Insight Daily 21 Sep 2025 Penulis: KabarBursa.com

Momentum AKRA di Sisa Tahun 2025, Prospek Kinerja dan Harga Saham Diramal Cerah

salah satu penopang kinerja AKRA di semester II 2025 ialah bisnis kawasan industri

KABARBURSA.COM - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) diprediksi bisa mencatatkan kinerja positif di sisa tahun 2025. Optimisme ini muncul jika berkaca dari bisnis perusahan yang diyakini bakal mengalami pertumbuhan.AKRA sendiri sukses membukukan kinerja cemerlang pada semester I 2025. Pada periode ini, perusahan meraup pendapatan Rp21,41 triliun, atau tumbuh sebesa...

Armada PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). (Foto: Dok Perusahaan)
Armada PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). (Foto: Dok Perusahaan)

Insight Navigator

  1. 01 Katalis dari Peningkatan Fasilitas di Indonesia Timur
  2. 02 Prospek Pergerakan Harga Saham AKRA

KABARBURSA.COM - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) diprediksi bisa mencatatkan kinerja positif di sisa tahun 2025. Optimisme ini muncul jika berkaca dari bisnis perusahan yang diyakini bakal mengalami pertumbuhan.

AKRA sendiri sukses membukukan kinerja cemerlang pada semester I 2025. Pada periode ini, perusahan meraup pendapatan Rp21,41 triliun, atau tumbuh sebesar 14,83 persen year on year (yoy) dibanding paruh pertama tahun lalu.

Pendapatan AKRA ditopang oleh beberapa segmen. Seperti perdagangan dan distribusi yang meraup Rp19,65 triliun yang naik 13,64 persen yoy dibanding periode serupa tahun lalu.

Selanjutnya, penyumbang terbanyak juga diperoleh segmen logistik dengan pendapatan Rp975,43 miliar. Ada pula segmen kawasan industri yang membukukan Rp951,68 miliar.

Adapun pendapatan AKRA  di semester I 2025 ditopang oleh kontrak pelanggan yang menjadi penyumbang terbanyak sebesar Rp21,26 triliun, naik 14,88 persen yoy. Pendapatan sewa juga berkontribusi dengan catatan Rp148,16 miliar di semester I 2025.

Di sisi lain, AKRA sukses membukukan laba bersih Rp1,18 triliun atau naik sebesar 17,65 persen dibanding semester I 2024 yang senilai Rp1.00 triliun.

Managing Director Research & Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su memandang AKRA akan melanjutkan kinerja positifnya di sisa tahun 2025.

Harry menyebut salah satu penopang kinerja AKRA di semester II 2025 ialah bisnis kawasan industri yang sukses menyumbang 4 persen dari pendapatan perusahaan di paruh paruh pertama.

"Pendorong utama akan berasal dari segmen kawasan industri, yang pada 1H25 menyumbang sekitar 4 persen dari total pendapatan dan mencatatkan margin tertinggi di antara seluruh segmen bisnis sebesar 33 persen," ujar dia kepada Kabarbursa.com beberapa waktu lalu.

Harry menyampaikan katalis positif juga datang mengenai target penjualan lahan AKRA yang seluas 80–100 hektare pada tahun ini, dengan mayoritas transaksi diperkirakan terealisasi pada kuartal IV 2025.

"Selain itu, bisnis utilitas juga diperkirakan semakin kuat seiring beberapa penyewa yang ada mulai beroperasi penuh pada 2H25," ungkapnya.

Adapun AKRA telah menarget laba sebesar Rp2,4 triliun-Rp2,6 triliun pada tahun 2025. Raihan ini diharapkan bisa didapat melalui kinerja sektor pertambangan hingga pertumbuhan utilitas.

Katalis dari Peningkatan Fasilitas di Indonesia Timur

Manajemen AKRA beberapa waktu lalu berbicara mengenai prospek bisnis yang dijalankan perusahaan di wilayah Indonesia Timur. Terkait dengan peluang ini, perseroan telah memiliki strategi dalam memanfaatkan peluang yang ada.

Direktur & Corporate Secretary, Suresh Vembu, mengatakan AKR saat ini terus berkomitmen untuk meningkatkan beberapa fasilitas kerja di Indonesia Timur.

"Termasuk membangun terminal BBM kimia, menambah armada kapal dan truk untuk supply di Indonesia Timur," ujar dia dalam public expose secara virtual, Selasa, 9 September 2025.

Suresh optimistis pembangunan terminal BBM kimia itu AKR bisa mendapatkan pasar baru dan meningkatkan efisiensi operasional. Ia menyebut pasar di Indonesia Timur memiliki potensi yang bagus.

"Kebanyakan kebutuhan kimia di Indonesia Timur, termasuk kimia dasar digunakan di proses smelting," ungkap dia.

Suresh juga menyampaikan bahwa saat ini AKR telah mengoperasikan beberapa smelter di Indonesia Timur, salah satunya di Morowali, Sulawesi Tengah.

AKR juga telah mengoperasikan terminal tangki BBM dan bahan kimia dasar dengan total kapasitas 904.400 KL yang tersebar di 19 pelabuhan laut dan sungai utama di Indonesia.

Pengoperasian itu didukung oleh 14 kapal milik sendiri dan lebih dari 250 truk tangki. Seluruh infrastruktur ini terkoordinasi melalui teknologi digital Control Tower 24/7.

Terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan kinerja AKR ke depan bakal dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam melakukan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Selain itu, strategi AKRA dalam mengembangkan gudang agar distribusi produk lebih efektif juga bisa memberikan efek positif bagi perusahaan.

"Selama permintaan meningkat tentunya ini akan memberikan benefit," kata dia kepada Kabarbursa.com beberapa waktu lalu.


Prospek Pergerakan Harga Saham AKRA

Di sisi lain, Harry menilai saham AKRA masih layak dikoleksi untuk jangka panjang. Hal ini tidak lepas dari pertimbangan rowth story yang menarik dari petroleum distribusinya dan monetisasi dari industrial estate business.

Lebih jauh Harry membeberkan, pergerakan harga saham AKRA di sisa tahun 2025 ini mayoritas akan dipengaruhi faktor fundamental.

"Penurunan di 1Q adalah respon pasar terkait penjualan industrial estate yang jauh dari ekspektasi pasar. Di 2Q harga AKRA cenderung menguat karena industrial estate sales nya yang perlahan mencapai target manajemen," pungkasnya.

Tak hanya itu, saham AKRA mendapat sentimen positif dari pelaku pasar setelah 21 analis yang memantau kinerjanya memberi rekomendasi mayoritas buy atau beli. Sebanyak 20 analis menyarankan beli, sementara hanya 1 analis merekomendasikan tahan, dan tidak ada yang menyarankan jual.

Pada perdagangan terakhir, Jumat, 19 September 2025, AKRA ditutup di zona merah setelah melemah 1,21 persen atau turun 15 poin ke level 1.225. Harga masih di bawah rata-rata target analis sebesar Rp1.552.

Proyeksi harga tertinggi yang diberikan analis mencapai Rp1.850, sementara perkiraan terendah berada di Rp1.310. Ini memberi ruang kenaikan yang cukup lebar dibandingkan posisi sekarang.

Mengutip data perdagangan Stockbit, Minggu, 21 September 2025,, saham AKRA menunjukkan pergerakan beragam. Dalam satu hari terakhir, harga terkoreksi 1,21 persen, sedangkan sepanjang satu pekan naik 1,66 persen.

Secara bulanan, saham ini turun tipis 0,41 persen, namun untuk periode tiga bulan masih menguat 0,82 persen.

Performa lebih panjang menampilkan dinamika menarik. Dalam enam bulan terakhir, saham naik 11,36 persen dan secara year-to-date (YTD) tercatat menguat 9,38 persen.

Namun dalam jangka satu tahun, harga justru melemah 18,06 persen dan dalam tiga tahun turun 14,04 persen. Meski demikian, kinerja lima tahun menunjukkan lonjakan impresif 123,54 persen, dan dalam rentang sepuluh tahun tetap positif 6,52 persen.

Data historis ini menggambarkan AKRA sebagai emiten dengan fluktuasi harga cukup tajam, tetapi prospek jangka menengah-panjang masih mendapat dukungan analis.

Dukungan kuat rekomendasi beli serta target harga yang lebih tinggi dari posisi sekarang menjadi sinyal positif bagi investor yang mempertimbangkan potensi pertumbuhan nilai saham ini.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya