Insight Daily 15 Apr 2026 Penulis: KabarBursa.com

Peta Asing di MDKA Dorong Harga, Siapa lagi Pegang Barang?

Arus asing Rp40,46 miliar dorong kenaikan MDKA 6,23 persen, sementara data broker menunjukkan distribusi besar dan orderbook mencatat supply tebal di atas harga berjalan.

KABARBURSA.COM – Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melonjak 6,23 persen ke level 3.410 pada perdagangan sesi I Rabu, 15 April 2026. Kenaikan ini terjadi saat nilai transaksi mencapai Rp159,2 miliar dengan volume 476,44 ribu lot. Pergerakan tersebut berlangsung di tengah arus dana asing yang masuk dalam beberapa sesi terakhir.Data perdagangan yang dihim...

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melonjak 6,23 persen ke level 3.410 pada perdagangan sesi I Rabu, 15 April 2026. (Foto: Dok. Merdeka Copper Gold)
Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melonjak 6,23 persen ke level 3.410 pada perdagangan sesi I Rabu, 15 April 2026. (Foto: Dok. Merdeka Copper Gold)

Insight Navigator

  1. 01 Kenaikan Harga Terjadi saat Volume di Bawah Rata-rata
  2. 02 Bid Menguat di Bawah, Supply Menumpuk di Atas
  3. 03 Distribusi Muncul saat Nilai Transaksi Broker Meningkat
  4. 04 Arus Asing Menguat dalam Beberapa Sesi Terakhir

KABARBURSA.COM – Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melonjak 6,23 persen ke level 3.410 pada perdagangan sesi I Rabu, 15 April 2026. 

Kenaikan ini terjadi saat nilai transaksi mencapai Rp159,2 miliar dengan volume 476,44 ribu lot. Pergerakan tersebut berlangsung di tengah arus dana asing yang masuk dalam beberapa sesi terakhir.

Data perdagangan yang dihimpun Kabarbursa.com, menunjukkan investor asing mencatat pembelian bersih sebesar Rp40,46 miliar pada 14 April 2026. 

Nilai tersebut melanjutkan tren net buy dalam tiga hari beruntun dengan total foreign flow mencapai sekitar Rp1,94 triliun. Posisi ini tercatat berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari.

Di balik kenaikan harga dan arus asing tersebut, aktivitas broker menunjukkan pergerakan berbeda. BRI Danareksa Sekuritas (OD), CGS International Sekuritas Indonesia (YU), Maybank Sekuritas Indonesia (ZP), dan Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (LG) tercatat aktif melakukan penjualan pada 13 hingga 14 April 2026. Nilai jual dari masing-masing broker tersebut mencapai puluhan miliar rupiah dalam dua hari perdagangan.

Kondisi ini memperlihatkan adanya perpindahan saham di tengah kenaikan harga. Struktur antrean orderbook menunjukkan lapisan bid yang relatif tebal di bawah harga, sementara penawaran menumpuk di area atas. Kombinasi data tersebut menyoroti aktivitas penyerapan saham yang berlangsung pada fase pergerakan saat ini.

Kenaikan Harga Terjadi saat Volume di Bawah Rata-rata

Kenaikan harga MDKA pada 15 April 2026 terjadi dalam rentang pergerakan intraday yang relatif lebar dari level pembukaan 3.260 hingga menyentuh tertinggi 3.420 sebelum ditutup di 3.410. Harga terendah tercatat di level yang sama dengan pembukaan, yakni 3.260, sehingga menunjukkan seluruh pergerakan berada di atas level tersebut sepanjang sesi perdagangan. Rata-rata harga transaksi berada di posisi 3.342, mendekati area penutupan.

Nilai transaksi saham ini mencapai Rp159,2 miliar dengan volume 476,44 ribu lot atau setara 47,64 juta saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 11,76 ribu kali, menunjukkan aktivitas perdagangan yang tetap berlangsung aktif sepanjang sesi. Data ini mencerminkan distribusi transaksi yang tersebar dalam jumlah frekuensi yang cukup tinggi.

Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata volume harian, aktivitas perdagangan pada hari tersebut berada di bawah rerata. Volume tercatat 47,64 juta saham, sementara rata-rata volume berada di kisaran 83,72 juta saham. Selisih ini menunjukkan bahwa kenaikan harga terjadi tanpa lonjakan volume yang melampaui kebiasaan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan harga juga menunjukkan kesinambungan dari sesi sebelumnya, di mana MDKA ditutup di level 3.210 pada 14 April 2026 sebelum naik ke 3.410 pada hari berikutnya. Kenaikan sebesar 200 poin ini mempertegas perubahan posisi harga dalam waktu singkat. Dalam dua hari perdagangan, harga bergerak naik dari area 3.210 menuju 3.410.

Jika ditarik ke struktur teknikal jangka pendek, posisi harga saat ini berada di atas rata-rata pergerakan. MA5 tercatat di 3.244, MA10 di 3.253, dan MA20 di 3.236, yang seluruhnya berada di bawah harga penutupan terakhir. Posisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga terjadi dengan level yang sudah melampaui rata-rata pergerakan dalam beberapa periode terakhir.

Bid Menguat di Bawah, Supply Menumpuk di Atas

Struktur orderbook MDKA pada 15 April 2026 menunjukkan ketidakseimbangan antrean antara sisi permintaan dan penawaran di sekitar harga berjalan. 

Pada level terbaik, antrean bid berada di harga 3.410 sebanyak 5.054 lot dengan frekuensi 146 kali, sementara antrean offer di harga 3.420 tercatat 2.226 lot dengan frekuensi 128 kali. Data ini menempatkan lapisan permintaan langsung di bawah harga penawaran terdekat.

Secara keseluruhan, total antrean bid mencapai 143.828 lot dengan frekuensi 2.664 kali, sedangkan total antrean offer tercatat 134.856 lot dengan frekuensi 1.562 kali. Perbandingan ini menunjukkan jumlah lot dan frekuensi transaksi lebih besar di sisi bid dibandingkan offer. Selisih tersebut mencerminkan kepadatan antrean beli yang tersebar di berbagai level harga.

Pada lapisan harga di bawah, antrean bid terdistribusi di beberapa level utama. Di harga 3.400 terdapat 4.061 lot dengan frekuensi 130 kali, di 3.390 sebanyak 4.959 lot dengan frekuensi 93 kali, serta di 3.360 sebesar 5.290 lot dengan frekuensi 54 kali. Susunan ini menunjukkan penumpukan permintaan yang berlapis di area bawah harga berjalan.

Di sisi atas, antrean offer menunjukkan konsentrasi pada beberapa level tertentu. Pada harga 3.450 terdapat 8.641 lot dengan frekuensi 143 kali, kemudian di 3.470 sebanyak 5.459 lot dengan frekuensi 35 kali, serta di 3.500 sebesar 5.441 lot dengan frekuensi 172 kali. Lapisan ini membentuk area penawaran yang lebih tebal dibandingkan level lainnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga berlangsung di tengah struktur antrean yang berlapis di kedua sisi. Di satu sisi, bid yang tebal menopang pergerakan dari bawah, sementara di sisi lain supply terkonsentrasi di atas harga berjalan. Struktur tersebut memperlihatkan distribusi antrean yang terbentuk dalam rentang harga yang berdekatan.

Distribusi Muncul saat Nilai Transaksi Broker Meningkat

Aktivitas broker pada 14 April 2026 menunjukkan nilai transaksi yang tinggi dengan total mencapai Rp61,8 miliar dari volume 193.372 lot. Rata-rata harga transaksi berada di level 3.195, berada di bawah harga penutupan hari berikutnya di 3.410. Jumlah broker yang terlibat tercatat 30 di sisi beli dan 27 di sisi jual.

Pada sisi pembelian, Indo Premier Sekuritas (PD) mencatat nilai terbesar sebesar Rp26,1 miliar dengan volume 82 ribu lot pada harga rata-rata 3.183. UBS Sekuritas Indonesia (AK) mengikuti dengan Rp10,2 miliar atau 31,5 ribu lot di harga rata-rata 3.200.

Aktivitas beli juga terlihat dari JP. Morgan Sekuritas Indonesia (BK), Semesta Indovest Sekuritas (MG), dan MNC Sekuritas (EP) dengan nilai masing-masing Rp4,5 miliar, Rp4,5 miliar, dan Rp3,1 miliar.

Di sisi penjualan, BRI Danareksa Sekuritas (OD) mencatat nilai terbesar sebesar Rp32 miliar dengan volume 100,3 ribu lot. Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. (LG) mencatat penjualan Rp7,9 miliar, diikuti Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) sebesar Rp4,7 miliar. 

CGS International Sekuritas Indonesia (YU) dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) masing-masing mencatat penjualan Rp3,3 miliar dan Rp2,8 miliar.

Pada 13 April 2026, nilai transaksi broker tercatat Rp60,7 miliar dengan volume 192.518 lot. Aktivitas penjualan terlihat dari BNI Sekuritas (NI), Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP), Sucor Sekuritas (AZ), serta RHB Sekuritas Indonesia (DR). Data ini menunjukkan bahwa distribusi terjadi dalam dua hari berturut-turut dengan nilai transaksi yang relatif sebanding.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kenaikan harga berlangsung bersamaan dengan aktivitas jual dari sejumlah broker besar. Nilai transaksi pada dua hari tersebut berada di kisaran Rp60 miliar dengan volume di atas 190 ribu lot. Aktivitas ini menunjukkan pergerakan saham yang melibatkan distribusi dan penyerapan dalam jumlah besar.

Arus Asing Menguat dalam Beberapa Sesi Terakhir

Pergerakan saham MDKA dalam beberapa hari terakhir menunjukkan adanya arus dana asing yang masuk secara bertahap. Pada 14 April 2026, investor asing mencatat pembelian sebesar Rp59,01 miliar dan penjualan Rp18,56 miliar, sehingga menghasilkan net foreign buy sebesar Rp40,46 miliar. Nilai ini menjadi salah satu yang terbesar dalam rentang perdagangan pekan berjalan.

Arus masuk tersebut melanjutkan tren dari sesi sebelumnya. Pada 13 April 2026, net foreign tercatat sebesar Rp6,74 miliar, sementara pada 10 April 2026 mencapai Rp12,72 miliar. Sebelumnya, pada 9 April 2026 sempat terjadi net sell sebesar Rp2,58 miliar sebelum kembali berbalik menjadi net buy pada hari-hari berikutnya.

Secara kumulatif, nilai foreign flow MDKA tercatat sekitar Rp1,945 triliun, dengan rata-rata pergerakan 20 hari berada di kisaran Rp1,928 triliun. 

Posisi ini menunjukkan bahwa arus dana asing berada sedikit di atas rata-rata jangka menengahnya. Data ini memperlihatkan peningkatan aktivitas asing dibandingkan periode sebelumnya.

Jika dikaitkan dengan pergerakan harga, arus asing yang masuk terjadi bersamaan dengan kenaikan harga dari 3.210 pada 14 April menjadi 3.410 pada 15 April 2026. 

Dalam periode yang sama, transaksi asing tercatat dalam nilai puluhan miliar rupiah per hari. Pergerakan ini menunjukkan keterlibatan investor asing dalam aktivitas perdagangan saham MDKA dalam beberapa sesi terakhir.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya