Insight Daily 21 Aug 2025 Penulis: KabarBursa.com

Potensi Bullish Reversal Saham KPIG, Didorong Dua Katalis ini

KPIG bidik pertumbuhan lewat KEK Lido, ekspansi Bali, dan masuk MSCI Small Cap, dengan potensi teknikal bullish reversal.

KABARBURSA.COM – PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), yang sebelumnya dikenal sebagai PT MNC Land Tbk, kini menegaskan diri sebagai emiten pariwisata terbesar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pergeseran identitas korporasi dari sekadar pengembang properti menjadi operator kawasan pariwisata terintegrasi menjadi landasan utama strategi perusahaan....

PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), yang sebelumnya dikenal sebagai PT MNC Land Tbk, kini menegaskan diri sebagai emiten pariwisata terbesar. (Foto: Dok. MNC L
PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), yang sebelumnya dikenal sebagai PT MNC Land Tbk, kini menegaskan diri sebagai emiten pariwisata terbesar. (Foto: Dok. MNC L

Insight Navigator

  1. 01 Ekspansi Bali, Studio Hiburan, dan Katalis MSCI
  2. 02 Sinyal Teknikal: Inverted Head & Shoulders dengan Target 278

KABARBURSA.COM – PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), yang sebelumnya dikenal sebagai PT MNC Land Tbk, kini menegaskan diri sebagai emiten pariwisata terbesar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Pergeseran identitas korporasi dari sekadar pengembang properti menjadi operator kawasan pariwisata terintegrasi menjadi landasan utama strategi perusahaan. 

Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, menekankan bahwa arah baru KPIG bertumpu pada proyek unggulan MNC Lido City.

“Lido akan menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia dengan dukungan insentif KEK yang memberikan keuntungan fiskal bagi investor maupun operator. Akses tol baru membuat kawasan ini semakin dekat, hanya sekitar 50 menit dari Jakarta,” ujarnya dalam paparan korporasi di Park Hyatt Jakarta pada Rabu, 13 Agustus 2025.

Lokasi Lido, yang strategis karena dekat dengan Jakarta dan memiliki iklim sejuk sepanjang tahun, diposisikan sebagai KEK pariwisata yang paling mudah diakses dari ibu kota. 

Perbaikan infrastruktur berupa akses tol baru diproyeksikan memangkas waktu tempuh menjadi hanya sekitar 50 menit. Hal ini menjadi nilai tambah bagi pengunjung maupun investor yang berminat mengembangkan bisnis di kawasan tersebut. 

Insentif KEK yang ditawarkan pemerintah mencakup pembebasan bea masuk, pajak pertambahan nilai, hingga pengurangan pajak penghasilan. 

Kombinasi aksesibilitas dan insentif regulasi inilah yang diharapkan akan meningkatkan daya saing kawasan Lido dibanding destinasi pariwisata lainnya.

Selain proyek utama Lido, KPIG juga tengah mengembangkan berbagai portofolio hiburan dan hospitality. Segmen yang menjadi sorotan mencakup Trump International Resort Lido yang meliputi lapangan golf eksklusif, hotel bintang lima, serta kawasan hunian premium. 

Trump golf course diposisikan sebagai klub golf eksklusif berbasis keanggotaan dengan pertumbuhan jumlah anggota yang cepat. Dengan struktur harga premium, segmen ini sudah mulai memberikan kontribusi profitabilitas awal. 

“Residen premium, baik vila maupun kondominium, sudah mencatat penjualan awal yang kuat. Strategi kami adalah membangun eksklusivitas, sehingga setiap unit yang terjual akan menciptakan nilai tambah lebih besar ke depan,” kata Hary Tanoesoedibjo dalam kesempatan yang sama.

Model bisnis perusahaan juga menekankan penggunaan pre-sales sebagai sumber pembiayaan, yang digabungkan dengan fasilitas pinjaman bank. Pendekatan ini membuat arus kas tetap positif meski pengakuan pendapatan dilakukan secara konservatif. 

Dengan demikian, KPIG tetap memiliki ruang ekspansi tanpa harus menanggung beban modal kerja yang terlalu besar. Selain itu, terdapat rencana untuk memperluas segmen perhotelan dan proyek komersial dengan menggandeng operator global. 

Pola kerja sama seperti skema co-development, di mana mitra membangun hotel di atas lahan milik KPIG, menjadi strategi untuk mengurangi kebutuhan belanja modal langsung.

Ekspansi Bali, Studio Hiburan, dan Katalis MSCI

Pertumbuhan bisnis KPIG tidak hanya terfokus di kawasan Lido. Perusahaan juga merambah Bali dengan akuisisi amusement village yang akan dikembangkan menjadi taman hiburan berskala internasional. Proyek ini akan menggandeng operator asal Amerika Serikat untuk branding, sekaligus menghadirkan resort dan waterpark. 

Langkah tersebut menandai upaya KPIG untuk menancapkan jejak di destinasi pariwisata utama Indonesia, sekaligus memperkuat diversifikasi portofolio.

Selain itu, KPIG juga membangun kompleks studio hiburan yang diproyeksikan sebagai yang terbesar di Indonesia. Fasilitas ini akan mendukung produksi film, konser, dan acara skala besar, sekaligus memperkuat sinergi dengan lini bisnis media MNC Group. 

Untuk segmen hiburan keluarga, pembangunan amusement park di Lido dilakukan secara bertahap, dimulai dengan RD&E (Research, Development & Experience) pada 2026, kemudian dilanjutkan dengan fase taman hiburan utama.

Di sisi finansial, perusahaan menargetkan pendapatan sebesar Rp2 triliun pada 2025. Kebutuhan pendanaan dalam lima tahun ke depan diperkirakan mencapai Rp8 triliun, yang akan dipenuhi melalui kombinasi dana internal, penjualan residensial, pinjaman bank, serta masuknya investor strategis. 

Dengan landbank besar di kawasan Lido dan Sukabumi, KPIG memiliki basis aset yang mendukung valuasi jangka panjang.

Katalis penting yang menjadi sorotan investor adalah masuknya KPIG ke dalam MSCI Global Equity Index–Small Cap, yang efektif berlaku mulai 27 Agustus 2025. 

Masuknya saham ke dalam indeks internasional semacam MSCI biasanya memicu aliran dana pasif dari manajer investasi global yang mengacu pada benchmark tersebut. 

Hal ini berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan KPIG sekaligus memperkuat citra perusahaan di mata investor institusi asing.

“Masuknya KPIG ke dalam indeks MSCI mencerminkan pengakuan atas kekuatan fundamental, kepemilikan aset premium berskala internasional, dan strategi pertumbuhan jangka panjang yang konsisten. Kami yakin pencapaian ini akan semakin memperkokoh kepercayaan investor global, membuka peluang penetrasi pasar yang lebih luas, serta memperkuat kinerja berkelanjutan Perseroan. MNC Tourism is on the right track to bring Indonesia to the world,” ungkap Hary Tanoesoedibjo dalam pernyataan resmi.

Dari perspektif strategi pasar, KPIG kini tidak lagi hanya dipandang sebagai pengembang properti afiliasi MNC Group. Perusahaan membangun narasi baru sebagai destinasi gaya hidup terintegrasi, dengan daya tarik investasi berupa insentif KEK dan branding eksklusif. 

Perpaduan antara fasilitas hiburan, hotel internasional, pusat media, hingga atraksi berbasis horticulture menjadikan KPIG unik di antara emiten pariwisata domestik. 

Dalam konteks ini, repricing valuasi saham menjadi wajar jika investor menilai fundamental perusahaan telah bergeser ke arah yang lebih kuat.

Sinyal Teknikal: Inverted Head & Shoulders dengan Target 278

Selain fundamental yang kian solid, analisis teknikal memberikan sinyal bullish reversal pada saham KPIG. 

Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyoroti pola inverted head & shoulders yang telah terbentuk dengan target harga ultimate di 278. 

“Pola ini memberikan potensi kenaikan sekitar 44 persen dari harga penutupan terakhir di 193. Selama support 190 bertahan, peluang kenaikan menuju 278 tetap terbuka,” jelas Liza dalam riset terbaru Kiwoom, Kamis, 21 Agustus 2025.

Saat ini, pergerakan KPIG berada dalam parallel channel naik dengan garis support di area 190. Candle doji yang terbentuk pada sesi perdagangan terakhir memberikan indikasi potensi rebound, dengan syarat adanya konfirmasi candle hijau yang menutup di atas level 196.

“Strategi trading yang bisa dilakukan adalah speculative buy di kisaran 190–196, dengan opsi average up di atas 200–202, bertepatan dengan level MA10. Resistance terdekat berada di 230, lalu 244–250, dan target akhir 270–278. Cut loss sebaiknya diterapkan apabila saham menutup perdagangan di bawah 188,” tambah Liza.

Dengan RSI yang masih berada di level 56, momentum teknikal menunjukkan ruang kenaikan masih sehat tanpa indikasi overbought

Bagi trader jangka pendek, area 200–202 akan menjadi level krusial yang menentukan validitas sinyal rebound. 

Sementara bagi investor jangka menengah, akumulasi bertahap menjelang katalis MSCI pada 27 Agustus dapat menjadi momentum optimal.

Kombinasi katalis fundamental berupa pengembangan proyek Lido dan ekspansi ke Bali, dukungan regulasi KEK, serta konfirmasi teknikal inverted head & shoulders menjadikan KPIG salah satu saham pariwisata yang patut dipantau ketat. 

Bagi investor, momentum ini membuka peluang masuk lebih awal sebelum potensi revaluasi valuasi terwujud di pasar. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com