Insight Daily 08 Apr 2026 Penulis: KabarBursa.com

PWON Diangkat Bertahap, Tembok Supply 350 Menunggu?

Harga naik ke 344 dengan akumulasi asing dan broker, sementara antrian jual terbesar justru menumpuk di atas.

KABARBURSA.COM – Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) bertahan di level 344 pada perdagangan tengah hari (midday), Selasa, 8 April 2026, menguat 2,99 persen dan berada di posisi tertinggi harian. Pergerakan harga berlangsung dalam rentang 338 hingga 344 sepanjang sesi, dengan penutupan terjadi di level yang sama dengan harga tertinggi. Nilai transaksi tercatat s...

Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) bertahan di level 344 pada perdagangan tengah hari (midday), Selasa, 8 April 2026, menguat 2,99 persen dan berada di posisi ter
Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) bertahan di level 344 pada perdagangan tengah hari (midday), Selasa, 8 April 2026, menguat 2,99 persen dan berada di posisi ter

Insight Navigator

  1. 01 Harga Naik Bertahap, Asing Mulai Masuk
  2. 02 Orderbook Menebal, Tembok Supply di 350
  3. 03 Broker Akumulasi di Bawah, Distribusi Menyebar

KABARBURSA.COM – Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) bertahan di level 344 pada perdagangan tengah hari (midday), Selasa, 8 April 2026, menguat 2,99 persen dan berada di posisi tertinggi harian. 

Pergerakan harga berlangsung dalam rentang 338 hingga 344 sepanjang sesi, dengan penutupan terjadi di level yang sama dengan harga tertinggi. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp4,34 miliar dengan volume 127,38 ribu lot dan frekuensi 1.450 kali.

Kenaikan ini terjadi dalam rangkaian pergerakan harga sejak akhir Maret 2026. Data historis menunjukkan harga berada di level 338 pada 31 Maret, kemudian bergerak ke 340 pada 1 April dan bertahan di level tersebut hingga 6 April, sebelum turun ke 334 pada 7 April dan kembali naik ke 344 pada 8 April. Pergerakan ini menunjukkan perubahan harga yang berlangsung bertahap dalam beberapa sesi perdagangan.

Di tengah pergerakan tersebut, struktur antrian jual dalam orderbook menunjukkan adanya penumpukan pada level harga di atas posisi penutupan. 

Salah satu level yang mencatat jumlah antrian terbesar berada di 350 dengan total 39.392 lot. Data ini muncul bersamaan dengan posisi harga yang masih berada di bawah level tersebut pada akhir sesi perdagangan.

Harga Naik Bertahap, Asing Mulai Masuk

Pergerakan harga PWON pada sesi 8 April berlangsung dalam rentang 338 hingga 344 dengan nilai transaksi Rp4,34 miliar. Volume tercatat sebesar 127,38 ribu lot dengan frekuensi 1.450 kali transaksi sepanjang sesi. Harga rata-rata berada di level 341 dan berada di bawah posisi penutupan.

Pada sesi tersebut, harga dibuka di level 340 dan sempat bergerak turun ke 338 sebelum kembali naik. Pergerakan berlanjut secara bertahap hingga menyentuh 344 sebagai level tertinggi harian. Posisi penutupan berada di level yang sama dengan harga tertinggi.

Dalam beberapa hari sebelumnya, perubahan harga terjadi secara bertahap pada setiap sesi perdagangan. Pada 31 Maret harga berada di 338, kemudian naik ke 340 pada 1 April dan bertahan di level tersebut hingga 6 April. Pada 7 April harga tercatat di 334 sebelum kembali naik ke 344 pada 8 April.

Data pergerakan harian juga menunjukkan variasi nilai transaksi pada setiap sesi. Pada 7 April nilai transaksi tercatat Rp3,63 miliar dengan volume 106,37 ribu lot. Pada 6 April, nilai transaksi berada di Rp4,36 miliar dengan volume 126,44 ribu lot.

Dari sisi rata-rata pergerakan, harga berada di atas MA5 yang tercatat di 339,20. MA10 berada di level 337,80 dan MA20 di 339,00 dalam periode yang sama. Posisi harga penutupan berada di atas ketiga rata-rata tersebut.

Dari sisi aliran dana, data menunjukkan perubahan nilai net foreign dalam beberapa sesi perdagangan. Pada 2 April tercatat net foreign buy sebesar Rp163,54 juta. Pada 6 April, nilai tersebut tercatat sebesar Rp514,69 juta.

Pada 7 April, net foreign buy meningkat menjadi Rp5,44 miliar dengan total pembelian Rp6,73 miliar dan penjualan Rp1,29 miliar. Nilai ini tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata net foreign MA10 sebesar Rp615,37 juta. Data ini menunjukkan peningkatan nilai transaksi asing dalam satu sesi.

Dalam periode yang sama, foreign flow tercatat sebesar Rp258,93 miliar. Nilai ini berada di atas rata-rata MA20 sebesar Rp252,28 miliar. Perbandingan ini menunjukkan posisi aliran dana asing terhadap rata-rata dalam periode 20 hari perdagangan.

Orderbook Menebal, Tembok Supply di 350

Struktur orderbook PWON menunjukkan jumlah antrian jual yang lebih besar dibandingkan sisi beli dalam satu waktu pencatatan. Total offer tercatat sebesar 370.145 lot dengan frekuensi 1.798 kali, sementara total bid berada di 285.037 lot dengan frekuensi 1.318 kali. Selisih antara keduanya mencapai 85.108 lot dengan perbedaan frekuensi 480 kali.

Pada level harga terdekat, antrian jual di 344 tercatat sebesar 30.165 lot dengan frekuensi 135 kali. Di atasnya, level 346 mencatat 11.934 lot dengan frekuensi 89 kali dan 348 sebesar 17.611 lot dengan frekuensi 67 kali. Lapisan ini membentuk urutan antrian jual yang berdekatan dengan posisi harga penutupan.

Antrian terbesar berada di level 350 dengan total 39.392 lot dan frekuensi 107 kali. Di atas level tersebut, antrian masih berlanjut pada 352 sebesar 10.326 lot dan 354 sebesar 6.609 lot. Struktur ini menunjukkan distribusi supply yang tersebar pada beberapa tingkat harga di atas penutupan.

Di sisi bawah, antrian beli tertinggi berada pada level 340 sebesar 31.149 lot dengan frekuensi 89 kali. Level 338 mencatat 29.658 lot dengan frekuensi 135 kali, diikuti 336 sebesar 28.943 lot dengan frekuensi 97 kali. Lapisan bid tersebar hingga level 324 dengan variasi jumlah lot di setiap tingkat harga.

Perbandingan antara sisi bid dan offer menunjukkan perbedaan pada distribusi lot dan frekuensi di berbagai level harga. Sisi offer mencatat jumlah lot yang lebih besar pada rentang 344 hingga 350. Sementara itu, sisi bid menunjukkan penyebaran lot yang lebih merata pada beberapa level di bawah harga penutupan.

Harga pada sesi tersebut ditutup di level 344 yang merupakan posisi tertinggi harian. Level ini berada di bawah antrian jual pada beberapa tingkat harga di atasnya. Dalam sesi perdagangan, harga tidak mencapai level 350 yang mencatat antrian terbesar dalam orderbook.

Broker Akumulasi di Bawah, Distribusi Menyebar

Data broker summary pada periode 31 Maret hingga 8 April 2026 menunjukkan aktivitas pembelian yang terkonsentrasi pada beberapa sekuritas. AK mencatat pembelian sebesar Rp4,3 miliar dengan volume 127 ribu lot pada harga rata-rata 337. ZP mencatat pembelian Rp1 miliar dengan volume 29,6 ribu lot pada harga rata-rata 336.

KZ turut mencatat pembelian sebesar Rp633 juta dengan volume 18,8 ribu lot pada harga rata-rata 336. NI mencatat pembelian sebesar Rp362 juta dengan volume 10,8 ribu lot pada harga rata-rata 335. Data ini menunjukkan sebaran pembelian pada beberapa broker dengan kisaran harga yang relatif berdekatan.

Di sisi lain, aktivitas penjualan tersebar pada beberapa broker dengan nilai yang bervariasi. CC mencatat penjualan sebesar Rp2,5 miliar dengan volume 73,4 ribu lot. OD mencatat penjualan Rp1,9 miliar dengan volume 56,3 ribu lot, diikuti KI sebesar Rp462 juta dengan volume 13,6 ribu lot.

YP juga tercatat melakukan penjualan sebesar Rp365 juta dengan volume 10,9 ribu lot. PD mencatat penjualan sebesar Rp331 juta dengan volume 9,8 ribu lot. Aktivitas ini menunjukkan distribusi yang tersebar pada beberapa pelaku pasar.

Data multi-hari menunjukkan perubahan aktivitas broker dalam beberapa sesi perdagangan. Pada 31 Maret tercatat net sell sebesar Rp6,5 miliar dengan dominasi broker penjual. Pada 1 April, terjadi perubahan menjadi net buy sebesar Rp4,3 miliar dengan masuknya beberapa broker pembeli.

Pada 2 April, nilai net buy tercatat sebesar Rp1,2 miliar dengan aktivitas yang lebih terbatas. Pada 6 April, net buy tercatat sebesar Rp1,5 miliar dengan aktivitas pembelian pada beberapa broker. Data ini berlanjut pada 7 April dengan net buy sebesar Rp6,5 miliar.

Perbandingan harga rata-rata pembelian menunjukkan kisaran yang relatif dekat antar broker. AK mencatat rata-rata 337, sementara ZP dan KZ berada di kisaran 336. NI berada di level 335 dalam periode yang sama.

Harga penutupan pada 8 April berada di level 344. Selisih antara harga rata-rata pembelian dan harga penutupan tercatat dalam rentang beberapa poin harga. Perbedaan ini terlihat dari data transaksi yang tercatat pada masing-masing broker.

Struktur partisipasi menunjukkan jumlah broker pembeli sebanyak 22 sekuritas. Pada sisi penjual, tercatat 18 broker yang melakukan transaksi penjualan. Total nilai transaksi dalam periode tersebut mencatat net buy sebesar Rp6,5 miliar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya