KABARBURSA.COM - Saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) terpantau tengah diakumulasi investor asing pekan ini, terutama pada periode 1-3 Desember 2025. Merujuk data perdagangan Stockbit, aliran dana asing melalui beberapa broker mengalir deras ke saham emiten produksi dan perdagangan Lem Pipa itu.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada periode tersebut, Mandiri Sekuritas (CC) menjadi broker yang paling banyak membeli saham PIPA dengan nilai Rp2,3 miliar atau 98,600 lot di harga rata-rata Rp241.
Broker J.P Morgan Sekuritas Indonesia (BK) ikut mengoleksi saham ini sebesar Rp553,5 juta setara 23,400 lot di rentang harga Rp237.
Tak ketinggalan, Phintraco Sekuritas (AT) juga terpantau menyerok saham PIPA dengan besar Rp272,7 juta atau 11 ribu lot di harga rata-rata Rp248.
Terdapat tiga broker yang terlihat mengoleksi saham PIPA meski tidak begitu besar. Antara lain Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (LG) di kisaran harga Rp230, Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) Rp234, dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) Rp236.
Di sisi lain, tekanan jual dari asing tercatat sangat minim. Penjualan hanya muncul dari dua broker, yaitu UBS Sekuritas Indonesia (AK) yang melepas Rp27,1 juta setara 1 ribu lot, serta Erdikha Elit Sekuritas (AO) yang menjual Rp3,1 juta atau 130 lot di harga rata-rata sekitar 239–242.
Pergerakan Saham PIPA
Pada perdagangan sesi I hari ini, Kamis, 4 Desember 2025, struktur oderbook saham PIPA terlihat memilik banyak permintaan sebesar 376,126, lebih banyak dibanding tekanan jual sebesar 355,840.
Di sisi bid, antrian beli tersusun tebal pada rentang 216–242, dengan konsentrasi terbesar berada di harga bawah. Order signifikan tercatat di level 216 sebanyak 51.975 lot, kemudian 226 sebesar 45.238 lot, 222 sebanyak 41.496 lot, serta 218 di kisaran 42.432 lot.
Sementara itu, tekanan jual besar terlihat di harga 260 sebanyak 53.449 lot, kemudian di level 300 mencapai 60.879 lot, serta di rentang 270–290 yang masing-masing menampilkan antrian signifikan.
Secara keseluruhan, total volume bid tercatat sebanyak 376.126 lot, sedikit lebih besar dari total ask yang mencapai 355.840 lot.
Di sisi lain, kinerja saham PIPA dalam jangka satu minggu, mengalami koreksi sebesar 6,20 persen, disusul penurunan lebih dalam sebesar 19,87 persen untuk periode satu bulan.
Meski tekanan jangka pendek cukup kuat, pergerakan jangka menengah hingga panjang masih mencerminkan tren positif. Dalam tiga bulan terakhir, saham PIPA mencatat kenaikan 38,29 persen dengan rentang pergerakan 137–625.
Dalam enam bulan, penguatan meningkat drastis hingga 206,33 persen, dan secara tahun berjalan (YTD), saham ini melonjak 2.100 persen.
Meski masih modal asing masih mengalir harga saham PIPA saat ini masih di bawah Moving Average 50 (MA50). Pada sesi I perdagangan Kamis, 4 November 2025, PIPA stagnan di level 240. Sementara harga MA50 berada di level 359.
Kinerja Keuangan Kuartal III 2025
PIPA mencatatkan kinerja gemilang pada kuartal III 2025. Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan PIPA pada sembilan bulan pertama 2025 sebesar Rp25,89 miliar, naik dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp19,84 miliar.
Beban pokok PIPA pada periode ini mencapai Rp20,23 miliar, sehingga laba bruto perusahaan mengalami penurunan menjadi Rp5,66 miliar dari yang sebelumnya senilai Rp6,96 miliar.
Meski demikian, PIPA sukses meraup laba bersih senilai Rp2,66 miliar, berbalik dari posisi rugi Rp691 juta pada kuartal III 2024. Hal ini turut mendorong laba per saham (EPS) naik ke level Rp0,91.
Di sisi neraca, PIPA melaporkan total aset sebesar Rp172,97 miliar, sedikit turun dibanding akhir 2024 yang sebesar Rp174,98 miliar. Aset lancar meningkat menjadi Rp66,86 miliar, sementara aset tidak lancar menurun menjadi Rp106,10 miliar.
Struktur liabilitas perusahaan menunjukkan perbaikan signifikan. Total liabilitas turun menjadi Rp23,50 miliar dari sebelumnya Rp28,30 miliar.
Adapun dari sisi ekuitas, perseroan mencatat kenaikan menjadi Rp149,46 miliar dari sebelumnya yang sebesar Rp146,68 miliar.(*)