Insight Daily 17 Nov 2025 Penulis: KabarBursa.com

Ritel Lepas BRPT, Asing Langsung Serok

Penjualan ritel terlihat dominan, namun broker besar mencatat pembelian terbanyak saham BRPT.

KABARBURSA.COM – Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) bergerak mendatar di perdagangan sesi I hari ini, Senin, 17 November 2025 usai bertahan di level Rp3.790. Harga naik tipis 10 poin atau 0,26 persen dari pembukaan di level Rp3.800.Jika menyelisik broker summary di platform Stockbit, tampak ritel mulai melepas sejumlah saham BPRT senilai Rp20,5 miliar melalu...

Ritel disebut melepas BRPT di area Rp3.800–3.820, sementara broker institusi justru mencatat pembelian terbesar. (Foto: Dok. Barito Pacific)
Ritel disebut melepas BRPT di area Rp3.800–3.820, sementara broker institusi justru mencatat pembelian terbesar. (Foto: Dok. Barito Pacific)

Insight Navigator

  1. 01 Gerak SahaM BRPT Sejak Diakumulasi Ritel
  2. 02 Benarkah Asing Serok Saham BRPT?

KABARBURSA.COM – Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) bergerak mendatar di perdagangan sesi I hari ini, Senin, 17 November 2025 usai bertahan di level Rp3.790. Harga naik tipis 10 poin atau 0,26 persen dari pembukaan di level Rp3.800.

Jika menyelisik broker summary di platform Stockbit, tampak ritel mulai melepas sejumlah saham BPRT senilai Rp20,5 miliar melalui Stockbit Sekuritas Digital (XL) per perdagangan Jumat, 14 November 2025. Penjualan terjadi di rentang harga Rp3.800 sampai dengan Rp3.820.

Pergerakan BRPT dalam beberapa hari terakhir memperlihatkan perubahan aktivitas yang terekam jelas pada data harga dan volume. Apakah ritel sudah mengambil keuntungan (taking profit/TP) sejak awal pembelian?

Gerak SahaM BRPT Sejak Diakumulasi Ritel

Data historis memperlihatkan pergerakan BRPT yang berubah dari hari ke hari. 

Pada Senin, 10 November 2025, saham ini ditutup di level Rp3.590 setelah bergerak pada rentang Rp3.550 hingga Rp3.640. Volume mencapai 976,82 ribu lot dengan nilai transaksi Rp351,05 miliar dalam 23.120 kali perpindahan tangan.

Sehari berikutnya, Selasa, 11 November, BRPT berakhir di posisi Rp3.530. Harga turun 60 poin atau 1,67 persen. Perdagangan berlangsung pada kisaran Rp3.500 sampai Rp3.600. Volume berada di angka 587,75 ribu lot dengan nilai transaksi Rp207,75 miliar. Frekuensi mencapai 21.754 kali. 

Data asing menampilkan asing membeli (foreign buy) Rp17,21 miliar dan asing menjual (foreign sell) Rp56,63 miliar.

Lonjakan terbesar terjadi pada Rabu, 12 November 2025, ketika BRPT melompat 250 poin atau 7,08 persen ke Rp3.780. Perdagangan berlangsung aktif di rentang Rp3.510 hingga Rp3.850. Volume melonjak ke 2,95 juta lot, jauh di atas hari-hari sebelumnya, dengan nilai transaksi yang tembus Rp1,10 triliun. 

Pada hari itu, aliran dana asing tercatat melalui foreign buy Rp188,16 miliar dan foreign sell Rp131,48 miliar.

Sehari kemudian, Kamis, 13 November, pergerakan berbalik arah. BRPT terkoreksi 60 poin atau 1,59 persen ke Rp3.720 setelah bergerak di kisaran Rp3.710–Rp3.880. Volume turun menjadi 1,97 juta lot dengan nilai transaksi Rp749,85 miliar. 

Catatan untuk transaksi asing memperlihatkan beli Rp52,59 miliar dan jual Rp203,45 miliar, sehingga net foreign berada di level minus Rp150,86 miliar.

Lalu pada Jumat, 14 November, BRPT kembali stabil di area penguatannya. Harga naik 60 poin atau 1,61 persen ke Rp3.780, bergerak di rentang Rp3.710 hingga Rp3.880. Volume mencapai 1,21 juta lot, sementara transaksi tercatat Rp459,39 miliar dalam 34.210 kali perpindahan tangan. 

Untuk aliran dana asing, foreign buy berada pada Rp110,97 miliar dan foreign sell berada pada Rp60,23 miliar, menghasilkan net foreign Rp50,74 miliar.

Rangkaian data selama periode 10–14 November mencatat kenaikan harga dari Rp3.590 ke Rp3.780. Volume dan nilai transaksi berubah setiap hari, dengan puncak terjadi pada 12 November ketika nilai perdagangan melampaui Rp1 triliun.

Memasuki Senin, 17 November, data orderbook di platform Stockbit menunjukkan antrean beli yang menumpuk pada rentang bawah. Pada Rp3.780, antrean beli tercatat 42.199 lot. Pada Rp3.770 terdapat 28.142 lot. Antrean beli pada Rp3.790 dan Rp3.800 terlihat lebih kecil. 

Pada sisi penawaran, antrean jual terbesar muncul pada level Rp3.820 dan Rp3.830. Pada Rp3.820, antrean jual tercatat 3.576 lot. Pada Rp3.830, antrean mencapai 9.864 lot. Antrean pada Rp3.810 dan Rp3.800 terlihat lebih tipis dengan jumlah yang tidak sebesar dua level di atasnya. 

Benarkah Asing Serok Saham BRPT?

Data transaksi broker pada 17 November memperlihatkan perbedaan yang cukup jelas antara kelompok pembeli dan penjual. 

Mandiri Sekuritas (CC) tercatat membeli 90,7 ribu lot senilai Rp34,7 miliar pada rata-rata harga Rp3.817. 

Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) membeli 70,4 ribu lot dengan nilai Rp27,1 miliar pada rata-rata Rp3.832. 

OCBC Sekuritas Indonesia (TP) membukukan pembelian 47,5 ribu lot dengan nilai Rp18,1 miliar. 

UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatat pembelian 45,6 ribu lot senilai Rp17,8 miliar.

Pada sisi lain, broker-broker yang banyak digunakan investor ritel justru terlihat melepas saham di rentang harga yang sama. 

Stockbit Sekuritas Digital (XL) menjual 53,5 ribu lot dengan nilai Rp20,5 miliar pada rata-rata Rp3.818. 

Sucor Sekuritas (AZ) melego 42,5 ribu lot senilai Rp16,1 miliar. Ajaib Sekuritas Asia (XC) juga mencatat penjualan 29,8 ribu lot dengan nilai Rp11,5 miliar.

Catatan tersebut menggambarkan transaksi yang berjalan antara penjual dari kelompok ritel dan pembeli dari broker yang mewakili institusi. 

Rentang harga berada pada kisaran Rp3.800 hingga Rp3.830 pada perdagangan 17 November, dengan nilai transaksi yang lebih rendah dibandingkan aktivitas pada pekan sebelumnya.

Volume perdagangan BRPT pada hari tersebut tercatat 463,14 ribu lot. Nilai transaksi sebesar Rp176,45 miliar. Frekuensi transaksi mencapai 12.150 kali. 

Jika dibandingkan dengan rata-rata volume bulanan yang mencapai 173,53 juta lembar, angka tersebut berada pada level yang lebih rendah. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya