Insight Daily 08 Jan 2026 Penulis: KabarBursa.com

PSAB Menguat dengan Peningkatan Volume, Sinyal Lanjut?

Kenaikan harga pada perdagangan kemarin juga diiringi lonjakan volume transaksi yang signifikan

KABARBURSA.COM - PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) kembali mengalami penguatan sebesar 1,67 persen atau naik 10 poin ke level Rp610 pada perdagangan Rabu, 7 Januari 2026.Pergerakan harga tersebut berlangsung di tengah aktivitas transaksi yang relatif aktif, tercermin dari data grafik harian, volume perdagangan, trade book, order book, serta broker summa...

(Foto: Dok. PSAB)
(Foto: Dok. PSAB)

Insight Navigator

  1. 01 Pergerakan Order Book
  2. 02 Akumulasi Investor Asing
  3. 03 Aksi Perusahaan

KABARBURSA.COM - PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) kembali mengalami penguatan sebesar 1,67 persen atau naik 10 poin ke level Rp610 pada perdagangan Rabu, 7 Januari 2026.

Pergerakan harga tersebut berlangsung di tengah aktivitas transaksi yang relatif aktif, tercermin dari data grafik harian, volume perdagangan, trade book, order book, serta broker summary.

Merujuk data Stockbit, secara teknikal, pergerakan saham PSAB terpantau kian solid. Harga tercatat berhasil mempertahankan posisinya di atas rata-rata pergerakan atau Moving Average 10 dan MA20 yang masing-masing berada di kisaran Rp571 dan Rp565.

Posisi harga terhadap kedua MA tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu dicermati pelaku pasar dalam membaca ritme pergerakan jangka pendek. Dalam grafik yang terlihat, kedua indikator tersebut menunjukkan pergerakan yang sejalan dengan perubahan struktur harga.

Pergerakan PSAB menunjukkan rangkaian candlestick yang berfluktuasi dalam rentang yang relatif aktif sejak akhir Desember 2025. Setelah sempat bergerak melemah, harga kembali mencatatkan penguatan dengan kemunculan beberapa candle hijau yang memiliki tubuh relatif lebih besar.

Dalam beberapa sesi terakhir, kemunculan candle hijau dengan tubuh yang relatif lebih besar menjadi salah satu elemen yang terlihat jelas pada chart. 
 

Kenaikan harga pada perdagangan kemarin juga diiringi lonjakan volume transaksi yang signifikan, dengan volume mencapai sekitar 287 juta saham, jauh di atas rata-rata volume 20 yang sebesar 124,95 juta saham.

Lonjakan volume tersebut terlihat jelas pada histogram volume di bagian bawah grafik, dengan batang volume yang lebih tinggi dibandingkan sesi-sesi sebelumnya.

Histogram volume juga memperlihatkan perbedaan karakter antara sesi penguatan dan sesi koreksi. Pada saat harga bergerak naik, volume tercatat relatif lebih besar, sementara pada sesi-sesi koreksi, volume cenderung lebih rendah. Pola perbedaan volume ini menjadi bagian dari data perdagangan yang perlu dicermati oleh pelaku pasar dalam membaca intensitas transaksi.

Adapun, volume yang meningkat saat harga menguat sering diinterpretasikan sebagai tanda adanya partisipasi pasar yang lebih luas, baik dari trader jangka pendek maupun pelaku dengan rentang yang sedikit lebih panjang.

Dengan struktur harga yang membaik, dominasi candle hijau, posisi harga di atas MA jangka pendek, serta dukungan volume yang meningkat, bisa menjadi kombinasi sinyal yang saling menguatkan saham PSAB. 

Pergerakan Order Book

Dari sisi order book pada perdagangan terakhir, antrean beli tampak relatif tebal di area Rp600, dengan total permintaan mencapai sekitar 89,5 ribu lot. Sedangkan, akumulasi juga terlihat berlapis di rentang Rp590-Rp580.

Di sisi lain, tekanan jual mulai meningkat di atas harga penutupan terakhir, khususnya pada level Rp650 yang mencatat antrean jual terbesar dengan volume sekitar 149,9 ribu lot.

Penumpukan jual  juga terlihat di kisaran Rp640-Rp645. Hal ini berpeluang menjadi area tempat pelabuhan PSAB apabila harga melanjutkan penguatan.

Perbedaan ketebalan antrean antara sisi bid dan ask mencerminkan distribusi minat beli dan jual pada berbagai level harga. Struktur order book yang berlapis ini menjadi salah satu aspek yang dicermati pelaku pasar dalam mengamati potensi pergerakan harga intraday.

Sementara itu, data trade book memperlihatkan aktivitas transaksi yang cenderung dikuasai pembeli. Sepanjang sesi kemarin, kedua kurva menunjukkan peningkatan yang konsisten, dengan jarak antara buy dan sell relatif terjaga hingga penutupan perdagangan.

Sejak pembukaan pasar hingga menjelang akhir sesi, akumulasi transaksi beli meningkat secara bertahap, sementara transaksi jual juga terus bertambah meski berada di bawah kurva buy.

Kurva akumulasi beli konsisten berada di atas sell sepanjang sesi perdagangan, dengan total transaksi beli mendekati 1,7 juta lot, sedangkan transaksi jual berada di kisaran 1,4 juta lot.

Akumulasi Investor Asing

Di sisi lain, PSAB mencatatkan aksi akumulasi bersih oleh investor asing pada perdagangan yang sama. Berdasarkan data broker summary asing, aktivitas transaksi PSAB menunjukkan kecenderungan big accumulation.

UBS Sekuritas Indonesia (AK) menjadi pembeli terbesar dengan nilai mencapai sekitar Rp8,3 miliar, setara 133,2 ribu lot, di harga beli rata-rata 626. Aksi beli ini menjadi kontributor utama dalam menopang pergerakan saham PSAB sepanjang sesi perdagangan.

Di posisi berikutnya, Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) mencatatkan pembelian sebesar Rp2,5 miliar atau sekitar 40,4 ribu lot dengan harga rata-rata 618.

Sementara itu, broker NH Korindo Sekuritas Indonesia (XA) juga terpantau mengakumulasi saham PSAB senilai Rp425 juta atau 7 ribu lot, disusul OCBC Sekuritas Indonesia (TP) dengan nilai beli sekitar Rp179,4 juta setara 2,9 ribu lot di kisaran harga Rp622. 
 

Sebaran harga rata-rata beli dari broker-broker tersebut berada dalam rentang yang cukup rapat. Kondisi ini menunjukkan bahwa transaksi beli tidak terkonsentrasi pada satu titik harga saja, melainkan tersebar di beberapa level yang berdekatan, sehingga membentuk lapisan aktivitas beli yang relatif merata secara intraday.

Di sisi penjualan, tekanan jual terbesar datang dari Mandiri Sekuritas (CC) yang melepas saham PSAB senilai Rp4,3 miliar atau 68,3 ribu lot.

Aksi jual juga tercatat dilakukan oleh Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) hingga JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK), meski dengan nilai yang relatif lebih kecil dibandingkan total pembelian.

Secara keseluruhan, dominasi nilai beli dibandingkan nilai jual mencerminkan net buy asing pada saham PSAB. Kondisi ini sejalan dengan pergerakan harga yang menguat dan mengindikasikan masih adanya minat akumulasi investor besar, meskipun aksi distribusi tetap terlihat dari beberapa broker tertentu.

Aksi Perusahaan


Sebelumnya, PSAB melanjutkan kegiatan eksplorasi mineral pada kuartal III 2025 melalui dua anak usahanya, PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) dan PT Arafura Surya Alam (ASA). Fokus kegiatan berada di wilayah Sulawesi Utara, mencakup area Blok Bakan dan Proyek Doup.

Corporate Secretary PSAB, Edi Permadi, menyampaikan bahwa kegiatan eksplorasi ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat basis sumber daya emas serta memetakan potensi cadangan baru di wilayah operasional perusahaan.

“Eksplorasi di dua wilayah ini dilakukan secara sistematis untuk menambah data geologi dan meningkatkan akurasi model sumber daya emas,” ujar Edi dalam laporan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 10 Oktober 2025.

Kegiatan utama dilakukan oleh JRBM di Blok Bakan, yang berlokasi di Desa Bakan, Matali Baru, Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, serta Desa Tobayagan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Kegiatan lapangan melibatkan tim geolog internal dan kontraktor lokal CV Tri Bersaudara, dengan pengawasan langsung dari tim eksplorasi senior.

Metode eksplorasi yang digunakan mencakup pemetaan geologi detail, analisis geokimia, serta survey geofisika menggunakan metode IPDD–Dipole-Dipole untuk mengukur resistivitas dan chargebility bawah permukaan. Analisis tambahan meliputi SWIR spectral dan XRF analysis terhadap contoh batuan hasil pemetaan.

Sepanjang periode Juli hingga September 2025, JRBM telah menyelesaikan 77 lubang bor dan 4 lubang tambahan yang masih dalam proses, dengan total kedalaman 15.135,6 meter. Selain itu, tim geofisika menyelesaikan pengukuran sepanjang 18.200 meter di 13 lintasan.

Hasil pengeboran menunjukkan kemenerusan tubuh mineralisasi di beberapa zona, termasuk Gunung Botak, Jalina, dan Main Ridge. Salah satu hasil signifikan berasal dari lubang BBD1875 yang menembus dua zona mineralisasi subgrade dengan kadar 0,23 g/t AuFA dan 0,19 g/t AuFA di kedalaman berbeda. Zona tersebut berpotensi menambah sumber daya di sisi timur area Bukit Berkah.

Sementara itu, lubang MRD1883 menunjukkan tiga zona mineralisasi baru dengan kadar emas hingga 0,41 g/t AuFA dan kadar tembaga 1.000 ppm Cu, yang diinterpretasikan sebagai bagian dari zona feeder mineralisasi.

Kegiatan kontrol kualitas (QA/QC) terhadap sampel batuan juga terus dilakukan, termasuk uji contoh kosong, duplikat lapangan, dan material tersertifikasi. Hasil pengujian menunjukkan seluruh prosedur preparasi dan analisa dinilai layak serta bebas kontaminasi.

Total biaya eksplorasi JRBM selama kuartal III 2025 tercatat sebesar USD1.022.374. (*) 


 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya