KABARBURSA.COM - PT Vale Indonesia Tbk berkomitmen menerapkan ESG atau Environmental, Social, and Governance (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola).
Mengutip situs resmi perusahaan, manajemen Vale percaya bahwa pengembangan berkelanjutan dapat dicapai ketika bisnis menghasilkan nilai bagi pemilik saham dan pemangku kepentingan lain dengan mendukung pemberdayaan sosial, pemeliharaan dan perbaikan keselamatan dan kesehatan pekerja dan masyarakat, tanggung jawab lingkungan hidup dan pengembangan ekonomi daerah operasi.
"Pimpinan PT Vale Indonesia Tbk bertanggung gugat untuk menerapkan tindakan kepemimpinan nyata yang memprioritaskan keselamatan pertambangan dan komitmen terhadap perlindungan atas lingkungan," tulis manajemen Vale.
Namun, komitmen tersebut sedikit tercoreng dengan menyusutnya rehabilitasi luas lahan dan penanaman pohon yang dilakukan perusahaan.
Merujuk ringkasan Sustainability Performance Highlights perusahaan untuk tahun 2024, luas lahan yang direhabilitasi Vale pada tahun lalu sebesar 222,25 ha. Angka ini menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya yakni 224,4 ha di 2023 dan 295,4 ha di 2022.
Sementara itu, jumlah pohon yang ditanam Vale pada tahun 2024 sebanyak 139.151 batang. Jumlah ini turun signifikan dari 171.702 batang di tahun 2023 dan 179.933 batang pada 2022.
Penurunan penanaman pohon tersebut merupakan sinyal yang perlu direspon jika perusahaan ingin mempertahankan atau meningkatkan kontribusi restorasi ekosistem dan target keanekaragaman hayati.
Di sektor pemanfaatan energi terbarukan, kapasitas pembangkit tenaga air tercatat stabil, yakni tiga unit pembangkit dengan total kapasitas 365 MW setiap tahun (2022–2024).
Namun ada pergeseran pada penggunaan biodiesel. Data menunjukkan penggunaan B30 pada 2023 sebesar 150.766 GJ dan angka besar di 2022 (580.916 GJ), tetapi pada 2024 tercatat kosong.
Sementara penggunaan B35 meningkat menjadi 789.575 GJ pada 2024 dari 609.554 GJ pada 2023 (kenaikan sekitar 29,53 persen).
Dari sisi emisi gas rumah kaca, intensitas emisi naik ke 29,9 ton CO₂-eq/ton Ni pada 2024, dari 28,7 pada 2023 dan 29,1 pada 2022.
Di sisi lain, pemakaian energi tercatat pada angka 32,225,296,292 GigaJoule pada 2024, naik dibandingkan angka yang tercantum untuk 2023 (30,974,879 GJ) dan 2022 (26,956,105 GJ). Sejalan dengan itu, intensitas energi juga meningkat menjadi 451,9 GJ/ton Ni pada 2024, dari 437,9 pada 2023 dan 448,6 pada 2022.
Kinerja Keuangan Semester I Menyusut
Pada semester I 2025, Vale mencatatkan laba tahun berjalan sebanyak USD25,2 juta, atau menurun 32,4 persen secara year on year dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan usaha Vale pada paruh pertama 2025 sebesar USD426,73 atau turun dibanding periode serupa tahun lalu yang senilai USD478,75 juta.
Mengutip keterangan resmi perusahaan, Perseroan mencatat peningkatan volume produksi sebesar 9 persen pada kuartal II 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara tahunan, produksi pada kuartal II 2025 juga menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 12 persen. Lebih lanjut, produksi pada paruh pertama tahun 2025 tercatat 2 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Pada kuartal II 2025, pengiriman nikel matte Vale juga meningkat menjadi 18.023 ton, dibandingkan dengan 17.096 ton pada kuartal I tahun 2025.
Rizky Putra, Direktur dan Chief Financial Officer Vale mengatakan pihaknya memiliki baseline yang lebih kuat mulai paruh kedua tahun ini.
Ia menyatakan perusahaan telah mencapai kesepakatan baru untuk penetapan harga nikel matte dengan para pelanggan dan juga memperoleh persetujuan untuk revisi Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) sekitar 2,2 juta ton bijih saprolit dari blok Bahodopi.
"Perkembangan ini diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak aliran pendapatan dan memperkuat baseline PT Vale ke depannya," ujar dia.
Adapun per 30 Juni 2025, kas dan setara kas Perseroan mencapai USD506,7 juta, turun dari USD601,4 juta pada akhir kuartal sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan belanja modal sekitar USD96,4 juta pada kuartal II 2025, dibandingkan dengan USD128,1 juta pada kuartal I 2025.
Adapun pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, Senin, 13 Oktober 2025, saham Vale (INCO) berada di zona merah setelah menurun 1,76 persen ke level 4.460.
Meski mengalami pelemahan hari ini, secara year to date (ytd), saham INCO terlihat menanjak sebesar 25,14 persen atau naik 910 poin.
Vale Rombak Jajaran
Vale resmi merombak susunan kepengurusan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 28 Juli 2025.
Dalam agenda RUPSLB, para pemegang saham menyetujui pengunduran diri Yusuke Niwa sebagai Komisaris serta memberhentikan dengan hormat Muhammad Rachmat Kaimuddin dari jabatan Presiden Komisaris, Edi Permadi dari jabatan Komisaris, dan Adriansyah Chaniago dari jabatan Direktur dan Chief Human Capital Officer.
Kemudian RUPSLB juga menetapkan pengangkatan Fauzambi Syahrul Multhazar sebagai Presiden Komisaris, Katherine Angela Oendoen sebagai Komisaris, Shiro Imai sebagai Komisaris, Heriyanto Agung Putra sebagai Direktur dan Chief Human Capital Officer, serta Budiawansyah sebagai Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer, yang semuanya berlaku efektif sejak penutupan RUPSLB hingga RUPS Tahunan 2028.
Selain itu, rapat juga menetapkan pengangkatan Bernardus Irmanto sebagai Presiden Direktur dan Chief Executive Officer dengan masa jabatan hingga RUPS Tahunan 2027.
Kepemimpinan baru Perseroan berkomitmen untuk melanjutkan fondasi yang telah dibangun serta memperkuat arah transformasi di masa depan.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale, Bernardus Irmanto menyatakan dengan kepercayaan yang diberikan, dirinya bertekad memastikan keberlanjutan praktik pertambangan terbaik (best mining practices) yang telah menjadi fondasi PT Vale.
"Kami akan terus menjaga kelangsungan proyek-proyek strategis yang tengah berjalan, mendorong hilirisasi yang bertanggung jawab, serta menciptakan nilai bersama bagi negara, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar dia dalam keterangan resmi dikutip, Selasa, 29 Juli 2025.
Dikatakan pula, Perseroan akan memastikan bahwa seluruh perubahan ini dilakukan dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku serta prinsip transparansi dan tata kelola yang baik.
Susunan lengkap Direksi dan Dewan Komisaris PT Vale
Direksi
- Presiden Direktur dan Chief Executive Officer : Bernardus Irmanto
- Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer: Abu Ashar
- Direktur dan Chief Human Capital Officer: Heriyanto Agung Putra
- Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer: Budiawansyah
- Direktur dan Chief Financial Officer: Rizky Andhika Putra
- Direktur dan Chief Project Officer: Muhammad Asril
- Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer: Luke Mahony
Komisaris
- Presiden Komisaris: Fauzambi Syahrul Multhazar
- Wakil Presiden Komisaris: Emily Olson
- Komisaris: Kristina Gauthier
- Komisaris: Christopher McCleave
- Komisaris: M. Jasman Panjaitan
- Komisaris: Katherine Angela Oendoen
- Komisaris: Shiro Imai
- Komisaris Independen: Rudiantara
- Komisaris Independen: Retno Marsudi
- Komisaris Independen: Marita Alisjahbana