Insight Daily 12 Dec 2025 Penulis: KabarBursa.com

Peran Dana Asing di SGRO Belum Patah

Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, sebenarnya hanya ada tiga broker yang menampung dana asing menyerok saham SGRO. Namun, dominasi pembelian tiga broker itu masih di atas broker yang distribusi.

KABARBURSA.COM - Akumulasi investor asing terpantau mendominasi saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) selama sepekan ini periode 8-11 Desember 2025.Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, sebenarnya hanya ada tiga broker yang menampung dana asing menyerok saham SGRO. Namun, dominasi pembelian tiga broker itu masih di atas broker yang distribusi.Jika dilih...

(Foto: Dok. Sampoerna Agro)
(Foto: Dok. Sampoerna Agro)

Insight Navigator

  1. 01 Pergerakan Harga Saham

KABARBURSA.COM - Akumulasi investor asing terpantau mendominasi saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) selama sepekan ini periode 8-11 Desember 2025.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, sebenarnya hanya ada tiga broker yang menampung dana asing menyerok saham SGRO. Namun, dominasi pembelian tiga broker itu masih di atas broker yang distribusi.

Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) menjadi broker yang paling besar membeli saham SGRO senilai Rp27,7 miliar atau 36,9 ribu lot di harga rata-rata Rp7.500.

Kemudian ada juga broker Verdhana Sekuritas Indonesia (BB) yang menyerok saham SGRO Rp213 juta atau sebanyak 283 lot dengan rentang harga Rp7.525.

Broker terakhir yang mengakumulasi SGRO dalam sepekan berjalan ini adalah Kiwoom Sekuritas Indonesia (AG) senilai Rp179,8 juta atau 239 lot di harga rata-rata Rp7.525.


Di sisi lain, aksi jual asing masih terlihat, namun nilainya relatif lebih kecil dibandingkan total akumulasi. Broker Mandiri Sekuritas (CC) tercatat membuang saham SGRO sebesar Rp5,8 miliar atau 7,7 ribu lot di rentang harga Rp7.505

Sementara itu, BNI Sekuritas (NI) mencatatkan net sell Rp2,4 miliar, diikuti CGS International Sekuritas Indonesia (YU) sebesar Rp881,3 juta, UBS Sekuritas (AK) senilai Rp629,5 juta, dan JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) sebesar Rp582,6 juta.

Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual asing masih ada, namun belum mampu menutupi pembelian besar yang dilakukan oleh broker utama. Rentang harga transaksi yang relatif berdekatan di kisaran 7.500–7.525 mencerminkan aktivitas perdagangan yang berlangsung stabil tanpa tekanan jual agresif.

Struktur orderbook saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) menunjukkan minat beli masih terjaga pada perdagangan Jumat, 12 Desember 2025. Antrian beli tercatat lebih tebal dibandingkan penawaran jual di area harga aktif, dengan konsentrasi permintaan berada di level 7.500.

Di sisi lain, berdasarkan data orderbook yang dihimpun pada sesi I hari ini, antrian bid terbesar tercatat di harga 7.500 dengan volume mencapai 4.733 lot dan frekuensi 10 kali.

Struktur bid juga terlihat tersusun berlapis ke bawah. Pada harga 7.475 tercatat 3.098 lot, diikuti 7.450 sebanyak 2.705 lot, 7.425 sebesar 2.047 lot, dan 7.400 dengan 2.365 lot. Pola ini menunjukkan permintaan tidak terpusat di satu titik, melainkan menyebar secara bertahap.

Di sisi penawaran, ask terdekat berada di harga 7.525 dengan volume 1.453 lot dan frekuensi 17 kali, disusul 7.550 sebanyak 1.119 lot serta 7.575 sebesar 983 lot.

Penumpukan penawaran baru terlihat signifikan di harga yang lebih tinggi. Pada level 7.900, tercatat antrian jual mencapai 19.913 lot dengan 23 frekuensi, menunjukkan pasokan besar berada jauh di atas area transaksi aktif.

Pergerakan Harga Saham

Pergerakan harga saham SGRO pada Jumat,12 Desember 2025, masih bergerak mendatar. Saham ini dibuka di level 7.500, sementara di sesi I ditutup level 7.525.

Jika dilihat  dari indikator teknikal, saham SGRO terlihat masih bergerak stabil hingga perdagangan Jumat, 12 Desember 2025. Berdasarkan grafik di Stockbit, harga saham ini masih berada jauh di atas moving average 50 hari (MA50) yang tercatat di sekitar 6.053.

Tak hanya itu, saham emiten sawit ini juga masih berada di atas harga MA20 yang berada di level 7.281

Dalam jangka mingguan, pergerakan saham SGRO masih tercatat terkoreksi ringan. Data menunjukkan kinerja satu minggu turun 0,66 persen, dengan rentang pergerakan harga di level 7.475 hingga 7.575.

Sementara itu, kinerja jangka menengah menunjukkan penguatan yang lebih signifikan. Secara bulanan, saham SGRO mencatatkan kenaikan 28,63 persen, bergerak dari level terendah 5.725 hingga sempat menyentuh 7.800.

Penguatan juga terlihat pada periode tiga bulan. Dalam rentang waktu ini, SGRO naik 65,02 persen, dengan kisaran harga 4.510–7.800.

Adapun dalam enam bulan terakhir, saham SGRO mencatatkan lonjakan sebesar 198,61 persen, dengan rentang pergerakan dari 2.350 hingga 7.800.

Secara year to date (YTD), kinerja SGRO tercatat meningkat 251,64 persen, bergerak dari kisaran 2.010 menuju 7.800. Sementara dalam horizon satu tahun, saham ini mencatatkan kenaikan 270,69 persen, dengan rentang harga 2.000–7.800.

Dalam jangka panjang, performa SGRO juga menunjukkan apresiasi yang konsisten. Dalam tiga tahun, saham ini naik 253,29 persen, sementara dalam lima tahun mencatatkan kenaikan 334,97 persen. Adapun dalam sepuluh tahun, kinerja harga tercatat meningkat 418,97 persen, dengan harga tertinggi berada di level 7.800.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com