KABARBURSA.COM – Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) melonjak tajam dalam dua perdagangan terakhir ketika arus dana asing mulai membesar dan harga melesat di atas rata-rata pergerakan jangka pendeknya. Kenaikan tersebut muncul setelah saham ini lebih dulu mengalami fase distribusi dan perubahan struktur kepemilikan saham pada akhir April 2026.
Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun Kabarbursa.com, saham MORA bergerak di level 7.250 pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026 hingga pukul 15.28 WIB. Posisi tersebut naik 1.000 poin atau 16 persen dibanding penutupan sehari sebelumnya di 6.250.
Sehari sebelumnya, saham ini juga telah melonjak 19,62 persen dari level 5.225 pada Rabu, 6 Mei 2026 menjadi 6.250 pada Kamis, 7 Mei 2026. Dengan demikian, dalam dua hari perdagangan, harga MORA telah naik sekitar 38,76 persen.
Jika ditarik sejak penutupan Kamis, 30 April 2026 di level 4.710, maka harga saham MORA sudah menguat sekitar 53,92 persen hingga perdagangan Jumat. Pergerakan tersebut berlangsung bersamaan dengan lonjakan aktivitas transaksi dan peningkatan arus dana asing di pasar reguler.
Nilai transaksi saham MORA pada Jumat tercatat mencapai Rp59,16 miliar dengan volume perdagangan sebesar 81,38 ribu lot dan frekuensi transaksi mencapai 5,68 ribu kali. Angka tersebut meningkat dibanding aktivitas perdagangan sehari sebelumnya yang mencatat nilai transaksi Rp31,30 miliar dengan volume 51,79 ribu lot dan frekuensi 3,59 ribu kali.
Volume saham MORA pada 8 Mei 2026 tercatat mencapai 8,02 juta saham, sedangkan rata-rata volumenya berada di kisaran 5 juta saham. Dengan demikian, volume perdagangan harian saham ini meningkat sekitar 60,4 persen dibanding rata-rata volume sebelumnya.
Peningkatan aktivitas perdagangan tersebut muncul ketika arus dana asing mulai membesar pada perdagangan 7 Mei 2026. Data foreign flow menunjukkan nilai pembelian asing mencapai Rp14,44 miliar, sedangkan penjualan asing tercatat Rp5,96 miliar sehingga menghasilkan net foreign buy sebesar Rp8,48 miliar.
Momentum itu muncul saat harga saham MORA mulai bergerak jauh di atas rata-rata pergerakan jangka pendeknya. Pada perdagangan 8 Mei 2026, harga saham MORA berada sekitar 28,6 persen di atas MA5 pada level 5.637, kemudian sekitar 37,2 persen di atas MA10 pada level 5.284, serta sekitar 35,7 persen di atas MA20 yang berada di area 5.343.
Perubahan arah transaksi saham MORA juga terlihat dari pola pergerakan harga dalam beberapa sesi terakhir. Setelah bergerak turun bertahap pada akhir April 2026, saham ini mulai mencatat perubahan arus transaksi ketika tekanan distribusi berkurang dan akumulasi mulai meningkat pada awal Mei 2026.
Setelah Struktur Saham Berubah, Tekanan Jual Sempat Membesar
Pergeseran arus transaksi saham MORA mulai terlihat setelah muncul pergeseran komposisi pemegang saham utama pada April 2026. Data kepemilikan saham menunjukkan perubahan tersebut terjadi bersamaan dengan fase distribusi yang menekan harga saham hingga akhir bulan.
Berdasarkan data KSEI per 22 April 2026, kepemilikan PT Candrakarya Multikreasi turun menjadi 17,81 persen dari sebelumnya 35,99 persen. Dengan demikian, kepemilikan entitas tersebut berkurang sekitar 18,18 persen.
Pada periode yang sama, kepemilikan PT Gema Lintas Benua juga turun menjadi 14,94 persen dari sebelumnya 30,18 persen. Penurunan tersebut mencapai sekitar 15,24 persen dibanding posisi sebelumnya.
Di tengah perubahan tersebut, nama Innovate Mas Utama mulai muncul sebagai pemegang saham baru dengan kepemilikan sebesar 48,37 persen. Perubahan komposisi saham tersebut tercatat melalui aksi merger berdasarkan data KSEI dengan keterlibatan broker DH dan AZ.
Perubahan struktur saham tersebut berlangsung ketika tekanan distribusi mulai muncul di pasar reguler. Pada 27 April 2026, broker summary MORA mencatat net value sebesar Rp1,6 miliar dengan net volume minus 3.174 lot.
Pada hari yang sama, status distribusi tercatat berada pada kategori big dist untuk kelompok Top 3 maupun Top 5 broker. Aktivitas distribusi tersebut muncul ketika harga rata-rata perdagangan berada di level 5.103.
Tekanan distribusi masih berlanjut pada 28 April 2026. Data broker summary menunjukkan net value mencapai Rp2 miliar dengan net volume minus 3.948 lot.
Status distribusi pada perdagangan tersebut berada dalam kategori small dist hingga normal dist. Harga rata-rata perdagangan juga turun menjadi 4.941 dari posisi sehari sebelumnya di 5.103.
Distribusi mulai mengecil pada 29 April 2026 ketika net value tercatat Rp1,8 miliar dengan net volume minus 3.667 lot. Meski tekanan jual masih muncul, status distribusi mulai bergerak ke kategori small dist dibanding fase sebelumnya yang lebih agresif.
Pergerakan broker pada fase tersebut berlangsung ketika harga saham MORA terus bergerak turun bertahap. Pada 23 April 2026, harga saham MORA masih berada di level 5.600 sebelum turun menjadi 5.225 pada 24 April 2026.
Tekanan harga berlanjut pada akhir April ketika saham ini turun ke level 5.000 pada 27 April 2026, kemudian bergerak ke 4.970 pada 28 April 2026, lalu turun lagi menjadi 4.750 pada 29 April 2026. Penurunan masih berlanjut hingga 4.710 pada perdagangan 30 April 2026.
Dengan demikian, harga saham MORA turun sekitar 15,89 persen dari level 5.600 pada 23 April 2026 menjadi 4.710 pada 30 April 2026. Pelemahan tersebut berlangsung sebelum aktivitas akumulasi mulai meningkat dan foreign flow mulai membesar pada awal Mei 2026.
Tekanan Jual Mereda, Broker Buyer Mulai Masuk
Tekanan distribusi yang muncul pada akhir April 2026 mulai menunjukkan perubahan arah memasuki awal Mei 2026. Perubahan tersebut terlihat dari mulai meningkatnya aktivitas akumulasi ketika harga saham MORA bergerak di area bawah.
Pada perdagangan 30 April 2026, broker summary MORA mulai mencatat perubahan status transaksi menjadi big acc. Data perdagangan menunjukkan net value mencapai Rp1 miliar dengan net volume sebesar 2.124 lot.
Aktivitas pembelian pada perdagangan tersebut mulai didominasi sejumlah broker tertentu. Broker BK tercatat melakukan pembelian senilai Rp441 juta, kemudian disusul CC sebesar Rp153 juta dan XL sekitar Rp110 juta.
Perubahan pola transaksi tersebut muncul ketika harga saham MORA berada di level 4.710 pada penutupan 30 April 2026. Posisi tersebut sekaligus menjadi titik terendah saham MORA setelah mengalami tekanan distribusi bertahap sejak pekan sebelumnya.
Aktivitas akumulasi masih bertahan pada perdagangan 4 Mei 2026. Data broker summary menunjukkan net value sebesar Rp300 juta dengan net volume mencapai 657 lot.
Pada periode tersebut, broker BK kembali muncul sebagai pembeli dominan dengan nilai transaksi sekitar Rp125 juta. Broker CC juga masih tercatat melakukan pembelian senilai Rp72 juta di pasar reguler.
Pergerakan transaksi tersebut berlangsung ketika harga saham MORA mulai bergerak naik dari area bawah. Pada perdagangan 4 Mei 2026, saham MORA ditutup di level 4.850 atau naik dibanding posisi 30 April 2026 di level 4.710.
Aktivitas pembelian masih berlanjut pada perdagangan 5 Mei 2026. Data broker summary menunjukkan net value sebesar Rp300 juta dengan net volume mencapai 552 lot.
Broker BK kembali tercatat sebagai pembeli terbesar dengan nilai transaksi Rp139 juta. Selain itu, broker PD mulai masuk dengan nilai pembelian sekitar Rp59 juta.
Kenaikan aktivitas akumulasi mulai terlihat lebih besar pada perdagangan 6 Mei 2026. Pada hari tersebut, broker summary kembali mencatat status transaksi dalam kategori big acc.
Data perdagangan menunjukkan net value mencapai Rp1,5 miliar dengan net volume sebesar 2.960 lot. Nilai tersebut meningkat dibanding beberapa perdagangan sebelumnya ketika aktivitas akumulasi masih bergerak terbatas.
Pada perdagangan 6 Mei 2026, broker BK kembali menjadi pembeli dominan dengan nilai transaksi sekitar Rp686 juta. Aktivitas pembelian juga muncul dari broker XL sebesar Rp455 juta serta broker DH sekitar Rp121 juta.
Perubahan aktivitas broker tersebut berlangsung ketika harga saham MORA mulai bergerak meninggalkan area bawahnya. Harga saham tercatat naik dari level 4.710 pada 30 April 2026 menjadi 4.850 pada 4 Mei 2026, kemudian bergerak ke 4.860 pada 5 Mei 2026 dan naik lagi ke level 5.225 pada 6 Mei 2026.
Dengan demikian, harga saham MORA telah naik sekitar 10,93 persen dari level 4.710 pada 30 April 2026 menjadi 5.225 pada 6 Mei 2026. Kenaikan tersebut berlangsung bersamaan dengan bertambahnya broker buyer, meningkatnya nilai akumulasi, serta mulai naiknya aktivitas transaksi di pasar reguler.
Asing Mulai Masuk Besar, Harga MORA Langsung Melonjak
Percepatan harga saham MORA mulai terlihat lebih agresif memasuki perdagangan 7 Mei 2026 ketika arus dana asing meningkat tajam di pasar reguler. Lonjakan foreign flow tersebut muncul bersamaan dengan kenaikan nilai transaksi, volume perdagangan, serta frekuensi transaksi harian.
Berdasarkan historical data perdagangan, saham MORA ditutup di level 6.250 pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026. Posisi tersebut naik 1.025 poin atau 19,62 persen dibanding penutupan sehari sebelumnya di level 5.225.
Kenaikan tersebut berlangsung ketika aktivitas pembelian asing mulai meningkat signifikan. Data foreign flow menunjukkan nilai pembelian asing mencapai Rp14,44 miliar, sedangkan penjualan asing berada di level Rp5,96 miliar sehingga menghasilkan net foreign buy sebesar Rp8,48 miliar.
Lonjakan arus dana tersebut juga terlihat pada broker summary perdagangan reguler. Data transaksi menunjukkan net value mencapai Rp15,7 miliar dengan net volume sebesar 26.008 lot dan harga rata-rata perdagangan berada di level 6.051.
Aktivitas pembelian pada perdagangan tersebut mulai didominasi sejumlah broker besar. Broker CC tercatat melakukan pembelian senilai Rp5,5 miliar, kemudian disusul ZP sebesar Rp3,6 miliar, MG sekitar Rp3,1 miliar, dan YP sebesar Rp1,9 miliar.
Di sisi lain, distribusi juga mulai muncul pada beberapa broker tertentu ketika harga saham bergerak naik tajam. Broker XL tercatat melakukan penjualan sebesar Rp6,5 miliar, kemudian disusul BK sekitar Rp1,4 miliar dan XC sebesar Rp1,3 miliar.
Perubahan aktivitas transaksi tersebut berlanjut pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Hingga pukul 15.28 WIB, saham MORA bergerak di level 7.250 setelah sempat menyentuh level tertinggi 7.500 dan terendah 6.500 dengan harga rata-rata perdagangan berada di area 7.270.
Aktivitas perdagangan saham MORA juga meningkat tajam dibanding perdagangan sebelumnya. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp59,16 miliar dengan volume perdagangan sebesar 81,38 ribu lot dan frekuensi transaksi mencapai 5,68 ribu kali.
Angka tersebut meningkat dibanding perdagangan 7 Mei 2026 yang mencatat nilai transaksi Rp31,30 miliar dengan volume 51,79 ribu lot dan frekuensi 3,59 ribu kali. Dengan demikian, nilai transaksi saham MORA meningkat sekitar 88,9 persen hanya dalam satu hari perdagangan.
Volume transaksi juga meningkat sekitar 57,1 persen dari 51,79 ribu lot menjadi 81,38 ribu lot. Sementara frekuensi transaksi naik sekitar 58,2 persen dari 3,59 ribu kali menjadi 5,68 ribu kali.
Percepatan aktivitas perdagangan tersebut berlangsung bersamaan dengan kenaikan harga saham yang semakin agresif. Dari level 5.225 pada 6 Mei 2026 menjadi 7.250 pada 8 Mei 2026, harga saham MORA telah naik sekitar 38,76 persen dalam dua perdagangan.
Kenaikan tersebut membuat posisi harga saham MORA bergerak semakin jauh di atas rata-rata pergerakan jangka pendeknya. Aktivitas foreign flow, lonjakan transaksi, serta peningkatan frekuensi perdagangan mulai muncul bersamaan dengan percepatan harga dalam beberapa sesi terakhir.
Offer Tebal di ARA, Bid Masih Bertahan
Struktur orderbook saham MORA pada perdagangan 8 Mei 2026 mulai menunjukkan peningkatan aktivitas transaksi di area atas. Kondisi tersebut terlihat dari mulai menumpuknya antrean offer di area ARA ketika harga saham bergerak agresif sepanjang sesi perdagangan.
Data orderbook hingga pukul 15.28 WIB menunjukkan total bid saham MORA mencapai 3.728 lot, sedangkan total offer berada di level 2.926 lot. Struktur tersebut muncul ketika harga saham bergerak di area 7.150 hingga 7.250.
Antrean offer terbesar terlihat berada di level 7.500 yang merupakan batas atas auto rejection atas atau ARA saham MORA pada perdagangan hari tersebut. Pada level tersebut tercatat antrean jual sebesar 1.428 lot dengan frekuensi transaksi mencapai 51 kali.
Di sisi lain, antrean bid tetap terlihat bertahan pada sejumlah level harga bawah. Lapisan bid terlihat muncul di area 6.875, 6.850, 6.800, hingga 6.250.
Aktivitas transaksi intraday juga bergerak cukup agresif sepanjang perdagangan. Saham MORA dibuka di level 6.875 sebelum bergerak ke level tertinggi 7.500 dan sempat turun hingga area 6.500.
Setelah sempat bergerak turun, harga saham kembali naik dan bertahan di level 7.150 hingga akhir sesi perdagangan. Posisi tersebut mencerminkan kenaikan sekitar 4 persen dibanding harga pembukaan di level 6.875.
Rentang pergerakan intraday saham MORA juga terlihat melebar. Dari level terendah 6.500 hingga tertinggi 7.500, volatilitas perdagangan intraday saham ini mencapai sekitar 15,38 persen.
Struktur antrean transaksi tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan yang tetap tinggi di area atas. Offer mulai menumpuk di area ARA, namun antrean bid juga masih terlihat berlapis pada sejumlah level harga bawah.
Frekuensi transaksi yang tinggi pada area offer atas juga muncul bersamaan dengan meningkatnya aktivitas perdagangan harian saham MORA. Pergerakan intraday saham ini berlangsung agresif sepanjang sesi ketika harga bergerak jauh di atas rata-rata pergerakan jangka pendeknya.
Aktivitas perdagangan saham MORA masih bertahan tinggi hingga akhir pekan ketika harga bergerak di area 7.250 pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Posisi tersebut juga masih berada jauh di atas MA20 yang tercatat di level 5.343.
Dalam sepekan terakhir, saham MORA tercatat membukukan foreign buy streak selama tujuh hari berturut-turut. Data screener menunjukkan net foreign buy pada 7 Mei 2026 mencapai Rp8,48 miliar, sedangkan rata-rata net foreign MA10 berada di kisaran Rp800 juta.
Dengan demikian, nilai net foreign buy harian saham MORA tercatat sekitar 10,6 kali lebih besar dibanding rata-rata net foreign dalam 10 perdagangan terakhir. Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan peningkatan nilai transaksi, volume perdagangan, dan frekuensi transaksi ketika harga saham bergerak jauh di atas rata-rata pergerakan jangka pendeknya.(*)