KABARBURSA.COM – Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) ditutup di level 374 pada perdagangan sesi I Kamis, 26 Februari 2026. Harga naik 4 poin atau 1,08 persen dari sesi sebelumnya. Nilai transaksi tercatat Rp25,97 miliar dengan volume 690,45 ribu lot dan frekuensi 5,72 ribu kali.
Dihimpun Kabarbursa.com, pergerakan harga PWON berjalan seiring arus dana asing yang tercatat masuk beruntun dalam beberapa sesi terakhir. Pada 25 Februari mencatat net foreign buy Rp6,89 miliar dengan streak 9 hari. Foreign flow tercatat 227,62 miliar dan berada di atas MA20 185,87 miliar, saat harga bergerak di area 370–374.
Di sisi broker, porsi net volume asing sempat mencapai sekitar 70 persen dari total volume harian pada 20 Februari. Pada sesi 26 Februari, data mikrostruktur menunjukkan antrean jual lebih besar dibanding antrean beli. Total offer tercatat 1.125.369 lot dengan frekuensi 4.610, sedangkan total bid 328.549 lot dengan frekuensi 1.632.
Arus Asing Menguat, Net Buy di Atas Rata-Rata
Dalam data historis, arus dana asing pada PWON bergerak aktif sejak pertengahan Februari. Pada 12 Februari 2026, net foreign buy tercatat Rp414,87 juta saat harga ditutup di 372. Sehari berikutnya, 13 Februari, net foreign buy naik menjadi Rp4,25 miliar ketika harga berada di 368.
Arus dana asing berlanjut pada 18–20 Februari. Pada 18 Februari, net foreign buy tercatat Rp3,41 miliar di tengah penutupan 366. Pada 19 Februari, net foreign buy Rp2,51 miliar saat harga 368, lalu 20 Februari net foreign buy tercatat Rp13,91 miliar ketika harga ditutup 374.
Setelah itu, pergerakan net foreign tetap berada di area positif. Pada 23 Februari, net foreign buy Rp3,52 miliar saat harga 374. Pada 24 Februari, net foreign buy Rp1,84 miliar ketika harga terkoreksi ke 366. Pada 25 Februari, net foreign buy Rp6,89 miliar saat harga ditutup 370.
Rangkaian tersebut membentuk streak asing selama 9 hari pada data screener. Pada pembacaan yang sama, net foreign buy Rp6,89 miliar berada di atas MA10 Rp4,00 miliar. Foreign flow PWON tercatat 227,62 miliar dan berada di atas foreign flow MA20 185,87 miliar. Data ini menjadi konteks ketika harga bergerak di rentang 366–374 dalam beberapa sesi terakhir.
Peta Broker Akumulator, Lot dan Nilai Terkonsentrasi
Pada fase net foreign terbesar, pembelian asing PWON terlihat terkonsentrasi pada beberapa kode broker. Pada 20 Februari 2026, ringkasan transaksi asing mencatat net value Rp15,2 miliar dengan net volume 410.151 lot dan rata-rata Rp370. Pada hari yang sama, CGS International Sekuritas Indonesia atau YU tercatat membeli 215,2 ribu lot senilai Rp8,0 miliar pada rata-rata Rp370, sementara CLSA Sekuritas Indonesia (KZ) membeli 194,5 ribu lot senilai Rp7,2 miliar pada rata-rata Rp370.
Konsentrasi pembelian berlanjut pada 23 Februari. Pada sesi tersebut, net value asing tercatat Rp5,0 miliar dengan net volume 134.692 lot dan rata-rata Rp374. KZ tercatat membeli 93,4 ribu lot senilai Rp3,5 miliar pada rata-rata Rp374, sedangkan YU membeli 33,9 ribu lot senilai Rp1,3 miliar pada rata-rata Rp374. Pada hari yang sama, BNI Sekuritas (NI) tercatat di sisi beli Rp187 juta atau 5 ribu lot pada rata-rata Rp374.
Pada 24 Februari, ringkasan transaksi asing mencatat net value Rp3,4 miliar dengan net volume 92.144 lot dan rata-rata Rp370. KZ kembali tercatat sebagai pembeli terbesar dengan 64,3 ribu lot senilai Rp2,4 miliar pada rata-rata Rp370. NI tercatat membeli Rp374 juta atau 10 ribu lot pada rata-rata Rp374, sementara UBS Sekuritas Indonesia (AK) membeli Rp346,9 juta atau 9,5 ribu lot pada rata-rata Rp368.
Pada 25 Februari, net value asing tercatat Rp6,9 miliar dengan net volume 186.096 lot dan rata-rata Rp370. YU tercatat membeli 48,4 ribu lot senilai Rp1,8 miliar pada rata-rata Rp370, sementara KZ membeli 43,1 ribu lot senilai Rp1,6 miliar pada rata-rata Rp370. Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) juga tercatat membeli 29,5 ribu lot senilai Rp1,1 miliar pada rata-rata Rp371.
Jika ditarik kumulatif empat sesi 20, 23, 24, dan 25 Februari, konsentrasi pembelian terlihat pada tiga kode broker teratas. KZ membukukan total pembelian sekitar 395,3 ribu lot senilai Rp14,7 miliar dengan rata-rata tertimbang sekitar Rp372.
YU mencatat total pembelian sekitar 297,5 ribu lot senilai Rp11,1 miliar dengan rata-rata tertimbang sekitar Rp373. ZP membukukan total pembelian sekitar 29,5 ribu lot senilai Rp1,1 miliar dengan rata-rata tertimbang sekitar Rp373.
Net Volume Asing 70 Persen, PWON Diadang Offer Menumpuk
Dominasi arus asing pada PWON dapat diuji dengan membandingkan net volume foreign terhadap total volume pasar. Pada 20 Februari 2026, total volume PWON tercatat 585,05 ribu lot, sementara net volume foreign pada hari yang sama 410.151 lot. Porsi net volume foreign hari itu setara sekitar 70,11 persen dari total volume.
Setelah sesi 20 Februari, porsi net volume foreign turun saat volume pasar membesar. Pada 23 Februari, total volume 502,60 ribu lot dengan net volume foreign 134.692 lot, setara sekitar 26,80 persen. Pada 24 Februari, total volume 414,60 ribu lot dengan net volume foreign 92.144 lot, setara sekitar 22,22 persen.
Pada 25 Februari, porsi net volume foreign kembali membesar saat volume harian mengecil. Total volume pasar tercatat 324,22 ribu lot, sementara net volume foreign 186.096 lot. Porsinya setara sekitar 57,40 persen dari total volume sesi tersebut.
Jika ditarik kumulatif empat sesi 20, 23, 24, dan 25 Februari, total volume pasar mencapai 1.826,47 ribu lot. Pada periode yang sama, net volume foreign tercatat 823.083 lot. Porsi kumulatifnya setara sekitar 45,06 persen dari total volume empat sesi itu.
Dari sisi mikrostruktur pada 26 Februari, antrean jual terlihat lebih besar dibanding antrean beli pada snapshot orderbook. Total bid tercatat 328.549 lot dengan frekuensi 1.632, sedangkan total offer 1.125.369 lot dengan frekuensi 4.610. Selisih antrean berdasarkan lot mencapai 796.820 lot, dengan rasio bid terhadap offer sekitar 0,29.
Di level harga terdekat, bid pada 372 tercatat 14.144 lot (frekuensi 144), sementara offer pada 374 tercatat 23.021 lot (frekuensi 80). Lapisan offer terlihat tebal di atasnya, antara lain 378 sebanyak 103.026 lot, 380 sebanyak 181.969 lot, 382 sebanyak 60.948 lot, 384 sebanyak 66.075 lot, hingga 390 sebanyak 72.731 lot. Pada 388, antrean offer tercatat 43.259 lot, sementara pada 392 tercatat 25.793 lot.
Di sisi bid, kedalaman terbentuk bertahap di bawah harga. Bid pada 370 tercatat 43.204 lot, 368 sebanyak 35.590 lot, 366 sebanyak 40.594 lot, dan 360 sebanyak 18.963 lot. Data ini menjadi konteks antrean pada saat PWON bergerak di 374, dengan rentang harian 370–380 dan nilai transaksi Rp26 miliar pada sesi tersebut.
Arus dana asing pada PWON menguat dalam beberapa sesi terakhir, dengan porsi net volume foreign sempat mencapai sekitar 70 persen dari total volume pada 20 Februari. Pembelian asing juga terlihat terkonsentrasi pada beberapa broker, terutama KZ dan YU, yang berulang muncul di fase net buy terbesar.
Pada saat yang sama, foreign flow tercatat 227,62 miliar dan berada di atas MA20 185,87 miliar, dengan streak asing 9 hari dan harga bergerak di area 366–374.
Di perdagangan 26 Februari, data mikrostruktur menunjukkan antrean jual lebih tebal dibanding antrean beli pada snapshot orderbook. Total offer tercatat 1.125.369 lot berbanding total bid 328.549 lot, dengan lapisan offer besar muncul di beberapa level di atas 374 seperti 378, 380, hingga 390. Konteks ini melekat pada pergerakan harga 374 di tengah aktivitas transaksi yang tetap tinggi, dengan volume 690,45 ribu lot dan nilai Rp25,97 miliar. (*)