengalami peningkatan menjadi Rp629,30 miliar dari sebelumnya Rp568,24 miliar, memberikan ruang likuiditas yang lebih luas bagi perusahaan dalam mendukung operasional maupun rencana ekspansi.

Sementara itu, total liabilitas MSIN tercatat sebesar Rp1,07 triliun, relatif terkendali dibandingkan pertumbuhan aset yang lebih agresif.

Kondisi ini mendorong total ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp7,33 triliun dari sebelumnya Rp6,66 triliun pada akhir 2024. Peningkatan ekuitas terutama berasal dari tambahan modal disetor yang mencapai Rp3,25 triliun serta saldo laba belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp2,29 triliun, mencerminkan akumulasi keuntungan yang terus bertambah sepanjang periode berjalan.

Dari sisi arus kas, MSIN mencatatkan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp2,32 triliun hingga akhir September 2025, dengan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai Rp283,20 miliar.

Secara keseluruhan, kinerja keuangan hingga kuartal III 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten, baik dari sisi pendapatan, laba bersih, maupun struktur permodalan.

Peningkatan total aset dan ekuitas di tengah liabilitas yang masih terjaga turut mencerminkan posisi fundamental MSIN yang relatif solid dalam menghadapi dinamika industri media dan hiburan yang semakin kompetitif, khususnya dalam ekosistem digital berbasis konten dan layanan streaming.

Akumulasi Sebulan Terakhir

Saham MSIN terpantau tengah diakumulasi oleh investor asing melalui sejumlah broker sepanjang periode 26 Januari hingga 26 Februari 2026.

Berdasarkan data orderbook Stockbit, broker EP tercatat menjadi pihak dengan nilai pembelian terbesar dengan total buy value mencapai Rp102,6 miliar atau setara dengan 2,3 juta lot saham MSIN pada harga rata-rata di level Rp447.

Selain EP, broker MG juga tercatat aktif melakukan akumulasi dengan nilai pembelian sebesar Rp7,3 miliar atau sekitar 198,6 ribu lot di harga rata-rata 369.

Selanjutnya, broker BB turut mencatatkan nilai beli sebesar Rp3,3 miliar dengan volume mencapai 64,5 ribu lot di harga rata-rata Rp464. Aktivitas serupa juga terlihat dari broker TP yang mengoleksi saham MSIN senilai Rp268,6 juta atau sekitar 6,7 ribu lot di harga rata-rata 459.

Sementara itu, broker KK menambah posisi dengan nilai pembelian sebesar Rp132,1 juta atau sekitar 2,8 ribu lot pada harga rata-rata 468.

Di sisi lain, tekanan distribusi terlihat relatif terbatas jika dibandingkan dengan besarnya nilai akumulasi. Broker CC tercatat melakukan penjualan senilai Rp11,6 miliar atau sekitar 208,6 ribu lot.

Diikuti broker ZP dengan nilai jual Rp11,3 miliar atau sekitar 351,7 ribu lot. Adapun broker FZ dan AK masing-masing mencatatkan aksi jual sebesar Rp3,8 miliar dan Rp2,8 miliar dengan volume 75,9 ribu lot dan 89,9 ribu lot.

Tekanan jual tambahan juga berasal dari broker AN yang melepas saham MSIN senilai Rp1,7 miliar atau sekitar 38,5 ribu lot, serta broker YU dengan nilai jual Rp1,4 miliar atau sekitar 38,3 ribu lot.

Tak sampai di situ, broker AI dan KZ masing-masing mencatatkan aksi distribusi senilai Rp621,1 juta dan Rp492,1 juta. Broker BK dan AG turut menambah tekanan jual meski dalam jumlah relatif kecil, masing-masing sebesar Rp93,1 juta dan Rp61 juta.

Jika ditinjau secara keseluruhan, perbandingan nilai transaksi antara sisi beli dan jual menunjukkan adanya kecenderungan net buy oleh pelaku pasar asing dalam periode tersebut. 

Adapun dalam satu bulan terakhir, saham MSIN juga terpantau menguat sebesar 10,29 persen dengan berada di kisaran harga Rp286 hingga Rp530.

Fenomena ini menjadi menarik mengingat sebelumnya fundamental MSIN juga menunjukkan kinerja yang relatif stabil dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih hingga kuartal III 2025. Kombinasi antara kondisi fundamental yang sehat serta meningkatnya minat beli oleh investor asing berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan harga saham MSIN dalam beberapa waktu ke depan. 
 

Pergerakan Saham

MSIN menunjukkan tren penguatan dalam jangka pendek hingga menengah, seiring dengan meningkatnya minat beli pelaku pasar dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data price performance dalam rentang waktu satu pekan, saham MSIN mencatatkan kenaikan sebesar 2,94 persen dengan pergerakan harga yang berada di kisaran 462 hingga 530.

Tren positif tersebut berlanjut dalam jangka waktu tiga bulan dengan lonjakan mencapai 21,53 persen.  Sementara itu, dalam periode enam bulan terakhir, saham MSIN tercatat masih menguat sebesar 8,92 perse.

Kinerja saham secara year-to-date (YTD) juga menunjukkan tren yang cukup solid dengan kenaikan mencapai 25 persen sejak awal tahun berjalan.

Namun demikian, jika ditarik dalam rentang waktu yang lebih panjang, saham MSIN masih mencatatkan pelemahan sebesar 7,08 persen dalam periode satu tahun terakhir.

Koreksi yang lebih dalam bahkan terlihat dalam rentang tiga tahun, dengan penurunan mencapai 40,21 persen. Di sisi lain, dalam jangka panjang, saham MSIN masih menunjukkan kinerja impresif dengan lonjakan sebesar 1.391 persen dalam periode lima tahun terakhir. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya