KABARBURSA.COM - Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menunjukkan pergerakan fluktuatif pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026.
Sepanjang sesi, saham emiten distrubutor bahan bakar minyak ini sempat bergerak di zona merah dengan menyentuh level terendah yakni Rp1.260. Namun pada akhirnya, AKRA mampu berbalik arah pada jam-jam terakhir perdagangan dan ditutup menguat di level Rp1.300.
Jika dicermati dari sisi grafik, pembentukan candle pada perdagangan kemarin memperlihatkan adanya reaksi beli. Tekanan jual yang mendominasi pada pekan lalu, tampak mulai mereda.
Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan AKRA per kemarin tercatat mencapai level sekitar 25,58 juta saham. Angka tersebut relatif mendekati rata-rata volume 20 yang berada di kisaran 30,15 juta saham.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa penguatan yang terjadi menjelang penutupan tidak berlangsung dalam volume yang tipis, melainkan didukung oleh partisipasi pasar yang cukup solid.
Akan tetapi, data broker summary menunjukkan derasnya distribusi investor asing, meski masih terdapat broker yang menampung pembelian asing untuk saham AKRA.
Mengutip data Stockbit, Rabu, 18 Februari 2026, broker BB tercatat melakukan pembelian senilai Rp305,7 juta dengan rata-rata harga di level Rp1.265.
Disusul oleh broker ZP dengan nilai beli mencapai Rp288,1 juta di harga rata-rata Rp1.274 serta broker BK sebesar Rp103,5 juta di level Rp1.287. Selain itu, broker HD juga mencatatkan aksi beli senilai Rp95 juta dengan rata-rata harga di level Rp1.296.
Tiga broker lainnya yang terpantau menyerok saham AKRA yakni GR, YP, dan KK yang masing-masing mencatatkan nilai Rp12,7 juta, Rp2,6 juta, dan Rp1,6 juta.
Sebaliknya, tekanan jual terbesar berasal dari broker AK yang tercatat melakukan distribusi hingga Rp1,8 miliar dengan volume mencapai 14,1 ribu lot.
Aktivitas jual juga terlihat dari broker IF sebesar Rp704,5 juta serta broker CC senilai Rp285,3 juta. Tak hanya itu, broker TP dan YU juga melepas saham AKRA dengan jumlah Rp69,9 juta dan Rp31,4 juta.
Rekomendasi dan Pergerakan Harga Saham
Di sisi lain, prospek saham AKRA masih mendapat sentimen positif dari kalangan analis. Berdasarkan data konsensus analis Stockbit per 18 Februari 2026, mayoritas analis masih memberikan rekomendasi optimistis terhadap saham emiten logistik energi dan kawasan industri tersebut.
Dari total 21 analis yang memberikan penilaian terhadap saham AKRA, sebanyak 20 analis merekomendasikan aksi beli, satu analis memberikan rekomendasi tahan dan tidak terdapat rekomendasi jual.
Dominasi rekomendasi beli ini mencerminkan masih terjaganya kepercayaan pelaku pasar terhadap fundamental serta prospek pertumbuhan kinerja AKRA ke depan.
Sejalan dengan itu, konsensus target harga analis juga menunjukkan potensi kenaikan dari posisi harga saham saat ini. Rata-rata target harga saham AKRA tercatat berada di level Rp1.546 per saham. Angka ini berada di atas harga pasar saat ini yang ditutup di level Rp1.300 pada perdagangan hari ini.
Secara lebih rinci, estimasi target harga tertinggi dari analis mencapai Rp1.700 per saham, sedangkan estimasi terendah berada di level Rp1.330. Rentang proyeksi ini mengindikasikan bahwa secara valuasi, saham AKRA masih memiliki ruang apresiasi dibandingkan posisi harga saat ini.
Perbedaan antara harga pasar dengan target konsensus analis tersebut juga mencerminkan adanya ekspektasi pertumbuhan jangka menengah yang masih diakomodasi oleh pelaku pasar institusional. Dalam konteks ini, rekomendasi beli yang mendominasi dapat diartikan sebagai sinyal bahwa pelaku pasar masih melihat potensi upside pada saham AKRA, terutama apabila katalis kinerja dapat terealisasi secara optimal dalam beberapa periode mendatang.
Di tengah volatilitas pasar yang masih membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), konsensus analis yang tetap berada pada level optimistis berpotensi menjadi faktor pendukung bagi sentimen investor terhadap saham AKRA. Terlebih, posisi harga saat ini yang masih berada di bawah rata-rata target analis dapat menjadi pertimbangan tersendiri bagi pelaku pasar dalam mengukur potensi risiko dan imbal hasil pada saham tersebut.
Di sisi lain, pergerakan saham AKRA menunjukkan tren yang relatif stabil dalam berbagai rentang waktu perdagangan. Berdasarkan data price performance Stockbit, saham AKRA dalam periode satu minggu, mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,39 persen, dengan kisaran harga di level Rp1.270 hingga Rp1.310.
Secara year-to-date (YTD), saham AKRA juga masih membukukan penguatan sebesar 3,17 persen, mengindikasikan bahwa kinerja saham masih bergerak di jalur positif sejak awal tahun 2026.
Sementara itu, dalam rentang satu bulan, penguatan saham tercatat mencapai 4 persen. Tren positif juga terlihat dalam periode tiga bulan dan enam bulan, masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 1,96 persen dan 3,17 persen.
Dalam jangka waktu lebih panjang, saham ini mencatatkan kenaikan sebesar 16,59 persen dalam satu tahun terakhir. Bahkan dalam periode lima tahun, AKRA berhasil mencatatkan apresiasi signifikan hingga 87,32 persen, mencerminkan pertumbuhan nilai yang cukup konsisten dalam jangka panjang.
Namun demikian, dalam periode tiga tahun, saham AKRA masih mencatatkan koreksi tipis sebesar 1,52 persen. Sementara dalam jangka waktu sepuluh tahu, saham ini terkoreksi sebesar 15,31 persen.
Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa meskipun terdapat tekanan dalam jangka panjang, saham AKRA masih mampu mempertahankan tren penguatan dalam jangka pendek hingga menengah di tengah volatilitas pasar.
Fundamental Kokoh AKRA
AKRA menunjukkan fundamental keuangan yang tetap solid tercermin dari sejumlah rasio keuangan utama hingga periode terbaru. Dari sisi solvabilitas, perseroan mencatat current ratio sebesar 1,56 dan quick ratio sebesar 1,41. Level ini mengindikasikan bahwa AKRA memiliki likuiditas yang relatif memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Di sisi struktur permodalan, debt to equity ratio (DER) AKRA tercatat sebesar 0,41. Rasio ini mencerminkan tingkat leverage yang masih terjaga, sekaligus menunjukkan bahwa struktur pendanaan perseroan tidak terlalu bergantung pada utang.
Sementara itu, dari sisi profitabilitas, return on assets (ROA) AKRA tercatat sebesar 7,13 persen, sedangkan return on equity (ROE) mencapai 21,33 persen. Tingginya ROE ini mengindikasikan kemampuan perseroan dalam menghasilkan imbal hasil terhadap modal yang ditanamkan pemegang saham secara optimal.
Margin keuntungan perseroan juga tercatat stabil, dengan gross profit margin sebesar 7,42 persen, operating profit margin sebesar 5,18 persen, serta net profit margin sebesar 4,28 persen. Hal ini mencerminkan efisiensi operasional yang tetap terjaga di tengah dinamika biaya dan tekanan pasar.
Terkait kinerja keuangan per kuartal, AKRA mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan interim yang berakhir pada 30 September 2025, perseroan membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp32,39 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp28,61 triliun.
Seiring dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, laba bruto AKRA turut mengalami peningkatan menjadi Rp2,76 triliun dari sebelumnya Rp2,35 triliun pada periode Januari–September 2024.
Dari sisi profitabilitas, laba sebelum pajak AKRA tercatat sebesar Rp2,17 triliun, naik dari Rp1,84 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah memperhitungkan beban pajak sebesar Rp328,32 miliar, laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp1,65 triliun, meningkat dibandingkan Rp1,46 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba tersebut juga tercermin pada peningkatan laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada entitas induk menjadi Rp1,67 triliun dari sebelumnya Rp1,45 triliun. Sementara itu, laba bersih per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan tercatat sebesar Rp83,5 per saham, naik dari Rp74,39 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi neraca, total aset perseroan per akhir September 2025 tercatat sebesar Rp33,72 triliun, meningkat dari posisi akhir tahun 2024 sebesar Rp33,10 triliun. Kenaikan ini terutama ditopang oleh pertumbuhan kas dan setara kas yang mencapai Rp5,84 triliun, serta peningkatan piutang usaha pihak ketiga menjadi Rp8,54 triliun.
Sementara itu, total liabilitas tercatat sebesar Rp19,16 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp18,48 triliun. Di sisi lain, total ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp14,56 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp14,62 triliun pada akhir tahun sebelumnya.
Dengan kinerja keuangan yang menunjukkan pertumbuhan pada sisi pendapatan maupun laba bersih hingga kuartal III 2025, AKRA memperlihatkan fundamental yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar energi dan logistik domestik. Peningkatan ini juga mencerminkan kontribusi berkelanjutan dari lini bisnis distribusi energi serta pengembangan kawasan industri yang menjadi motor pertumbuhan perseroan. (*)